Tampilkan postingan dengan label umptn. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label umptn. Tampilkan semua postingan

01 Agustus 2008

SNMPTN, 2.894 Kursi Jurusan Pertanian Kosong

Surabaya, Kompas - Seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri menyisakan 2.894 kursi kosong pada program studi Pertanian dan Peternakan di 47 perguruan tinggi negeri. Secara keseluruhan, SNMPTN menyisakan 9.019 kursi kosong di 47 PTN.

Koordinator penilai SNMPTN, Priyo Suprobo, mengatakan, fakta itu menyedihkan bila mengingat Indonesia selalu disebut negara agraris. "Tentu mengkhawatirkan bila mengingat Indonesia pernah dikenal sebagai negara berswasembada pangan," ujarnya saat mengumumkan analisis hasil SNMPTN 2008 di Surabaya, Kamis (31/7).

Kekosongan itu merata di hampir semua perguruan tinggi yang membuka program studi Pertanian. Bahkan, terjadi kekosongan kursi hingga 50 persen dari daya tampung program studi.

Hal itu terjadi antara lain pada program studi Agribisnis di Universitas Trunojoyo, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Program studi dengan daya tampung 85 mahasiswa baru itu hanya diminati 10 orang.

Demikian pula pada program studi Teknologi Industri Pertanian yang berdaya tampung 85 mahasiswa baru pada universitas yang sama. Namun, hanya 22 orang yang mendaftar dan lima di antaranya tidak lulus sehingga masih tersisa 68 kursi untuk mahasiswa baru.

Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan Institut Pertanian Bogor (IPB) Yonny Koesmaryono mengatakan, menurunnya minat generasi muda memilih bidang pertanian di jenjang pendidikan tinggi harus dipandang sebagai persoalan yang memprihatinkan bangsa. Apalagi, persoalan krisis pangan menjadi perhatian serius secara global.

"Untuk IPB, memang tidak mengalami kekurangan mahasiswa. Tetapi, di perguruan tinggi berbasis pertanian lainnya, kekosongan kursi untuk pertanian dan peternakan memang cukup serius," ujar Yonny.

Terserah rektor

Priyo Suprobo mengatakan, kekosongan memang tidak hanya terjadi pada program studi terkait dengan pertanian. Beberapa program studi lain juga masih menyisakan kursi kosong di 47 PTN di Indonesia.

"Total masih tersisa 9.019 kursi dari kuota SNMPTN. Dari 57 PTN penyelenggara SNMPTN, hanya 10 PTN yang kuotanya penuh," ujar Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya itu.

Suprobo mengatakan, panitia SNMPTN tak berwenang mengisi kursi yang kosong itu. Pengisian dikembalikan kepada kebijakan masing-masing PTN. "Pengisian itu hak rektor masing-masing PTN," tuturnya.

Pengumuman SNMPTN bisa dilihat di situs web www.snmptn.ac.id dan situs web Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung (ITB), ITS Surabaya, dan Universitas Diponegoro Semarang pada Kamis ini mulai pukul 18.00. Selain itu, pengumuman dapat dilihat di papan pengumuman di 57 PTN dan di 38 panitia lokal.

Ketat

Sementara itu, anggota Tim Statistika ITS, Lucia Aridinanti, mengatakan, keterbatasan daya tampung membuat persaingan masuk ke beberapa PTN semakin ketat. Di UGM yang hanya menyediakan 348 kursi pada SNMPTN, misalnya, tingkat keketatannya 1 : 25 atau 4,07 persen. Artinya, satu peserta akan berhadapan dengan 25 peserta lain yang memilih jurusan yang sama. "Semakin ketat nilai persaingan suatu PTN, boleh jadi kualitas mahasiswa barunya semakin baik," ujarnya.

Suprobo mengatakan, 5.704 peserta SNMPTN tidak lulus karena persoalan teknis. Di antara mereka, 11 orang tertangkap curang di lokasi. Enam orang memberikan identitas ganda, dan 5.627 lembar jawaban tidak sah.

Untuk keseluruhan, dipastikan 285.545 peserta tidak lulus. Sebanyak 57 PTN penyelenggara SNMPTN hanya menyediakan 92.509 kursi untuk tahun ini. Padahal, SNMPTN 2008 diikuti oleh 378.054 peserta. Tahun lalu disediakan 96.066 kursi untuk mahasiswa baru. Sementara pada 2006 disediakan 93.741 kursi.

Selain SNMPTN, ada pula ujian mahasiswa baru (UMB) untuk masuk PTN. Namun, UMB hanya diselenggarakan lima PTN. (RAZ/ELN)

http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/08/01/00321715/2.894.kursi.jurusan.pertanian.kosong

05 Juli 2008

UI Perpanjang Masa Pendaftaran Mahasiswa Baru

Universitas Indonesia memperpanjang masa pendaftaran mahasiswa baru Program Sarjana Kelas Paralel. Masa pendaftaran mahasiswa baru program ini, yang seharusnya berakhir 4 Juni 2008, diperpanjang hingga 8 Juli 2008.

Demikian dikatakan Wakil Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru UI, Dr Emil Budianto, Jumat (4/7). Perpanjangan waktu itu untuk memberi kesempatan lebih banyak kepada mereka yang berminat. Masa pendaftaran mahasiswa baru Program Paralel, yang dimulai 9 Juni lalu, menurut rencana awal, seharusnya berakhir Jumat kemarin.

"Menurut pantauan kami, banyak calon mahasiswa yang belum punya waktu mengurus lagi pendaftaran. Pasalnya, mereka baru mengikuti ujian seleksi Program Sarjana Reguler lewat ujian masuk bersama (UMB) atau seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN), yang baru selesai Kamis kemarin," kata Emil pada konferensi pers di Rektorat UI.

Menurut Emil, Program Sarjana Paralel UI menyediakan 870 tempat bagi mahasiswa baru, sementara, sampai sekitar pukul 11.00 WIB kemarin, yang mendaftar mencapai 2.670 orang.

Selain bisa dilakukan langsung di Gedung Pelayanan Mahasiswa Terpadu, Kampus UI, Depok, pendaftaran mahasiswa baru Program Paralel dan Vokasi juga dapat dilakukan secara online.

Kurikulum Program Paralel adalah program sarjana (S-1) yang perkuliahannya menggunakan kurikulum dan fasilitas yang sama dengan program sarjana reguler. Namun, perkuliahan dilakukan pada sore hari.

"Program ini terutama ditujukan bagi yang sudah bekerja, namun masih ingin meningkatkan keahlian dan jenjang pendidikan. Tak seperti pada Program Reguler, untuk mendaftar sebagai mahasiswa Program Paralel tak ada batasan usia maupun batasan tahun kelulusan SMA," kata Emil. "Jangka panjang, program ini diarahkan untuk melayani kebutuhan masyarakat akan life long education," tutur Emil.

Berbeda dengan Program Pendidikan Ekstensi yang diperuntukkan bagi mahasiswa yang ingin melanjutkan kuliah setelah bekerja, Program Paralel lebih ditujukan bagi mereka yang langsung bekerja selulus SMA dan ingin meraih gelar S-1.

Program D-3 masih ada

Wakil Rektor UI Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan Dr Muhammad Anis menjelaskan, UI juga masih memiliki Program Pendidikan D-3 dan masih menerima pendaftaran mahasiswa baru. Penjelasan itu disampaikan untuk menjernihkan kabar bahwa UI akan menutup semua Program Pendidikan D-3-nya.

Menurut Anis, yang kini disebut Program Pendidikan Vokasi sebenarnya sama dengan Program D-3. "Istilah ini dipakai agar sesuai dengan Undang-Undang Pendidikan. Program Pendidikan Vokasi sebenarnya mencakup Program Pendidikan D-1, D-2, D-3, dan D-4," ujarnya.

Tahun ini, UI tetap menerima pendaftaran mahasiswa baru Progam D-3 atau Program Vokasi untuk berbagai bidang ilmu. Di rumpun ilmu pengetahuan alam ada Program Studi Fisioterapi dan Okupasi Terapi, sedangkan di rumpun ilmu sosial ada Program Studi Perumahsakitan, Akuntansi Keuangan, Manajemen Irformasi dan Dokumen, Administrasi Perpajakan, Hubungan Masyarakat, dan Pariwisata.

Kesimpangsiuran informasi soal Program D-3 UI terjadi setelah Rektor Prof Dr Gumilar Rusliwa Somantri pada April lalu menyatakan akan menghapus program pendidikan diploma di berbagai fakultas.

Rektor mengatakan, semua pendidikan program diploma akan dialihkan dan dipusatkan di Politeknik UI atau UI College, lembaga pendidikan tingkat D-3 —kini disebut Politeknik Jakarta. "Apa yang dikatakan Pak Rektor benar. Namun, hal itu masih dalam taraf rencana. Mungkin baru akan sepenuhnya terealisasi tahun 2010," ujarnya. (muk)

http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/07/05/00430128/ui.perpanjang.masa.pendaftaran.mahasiswa.baru

02 Juli 2008

Jaring Siswa Miskin Beprestasi Sejak Awal

Rabu, 2 Juli 2008 | 20:51 WIB

JAKARTA, RABU- Dalam pelaksanaan seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri atau SNMPTN yang dilaksanakan pada Rabu (2/7) hingga Kamis besok, pemerintah menyediakan bantuan pembelian formulir pendaftaran dan biaya mengikuti SNMPTN bagi 16.000 lulusan SMA sederajat yang berasal dari keluarga tidak mampu. Namun, peluang ini hanya dimanfaatkan 5.000 lulusan.

Padahal, dari sebanyak 2.000 peserta yang lulus SNMPTN akan diberi beasiswa masuk PTN senilai Rp 5 juta untuk tahun pertama kuliah di PTN pilihan mereka. Selanjutnya, mereka bisa mendapatkan beasiswa yang dialokasikan pemerintah untuk mahasiswa miskin.

"Untuk tahun depan, seleksi siswa tidak mampu yang berprestasi itu akan diusahakan dimulai dari kelas 1 atau 2. Ini supaya memacu semangat siswa miskin itu untuk tetap berprestasi dan memberi kepastian ada peluaang kuliah di PTN pilihan mereka dengan beasiswa dari pemerintah," kata Fasli.Jalal, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Depdiknas.

Pelaksanaan SNMPTN pertama ini diikuti sekitar 390.000 pesertayang bersaing memperebutkan sekitar 82.000 kursi yang dialokasikan 57 perguruan tinggi negeri yang dibagi dalam tiga wilayah. Wilayah Tengah meliputi Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Barat; Wilayah Timur meliputi Nusa Tenggara Timur, Sulawesi, Maluku, dan Papua, serta Wilayah Barat meliputi Sumatera dan Kalimantan.

Pengumuman hasil SNMPTN dilaksankan pada 1 Agustus melalui media massa dan website www.snmptn.ac.id. ELN

http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/07/02/2051496/jaring.siswa.miskin.beprestasi.sejak.awal

18 Juni 2008

Penerimaan Mahasiswa - Pangkas Jalur Khusus PTN

[JAKARTA] Pemerintah diimbau memangkas jalur khusus penerimaan mahasiswa baru perguruan tinggi negeri (PTN) agar kursi bagi mahasiswa miskin ditingkatkan dari 20 persen menjadi 80 persen. Guna mewujudkan amanat konstitusi, pemerintah harus melakukan intervensi struktural agar rakyat miskin mendapat akses pendidikan tinggi.

Akses bagi rakyat miskin untuk meraih pendidikan tinggi, kini tertutup oleh mahalnya biaya pendidikan, terutama pendidikan di perguruan tinggi. Rakyat miskin yang jumlahnya 80 persen hanya dijatah 20 persen kursi PTN. Sedangkan mahasiswa kaya yang hanya 20 persen mendapat peluang meraih 80 persen kursi PTN. Pemerintah bisa membalikkan keadaan ini jika ada kemauan untuk menjalankan amanat konstitusi.

Terkait hal itu, kecenderungan PTN ternama mengurangi perekrutan mahasiswa baru lewat Seleksi Nasional Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (SNM-PTN, sebelumnya Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru/SPMB) dan memperbesar porsi penerimaan lewat jalur mandiri dan berbagai jalur khusus, menuai kritik.

Perekrutan lewat jalur khusus dengan membayar uang masuk puluhan juta hingga ratusan juta rupiah memperkecil peluang calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu untuk kuliah di PTN. Untuk itu, PTN didesak memberikan porsi yang lebih besar untuk merekrut mahasiswa lewat jalur SNM-PTN, sekaligus mengurangi jalur khusus penerimaan mahasiswa baru.

Demikian rangkuman pendapat Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan dan pakar pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Unifah Rosyidi kepada SP, di Jakarta, Selasa (17/6).

Menurut Anies, pendidikan di Indonesia sekarang ini belum bisa dinikmati seluruh rakyat. Biaya pendidikan yang semakin tinggi menimbulkan kesenjangan di masyarakat, yang pada gilirannya akan membuat ketidakstabilan negeri ini.

"Mereka yang punya uang mendapat pendidikan berkualitas. Kelompok ini pada 10 hingga 20 tahun ke depan akan menempati posisi penting atau sebagai golongan menengah ke atas. Sementara kelompok lainnya tak dapat menikmati pendidikan berkualitas. Kelompok ini di masa mendatang akan menjadi kelompok yang terpinggirkan, merasa kalah secara struktural, sehingga berpotensi membuat destabilisasi," katanya di sela-sela diskusi "Kebodohan dan Kemiskinan Masalah Kita Bersama" di kantor SP, Selasa (17/6).

Terkait hal itu, Unifah mendesak pemerintah bersikap tegas terhadap PTN yang terus menciutkan jumlah kursi yang disediakan bagi calon mahasiswa lewat jalur SNM-PTN. Pemerintah harus berani mematok dua pertiga kursi PTN diperebutkan lewat ujian masuk PTN secara nasional. PTN bisa tetap membuka jalur mandiri, sepanjang tidak mengurangi jatah lewat SNM-PTN.

Sumbangan

Dari Makassar dilaporkan, Universitas Hasanuddin (Unhas) menyiapkan 1.229 kursi lewat jalur SNM-PTN, dari total 7.620 kursi yang disediakan. Menurut Dahlan Abubakar, Humas Unhas, biaya yang dikeluarkan mahasiswa lewat jalur SNM-PTN adalah biaya pembelian formulir (Rp 150.000 dan Rp 175.000), sumbangan per semester untuk jurusan eksakta Rp 750.000 dan noneksakta Rp 600.000, serta biaya basis dan kesehatan, Rp 400.000. Sedangkan, biaya bagi mahasiswa non-SNM-PTN berkisar Rp 15 juta hingga Rp 100 juta.

Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Medan, Chairuddin menyatakan pihaknya bisa menampung 6.000 mahasiswa, 3.000 di antaranya lewat jalur SNM-PTN. Pihaknya juga menerima mahasiswa lewat jalur khusus, yakni jalur reguler mandiri dengan biaya Rp 12 juta dan jalur khusus mahasiswa asing Rp 55 juta.

Sedangkan Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Budi Prasetyo menyatakan UGM mewajibkan sumbangan peningkatan mutu akademik (SPMA) minimal Rp 5 juta dan kelipatannya, dan khusus Fakultas Kedokteran minimal Rp 10 juta.

Hal senada disampaikan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Institut Teknologi Bandung (ITB) Adang Surahman. Pihaknya tidak pernah meminta dana lebih dari Rp 60 juta kepada calon mahasiswa. [WWH/A-16/148/151/152/153]
http://www.suarapembaruan.com/News/2008/06/18/index.html

10 Juni 2008

UMB Lima PTN Tak Langgar Aturan

JAKARTA] Ujian Masuk Bersama (UMB) tidak menyalahi aturan. Sebab, perguruan tinggi negeri (PTN) mempunyai tata cara penerimaan mahasiswa baru dengan cara mandiri, berkelompok, atau bekerja sama dengan pihak tertentu.

"UMB yang dilakukan lima PTN itu sah. Mereka tidak melanggar aturan," kata Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional (Dirjen Dikti Depdiknas) Fasli Jalal, kepada SP, di Jakarta, Senin (9/6). Fasli menerangkan, bagi PTN yang sudah berstatus Badan Hukum Milik Negara (BHMN) tidak perlu menyetorkan uang yang diterima saat pendaftaran ujian kepada negara sebagai penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

Sementara, penerimaan dana pendaftaran mahasiswa baru bagi PTN-PTN yang belum berstatus BHMN masuk dalam PNBP dan juga harus masuk ke Kantor Perbendaharaan dan Kas Negara (KPKN). Dia melanjutkan, bagi dana pendaftaran seleksi mahasiswa baru bagi PTN yang sudah berstatus BHMN dan berstatus Badan Layanan Umum (BLU), cukup dilaporkan ke Departemen Keuangan, tanpa masuk KPKN.

Di tempat terpisah, Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Bedjo Sujanto mengatakan, pelaksanaan UMB tidak menyalahi aturan yang ada.

Permendiknas 6/2008 yang membolehkan rektor atau perguruan tinggi melakukan seleksi penerimaan mahasiswa baru secara mandiri. "Lima rektor sepakat menyelenggarakan bersama," katanya.

Pendapat serupa disampaikan Rektor UI Gumilar Rusliwa Somantri. Dia mengatakan, UI menyerahkan pelaksanaan tes kepada Panitia SPMBN, karena telah memiliki perangkat. "Kalau semua kami yang mengurus, pasti akan kewalahan," katanya.

Ketua Panitia SPMBN Asman Budi Santoso mengemukakan, P-SPMBN mendapat kepercayaan dari rektor lima PTN untuk melakukan tes masuk bagi calon mahasiswa Universitas Indonesia (UI), Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah (UIN), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Sumatera Utara (USU), dan Universitas Hasanuddin (Unhas).

Sebelumnya, Ketua Perhimpunan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Nusantara, dari Universitas Indonesia (UI), Asman Boedisantoso mengatakan, pengumuman hasil ujian masuk bersama (UMB) perguruan tinggi negeri (PTN), dijadwalkan pada 21 Juni 2008 melalui media cetak dan elektronik. Pengumuman juga bisa dilihat melalui website www. spmb.or.id atau website PTN masing-masing. [W-12]

http://www.suarapembaruan.com/News/2008/06/10/index.html

07 Juni 2008

Mahalnya Seleksi Masuk PTN

Oleh Darwis SN

Berbagai model penerimaan mahasiswa baru di beberapa perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia, terutama yang sudah berstatus badan hukum milik negara (BHMN), dikeluhkan berbagai kalangan lantaran sudah memberatkan mahasiswa karena biayanya sangat tinggi.

Beragam nama pun muncul, mulai dari jalur umum, jalur khusus, jalur prestasi, jalur alih jenjang, dan sejumlah nama lainnya. Pada jalur umum saja dikabarkan biaya masuk bisa mencapai Rp 100 juta. Jumlah itu belum termasuk biaya operasional pendidikan (BOP) yang bervariasi.

Bahkan tarif yang cukup mahal juga berlaku bagi calon mahasiswa yang menempuh jalur penelusuran minat dan kemampuan (PMDK). Apalagi jalur khusus, yang biasa disebut "jalur tol", mungkin biaya itu bisa lebih mahal lagi.

Mahalnya biaya masuk dan kuliah di PTN dipandang beberapa pengelola perguruan tinggi sebagai upaya "subsidi silang" antara mahasiswa kaya dan miskin.

Salah satu PT BHMN menyebut biaya operasional per tahun sekitar Rp 1 triliun, sedangkan dana dari pemerintah hanya sekitar Rp 300 miliar. Kekurangannya, antara lain, ditutupi dari mahasiswa yang menempuh "jalur khusus" ini.

Tak Berperikemanusiaan

Semakin lama biaya pendidikan di Indonesia makin tak berperikemanusiaan. Biaya kuliah di luar negeri tak jarang bisa lebih murah di- banding PTN dalam negeri. Jadi, jangan salahkan bila anak-anak muda terbaik Indonesia memilih sekolah di luar negeri.

Kuliah di Indonesia betul-betul menyedihkan. Apalagi sekarang, modal pintar pun tak menjamin seseorang bisa kuliah di PTN lantaran biaya yang tak lagi murah. PTN tak jarang memasang tarif lebih mahal ketimbang perguruan tinggi swasta (PTS). Padahal, Indonesia adalah negara yang memiliki lebih dari 220 juta penduduk, namun hanya memiliki tingkat partisipasi pendidikan tinggi sekitar 14 persen dari jumlah penduduk usia 19-24 tahun. Persentase tersebut sangat rendah jika dibandingkan dengan negara tetangga yang dikenal menganggarkan dana pendidikan cukup besar, seperti Malaysia dan Filipina. Di kedua negara ini partisipasi pendidikan tinggi sudah mencapai 38-40 persen.

Pendidikan bermutu memang membutuhkan biaya besar. Selama ini, perguruan tinggi di Indonesia kalah saing dengan yang di luar negeri. Masalah mutu inilah yang menjadi dalih bagi pemerintah Indonesia sebagai legalisasi pembuka keran sektor swasta jasa penyediaan pendidikan dengan melepaskan diri dari urusan pendidikan.

Sama halnya dengan liberalisasi di sektor migas, liberalisasi pendidikan juga mengharuskan pemerintah untuk melepas diri dari tanggung jawab dalam sektor pendidikan. Untuk memuluskan liberalisasi migas, seluruh rakyat Indonesia "menikmati" kenaikan harga BBM dengan legalisasi UU migas. Begitu juga dengan pendidikan, Rancangan Undang-undang Badan Hukum Pendidikan (RUU BHP) begitu kental dengan upaya pelegalan pelepasan diri pemerintah secara total.

Dengan lepas tangan pemerintah dalam penyedian sektor publik diharapkan mekanisme pasar akan menggantikan penyediaannya. Hal tersebut sesuai dengan "dogma" ilmu ekonomi kapitalis yang sangat mengagungkan pasar bebas. Jika pemerintah tetap ikut campur terhadap penyediaan sektor publik, maka pemerintah dianggap sebagai pengacau yang akan mengakibatkan ketidakefesienan dan keefektifan pasar. Ketidakefisienan dan ketidakefektifan inilah yang dianggap biang masalah rendahnya mutu perguruan tinggi di Indonesia.

Empat Universitas

Peraturan Pemerintha (PP) No 60 Tahun 1999 tentang perubahan administrasi institusi perguruan tinggi dan PP No. 61 Tahun 1999 tentang penetapan perguruan tinggi sebagai entitas legal, atau dengan kata lain kunci kebijakan untuk menjadikan status PT BHMN merupakan tindak lanjut pertemuan UNESCO di Paris.

Sejak 1980-an, negara-negara maju mendapatkan income besar dari sektor jasa. Tiga negara yang paling mendapatkan keuntungan besar dari liberalisasi jasa pendidikan adalah Amerika Serikat, Inggris dan Australia (Ender dan Fulton, Eds, 2002, hlm 104-105).

Pada 2000, ekspor jasa pendidikan Amerika mencapai USD 14 miliar atau 126 triliun. Di Inggris, sumbangan pendapatan dari ekspor jasa pendidikan mencapai 4 persen dari penerimaan sektor jasa negara tersebut.

Menurut Millea (1998), sebuah publikasi rahasia berjudul Intelligent Export mengungkapkan bahwa pada 1993 sektor jasa telah menyumbangkan 20 persen pada PDB Australia, menyerap 80 persen tenaga kerja dan merupakan 20 persen dari ekspor total Negeri Kanguru tersebut.

Sebuah survei pada 1993 menunjukkan, industri jasa yang paling menonjol orientasi ekspornya adalah jasa komputasi, pendidikan, dan pelatihan. Ekspor jasa pendidikan dan pelatihan tersebut telah menghasilkan 1,2 miliar dolar Australia pada 1993. Fakta tersebut dapat menjelaskan mengapa ketiga negara maju tersebut amat getol menuntut liberalisasi sektor jasa pendidikan melalui WTO.

Liberalisasi dan kapitalisasi yang merupakan pesanan para kapitalis tidak hanya menimpa dunia pendidikan. Patut disadari bahwa kebijakan global ini juga menimpa sektor ekonomi, politik, sosial, dan sektor lainnya yang akan mengebiri peran dan fungsi negara sebatas pelegalisasian kebijakan. Padahal, fungsi negara adalah mengurusi urusan rakyat, yaitu terpenuhinya segala kebutuhan rakyat.

Kebijakan liberalisasi ini merupakan bentuk penjajahan baru yang canggih, yang sebenarnya telah dimulai sejak berakhirnya penjajahan dalam bentuk fisik. Dahulu, para imprealis dengan modalnya menjajah langsung, sehingga bisa dideteksi dengan mudah oleh suatu daerah karena nyata-nyata penjajah tersebut ada di hadapan. Namun, sekarang ini, pola penjajahan tidak kasat mata, yang mana kita dapat merasakan, tetapi untuk mendeteksi musuh sebenarnya perlu analisis global terhadap suatu kebijakan.

Kita dapat melihat bahwa sebuah sistem tidak dapat berdiri sendiri. Masalah pendidikan tidak hanya masalah pada sistem pendidikan semata. Namun, permasalahan ini juga terkait dengan ekonomi, hukum, dan lainnya yang menyangkut sistem pemerintahan sekarang ini yang cenderung kapitalistik. Dengan paradigma sistem kapitalistik maka masuk akal jika segala sesuatu dinilai dari materi. Jadi, kalau mau pendidikan bagus otomatis harus dengan biaya tinggi.

Dengan paradigma sekarang, pemerintahan hanya berharap pemasukan untuk kas negara dari sektor pajak. Oleh sebab itu, pemerintah rajin untuk memprivatisasi segala sesuatu, termasuk pendidikan. -- Penulis adalah pemerhati kebijakan publik, alumnus University of Adelaide Australia

http://www.suarapembaruan.com/News/2008/06/07/index.html

Peserta UMB Mencapai 98.686 Pendaftar

Felix Azis (tengah), penyandang tuna netra, mengikuti Ujian Masuk Bersama (UMB) dengan bantuan pengawas khusus yang bertugas membacakan soal dan mengisikan jawaban di lembar jawaban, Ruang Ujian UMB untuk peserta tunanetra, di Salemba, Jakarta, Sabtu (7/6/2008).

Ujian Masuk Bersama atau UMB yang digelar bersama oleh Universitas Indonesia, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Islam Syarif Hidayatullah, Universitas Sumatra Utara, dan Universitas Hasanuddin, mulai Sabtu (7/6) hingga Minggu (8/6) besok diikuti 98.686 peserta.

Rasio persaingan peserta dengan daya tampung adalah 1 : 9 atau lebih tinggi dari seleksi penerimaan mahasiswa baru atau SPMB tahun lalu.

Ketua SPMB Nusantara, A Boedisantoso R, mengatakan daya tampung UMB 2008 mencapai 10.672 kursi di 259 program studi. Pengumuman hasil UMB dilaksanakan pada 21 Juni di media cetak dan elektronik pukul 23.00 dan di website perguruan tinggi negeri masing-masing serta www.spmb.or.id. ELN

http://www.kompas.com/read/xml/2008/06/07/13250884/peserta.umb.mencapai.98.686.pendaftar

UMB 2008, Masih Ada Peserta yang Tidak Terdaftar

Pengawas pelaksanaan Ujian Masuk Bersama (UMB) 2008 di lokasi Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) Depok mengeluhkan masih didapati seorang anak yang tidak terdaftar dalam album peserta, padahal anak tersebut memiliki kartu peserta yang menunjukkan FH UI sebagai lokasi ujiannya.

Meski hanya satu orang di FH UI, hal ini masih menunjukkan ketidakcermatan panitia yang jika tidak ditindaklanjuti dengan sigap, bisa saja berdampak pada masa depan si anak. "Kita harus terima dulu, masa dia nggak ujian gara-gara itu. Tapi nanti kita akan lapor ke bagian material. Dulu sih biasa, paling itu karena keselip di album peserta di lokasi lain," ujar Penanggung Jawab Lokasi (PJL) UMB 2008, Purnawidhi W.P di Depok, Sabtu (7/6).

Selain tidak terdaftar di album peserta, pengawas juga masih mendapati dua peserta yang salah lokasi dan satu peserta yang melaporkan bahwa kartunya hilang.

Menurut Purnawidhi, untuk mereka yang salah lokasi, mereka sudah diberitahu untuk ke lokasi seharusnya besok (Minggu, 8/6). Peserta yang kehilangan kartu juga diizinkan untuk ujian namun setelah ujian mereka diwajibkan melapor ke panitia pusat di Salemba UI agar diizinkan untuk mengikuti ujian besok.

"Salah satunya ada yang jurusan IPA, harusnya dia di SMUN Cijantung, tapi malah ke sini. Di sini kan nggak ada soal IPA, lha akhirnya kami kirim ke Poltek (Politeknik Negeri Jakarta)," ujar Purnawidhi.

Total peserta yang terdaftar untuk mengikuti UMB 2008 di FH UI berjumlah 800 orang dengan 78 orang pengawas. Di ruangan auditorium Djokosoetono FH UI yang harusnya terdiri dari 160 peserta, menurut salah satu pengawas Budi Prayitno, ada sekitar 15 orang yang tidak hadir. LIN

04 Juni 2008

Mahasiswa Baru - UI Menyediakan Kursi untuk Juara Olimpiade

Kompas - Universitas Indonesia menyediakan kursi tanpa tes bagi calon mahasiswa baru yang berprestasi, seperti atlet dan juara olimpiade nasional maupun internasional. Lembaga itu juga mengincar orang-orang pintar Indonesia yang berada di luar negeri untuk bisa menjadi dosen di perguruan tinggi ini dengan gaji sekitar Rp 15 juta per bulan.

Rektor Universitas Indonesia (UI) Gumilar Rusliwa Somantri mengatakan hal itu di Jakarta, Selasa (3/6). UI menjadi perguruan tinggi pertama yang mengikat kerja sama secara formal dengan Depdiknas untuk menyediakan jalur khusus ini.

"Universitas Indonesia terbuka untuk pelajar Indonesia yang berprestasi di bidang olimpiade sains, seni, dan olahraga. Mereka sudah memberikan yang terbaik untuk negara, jadi perlu dihargai," kata Gumilar.

Adanya kepastian ini, lanjut Gumilar, bisa membuat mereka tidak ragu untuk kuliah di tempat terbaik di dalam negeri. Selain itu, UI juga akan membuat nota kesepahaman dengan Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI) atau Menteri Negara Pemuda dan Olahraga untuk membuka kesempatan yang sama bagi para atlet nasional yang berprestasi di tingkat nasional atau internasional.

"Kami tidak memberikan batasan tempat. Berapa pun yang mendaftar langsung diterima," kata Gumilar.

Adapun uang kuliah sama besarnya dengan mahasiswa baru yang masuk melalui jalur seleksi nasional mahasiswa perguruan tinggi negeri. Namun, mereka yang berprestasi ini akan diusahakan untuk mendapatkan beasiswa dari pemerintah atau lembaga lain.

Suyanto, Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Depdiknas, mengatakan, kerja sama serupa diharapkan bisa berkembang di perguruan tinggi lainnya.

Jaring orang pintar

Menurut Gumilar, UI juga akan merekrut dosen yang dijaring dari orang-orang pintar Indonesia yang saat ini berada di luar negeri. UI sebagai badan hukum milik negara boleh memiliki dosen sendiri. Untuk tahun depan, kebutuhannya berkisar 50-100 orang.

"Ini sebagai salah satu upaya untuk memfasilitasi orang-orang pintar kita yang berada di luar negeri. UI akan memberikan jaminan kesejahteraan, seperti gaji sekitar Rp 15 juta per bulan, laboratorium penelitian, serta difasilitasi untuk ikut dalam kegiatan internasional," ujarnya.

Menurut Gumilar, dengan memberikan penghargaan kepada warga negara Indonesia yang berpotensi ini, diharapkan mereka bisa mengabdikan diri untuk masyarakat dan bangsa. "Jika tawaran dan penghargaan di dalam negeri cukup baik, rasanya berkarya di negara sendiri akan menjadi pilihan orang-orang pintar ini," ujar Gumilar. (ELN)

http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/06/04/02001292/ui.menyediakan.kursi.untuk.juara.olimpiade

02 Juni 2008

Mahasiswa Baru Bisa Masuk UI Lewat Tiga Jalur

DEPOK--MI: Para lulusan SMA yang ingin melanjutkan pendidikan ke Universitas Indonesia (UI) melalui Program Sarjana Reguler bisa dilakukan dengan tiga jalur yang telah ditetapkan oleh pihak UI.

Kepala Kantor Humas dan Protokol UI, Henny S Widyaningsih M.Si, di Depok, Minggu (1/6)), mengatakan pada tahun ini UI membuka tiga jalur penerimaan mahasiswa baru yaitu melalui Program Prestasi Dan Pemeratan Kesempatan Belajar (PPKB) melalui siswa berprestasi, Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNM-PTN ), dan Ujian Masuk Bersama (UMB).

Pada tahun sebelumnya UI hanya menyediakan melalui dua jalur yakni, PPKB (Program Prestasi Dan Pemeratan Kesempatan Belajar) atau dahulu bernama PMDK (Penelusuran Minat dan Kemampuan) dari siswa berprestasi dan SPMB (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru), tahun ini berubah menjadi SNM-PTN.

Ia mengatakan, jalur UMB hanya diikuti lima PTN seperti UI, Universitas Hasanudin (Unhas) Makassar, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Sumatera Utara (USU), dan Universitas Islam Negeri (UIN) Sahid Jakarta.

Dengan jalur UMB dan SNM-PTN, kata dia, para peserta memiliki peluang yang sangat luas masuk ke UI, karena peserta bisa mengikuti dua seleksi, yaitu melalui UMB yang digelar pada 7-8 Juni 2008 di Medan, Padang, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Makasar dan tempat lainnya, dan diumumkan pada 21 Juni 2008. Sedangkan SNM-PTN akan digelar pada 2-3 Juli 2008.

Ia menjelaskan, untuk PPKB disediakan sekitar 950 kursi, sedangkan UMB lebih besar sekitar 80 persen atau 3.318 kursi. Sementara SNM-PTN hanya sekitar 20 persen kursi. Menurut dia, UMB bukan jalur mandiri, karena UI tidak membuka jalur mandiri yang dikelola perguruan tinggi sendiri.

Mengenai biaya kuliah, ia menjelaskan biaya pendidikan dari seleksi PPKB, SNM-PTN, dan UMB sama dan ditetapkan dengan memperhatikan kemampuan mahasiswa. Misalnya untuk Biaya Operasional Pendidikan (BOP) per semester berkisar antara Rp100 ribu sampai Rp5 juta (Ilmu Sosial dan Humaniora) dan antara Rp100 ribu sampai Rp7,5 juta (untuk kesehatan dan rumpun sains teknologi), demikian Henny S Widyaningsih. (Ant/OL-2)
http://www.mediaindonesia.com/

30 Mei 2008

Peringkat PTN

Banyak yang bertanya ke MuDA, perguruan tinggi mana yang favorit untuk dipilih? Sulit untuk menjawab pertanyaan ini karena tiap PTN/PTS punya modal dasar dan daya tarik yang berbeda-beda.

Namun, setidaknya kalian bisa mencari referensi PTN/PTS tersebut dari berbagai penelitian dan survei yang dilakukan berbagai lembaga untuk memeringkatkan PTN/PTS.

Times Higher Education Supplement, misalnya, membuat peringkat 400 universitas terbaik dunia tahun 2007 lalu. Hanya tiga universitas di Indonesia yang bisa tembus urutan tersebut, yaitu Universitas Gadjah Mada (360), Institut Teknologi Bandung (369), dan Universitas Indonesia (395).

Sistem pemeringkat lain juga dilakukan majalah "Globe Asia" edisi Februari 2008. Menurut majalah ini, urutan 10 besar PTN adalah UI Jakarta, UGM Yogyakarta, ITB Bandung, IPB Bogor, Unair Surabaya, Unpad Bandung, Unhas Makassar, ITS Surabaya, Undip Semarang, dan USU Medan.

Untuk PTS, masih menurut "Globe Asia", urutan 10 besarnya adalah Univ Pelita Harapan Jakarta, Univ Trisakti Jakarta, Univ Tarumanegara Jakarta, Univ Atmajaya Jakarta, Univ Parahyangan Bandung, Univ Bina Nusantara Jakarta, Univ Muhammadiyah Malang, Univ Maranatha Bandung, Univ Satya Wacana Salatiga, Univ Petra Surabaya.

Pemeringkatan ini memicu berbagai kritik, biasa kan ada yang tidak terima. Kalian bisa baca berbagai kritiknya di berbagai forum diskusi di internet. Tapi, setidaknya bisa menambah referensi kalian soal PTN dan PTS.

Tahun 2007 Pusat Data dan Analisa Tempo pernah menyelenggarakan survei tentang persepsi masyarakat terhadap perguruan tinggi di Indonesia. Hasilnya, "top of mind" PTN adalah Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Hasanudin, Institut Teknologi Bandung, Universitas Airlangga, Universitas Sumatera Utara, Universitas Diponegoro, Universitas Padjajaran, Institut Teknologi 10 Nopember, dan Universitas Pendidikan Indonesia.

Untuk "top of mind" PTS adalah Universitas Trisakti, Universitas Bina Nusantara, Universitas Atma Jaya Jakarta, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, STIE Perbanas, Universitas Gunadarma, Universitas Surabaya, Universitas Islam Indonesia, Universitas YAI, dan Universitas Atmajaya Yogyakarta. (AMR)

http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/05/30/05101132/peringkat.ptn

Beberapa situs perguruan tinggi

Airlangga University: www.unair.ac.id

Atma Jaya Catholic University Jakarta: www.atmajaya.ac.id

Bina Nusantara University: www.binus.ac.id

Bogor Agricultural University: www.ipb.ac.id

Diponegoro University: www.undip.ac.id

Gadjah Mada University: www.ugm.ac.id

Indonesian Institute of the Arts, Jogja: www.isi.ac.id

Indonesian Institute of the Arts, Denpasar: www.isi-dps.ac.id
Indonesian Institute of the Arts, Surakarta: www.stsi-ska.ac.id

Institut Teknologi Bandung: www.itb.ac.id

Institute Teknologi Sepuluh November : www.its.ac.id

Jakarta Institute of the Arts, The: www.ikj.ac.id

Jenderal Soedirman University: www.unsoed.ac.id

Maranatha Christian University: www.maranatha.edu

Muhammadiyah University of Malang: www.umm.ac.id

Padjadjaran University: www.unpad.ac.id

Palangkaraya University: www.upr.ac.id

Pancasila University: www.univpancasila.ac.id

Parahyangan Catholic University: www.unpar.ac.id

Pelita Harapan University: www.uph.ac.id

Satya Wacana Christian University: www.uksw.edu

Sebelas Maret University: www.uns.ac.id

Udayana University : www.unud.ac.id

University of Indonesia : www.ui.ac.id

http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/05/30/05095229/beberapa.situs.perguruan.tinggi

UMB, SNMPTN, dan Jalan Lain Masuk PTN

Siapkan diri kamu, kurangi dugem dan hobi ngelayapnya. Bulan-bulan ini merupakan masa pertaruhan bagi masa depan kamu. Bisa dikatakan, masa depan kamu ditentukan dari kejelian dan ketekunanmu saat ini.

Ingat! ujian masuk bersama atau UMB pendaftarannya sampai 4 Juni 2008 dan ujian tanggal 7-8 Juni. Untuk seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN), pendaftarannya 16-28 Juni dan ujiannya 2-3 Juli 2008.

Setidaknya dua informasi itu wajib kalian kantongi. Informasi menjadi salah satu kunci kesuksesan masuk perguruan tinggi negeri (PTN).

Informasi masuk PTN kini memang terasa simpang siur karena sistem rekrutmen mahasiswa sekarang makin beragam, tak cuma satu-dua jalur. Sayangnya, beragamnya jalur itu hingga kini tak membuat adanya satu institusi yang menjadi semacam clearing house atau pusat informasi.

Arif dari SMAN 65 Jakarta mengatakan, informasi yang ia peroleh mengandalkan guru Bimbingan Karier (BK) yang proaktif mencari tahu. "Pertama kali dengar cara masuk PTN itu agak bingung, tapi akhirnya ngerti juga," katanya.

Arif sudah mengikuti ujian mandiri masuk Universitas Gadjah Mada (UGM) dan sedang menunggu UMB. "Saya ambil UI untuk UMB. Kalau enggak lolos baru ikut SNMPTN," katanya.

Kartini Laras M dari SMAN 8 Jakarta selain mendapatkan informasi dari sekolah, juga dari koran. "Saya justru tahu soal UMB dari koran, baru saya tanya ke sekolah," ujarnya.

Persiapan masuk UMB harus digenjot semaksimal mungkin karena peluangnya lebih banyak dibanding SNMPTN. Kuota mahasiswa baru di sini turun.

Informasi yang didapat justru lebih banyak ditulis para blogger daripada informasi resmi dari penyelenggara. Sistem seleksi UMB dan SNMPTN hanya menjadi keping-keping berita. Jika searching di mesin pencari seperti Google, sulit mendapatkan situs resminya.

Website milik PTN bersangkutan juga tak semuanya menyajikan informasi seleksi penerimaan mahasiswa secara enak dan mudah dimengerti. Padahal, website merupakan "jendela" untuk menengok halaman kampus.

Tapi, syukurlah, situs SNMPTN sudah dibuat dengan alamat www.snmptn.ac.id. Cukup lengkap karena sudah memuat berbagai informasi PTN yang tergabung, termasuk jurusan yang disediakan dan daya tampung masing-masing jurusan.

Pola baru

SNMPTN lahir dari kritik sejumlah PTN soal pengelolaan keuangan dalam proses seleksi penerimaan mahasiswa baru (SPMB) dalam dua tahun terakhir. Setelah melalui diskusi panjang, 57 PTN sepakat menggelar SNMPTN dengan sistem pengelolaan keuangan yang transparan.

UMB merupakan ujian tulis masuk bersama untuk lima PTN, yaitu UI, UNJ, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, USU Medan, dan Unhas Makassar.

Hari-hari ini akan menjadi saat menyesakkan bagi kalian yang mau mencari perguruan tinggi.

"Sekarang makin banyak cara mendaftarkan diri ke PTN, tapi ya harus cari sendiri informasinya atau tanya ke sekolah. Tapi, yang membuat kita pusing, PTN sekarang sudah mulai komersial," kata Arif.

"Saya cuma menggantungkan hasil dari UMB dan SNMPTN ini, mudah-mudahan saya enggak usah ikut SNMPTN," tutur Kartini Laras.

Tiap sistem rekrutmen punya daya tampung yang berbeda-beda. UGM, misalnya, menerima 30 persen mahasiswa baru dari jalur penelusuran bibit unggul, 65 persen melalui jalur ujian tulis, dan 5 persen sisanya melalui jalur SNMPTN.

UNJ membuka jalur penerimaan penelusuran minat dan kemampuan (PMDK) dengan kuota 10 persen, UMB 30-35 persen, dan sisanya SNMPTN.

Sebenarnya jika target pertama kamu masuk PTN karena suatu alasan, misalnya biayanya murah, kalian harus punya strategi. Sebagai contoh, memasang pilihan pertama dengan jurusan bergengsi (passing grade tinggi) dan pilihan kedua untuk jurusan yang kira-kira sepi peminat (passing grade rendah).

Karena itu, tanyakan kepada guru atau pembimbing di bimbingan belajar untuk tahu passing grade tiap program studi. Kenali dulu kapasitasmu, baru menyesuaikan diri dengan passing grade tiap program studi.

Memang banyak cara untuk bisa masuk PTN. Agar kemungkinanmu bisa masuk PTN lebih tinggi, kalian memang harus memegang informasi tata cara masuk PTN, yang punya berbagai jalur cara masuk itu.

Tata cara masuk yang beragam itu juga berlaku pada program diploma. Harap diingat, setiap perguruan tinggi itu pun punya tata cara masuk yang berbeda-beda.

Untuk mendapatkan berbagai informasi tersebut, paling mudah lewat website PTN yang diinginkan.
(AMIR SODIKIN)

http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/05/30/05123134/umb.snmptn.dan.jalan.lain.masuk.ptn

27 Mei 2008

Lima PTN Laksanakan Ujian Masuk Bersama

Jakarta, Kompas 27 Mei 2008- Tahun akademik 2008/2009, Perhimpunan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Nusantara atau P-SPMBN tidak menyelenggarakan tes untuk seleksi mahasiswa baru secara nasional. Namun, P-SPMBN mendapat kepercayaan dari rektor lima perguruan tinggi negeri untuk melakukan tes masuk bagi calon mahasiswa Universitas Indonesia, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Sumatera Utara Medan, dan Universitas Hasanuddin Makassar.

"UMB (ujian masuk bersama) ini pasti banyak peminatnya," kata Ketua P-SPMBN Asman Budi Santoso di Jakarta, Senin (26/5).

P-SPMBN menyelenggarakan tes dan memberi skor, sedangkan rektor akan menyeleksi dan menerima mahasiswa baru. P-SPMBN menyelenggarakan ujian dengan metode predictive yang akan memperkirakan keberhasilan studi calon mahasiswa baru di PTN serta calon mahasiswa pandai dan kurang. Metode unggulan dengan tingkat kepercayaan tinggi ini telah diterima sebagai tes utama dalam penerimaan mahasiswa baru di dunia dan khususnya Amerika Serikat.

Sesuai dengan keinginan PTN untuk mendapatkan siswa terpandai dari seluruh pelosok Tanah Air, telah dibuka akses yang luas. Dengan cara ini P-SPMBN membuka kesempatan yang sama, kompetitif, dan adil bagi semua lulusan SMA.

Harga formulir

Harga formulir pendaftaran untuk kelompok IPA/IPS Rp 175.000 dan IPC Rp 200.000. Peserta dapat melakukan pembayaran mulai 27 Mei-4 Juni 2008 di cabang BNI di seluruh Indonesia serta mengikuti UMB di kota Medan, Padang, Jakarta, Lampung, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar. Bila diperlukan, akan disediakan tempat ujian seperti di Manado, Ambon, dan Jayapura.

Pendaftaran dilakukan di panitia lokal terdekat. Ujian tulis akan berlangsung 7-8 Juni 2008 dan pengumuman melalui media elektronik (website) 21 Juni 2008. Program studi IPA ada 123 dengan daya tampung 5.578 kursi dan IPS terdapat 136 program studi dengan daya tampung 5.094.

"Kami menyerahkan pelaksanaan tes kepada P-SPMB karena mereka telah memiliki perangkat. Kalau semua kami yang mengurus, pasti akan kewalahan," kata Rektor Universitas Indonesia Gumilar R Somantri.

Selain melalui ujian masuk bersama, umumnya perguru- an tinggi negeri tersebut juga menggelar ujian masuk mela- lui beberapa jalur untuk menjaring calon mahasiswa baru. (LOK)

Banyak Jalur Masuk PTN Eks IKIP * Biaya Relatif Lebih Murah

Jakarta, kompas 24 Mei 2008 - Sejumlah perguruan tinggi negeri eks IKIP menyediakan berbagai jalur penerimaan mahasiswa baru. Selain jalurnya beragam, biaya yang dikenakan kepada calon mahasiswa baru relatif lebih murah dibandingkan dengan perguruan tinggi negeri lainnya.

Universitas Negeri Jakarta (UNJ), misalnya, membuka jalur penerimaan mahasiswa baru lewat penelusuran minat dan kemampuan (PMDK), ujian masuk bersama (UMB), dan seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN).

Jalur PMDK diberikan kepada siswa dari SMA yang diundang UNJ dengan kuota 10 persen dari kapasitas kursi. Adapun UMB mendapat kuota 30-35 persen dari kapasitas kursi dan lainnya melalui SNMPTN serta penerimaan mahasiswa baru (Permaba).

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung menyediakan jalur PMDK, ujian masuk (UM) UPI, dan SNMPTN. Menurut Kepala Humas UPI Dutha Andika di Bandung, Jumat (23/5), perbedaan biaya masuk calon mahasiswa baru melalui ketiga jalur tersebut hanya pada dana pengembangan lembaga (DPL).

Jika masuk lewat jalur UM UPI, biaya DPL dikenakan Rp 3 juta-Rp 15 juta sekali bayar, tergantung jurusannya. Adapun pada PMDK dan SNMPTN, DPL tidak ditentukan besarnya, sesuai kesukarelaan, minimal Rp 1 juta.

Di luar biaya ini, mahasiswa baru dikenakan biaya peningkatan mutu akademik (BPMA) sebesar Rp 2,5 juta sekali bayar dan sumbangan penyelenggaraan pendidikan Rp 900.000 per semester, sama untuk semua jurusan.

Tahun 2008 ini UPI menyediakan kuota 2.415 kursi untuk SNMPTN, 1.065 untuk PMDK, dan 1.500 kursi untuk UM-UPI.

Permaba lebih mahal

Pembantu Rektor I UNJ, Zainal Rafli, mengatakan, mahasiswa yang masuk melalui jalur SNMPTN, UMB, dan PMDK pada semester pertama membayar Rp 2,5 juta-Rp 4,6 juta, sedangkan untuk selanjutnya per semester membayar Rp 500.000-Rp 2,6 juta.

"UNJ tidak menerapkan pembayaran biaya kuliah berdasarkan penghasilan orangtua," kata Zainal Rafli.

Setiap semester mahasiswa membayar SPP yang dipatok Rp 400.000 dan dana pengembangan program studi yang besarnya berbeda setiap fakultas, dengan kisaran Rp 100.000-Rp 1,5 juta.

Adapun mahasiswa yang masuk melalui jalur Permaba UNJ, mahasiswa menanggung biaya kuliah yang lebih mahal, hampir dua kali lipat dari biaya masuk lewat jalur SMPTN.

Secara terpisah, Pembantu Rektor I Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Rochmat Wahab, mengatakan, untuk menjaring calon mahasiswa yang lebih berkualitas, UNY mulai tahun 2008 juga membuka jalur seleksi mandiri dalam penerimaan mahasiswa baru.

Tahun ini UNY menerima 40 persen mahasiswa baru dari jalur SNMPTN, 35 persen dari jalur seleksi mandiri, dan 25 persen dari jalur Penelusuran Bibit Unggul (PBU).

Seleksi mandiri ini bertujuan memberi kesempatan bagi mereka yang ingin masuk UNY sebagai universitas pilihan pertama. Selain materi akademik, pada Seleksi Mandiri juga diberikan tambahan materi tes sesuai program studi masing-masing.

Sebagai universitas eks IKIP, menurut Wahab, UNY menjunjung tinggi komitmen terhadap moralitas, yang ditumbuhkan menjadi kekuatan universitas. "Nilai-nilai keteladanan, sopan santun, etika, dan perilaku terpuji yang ditanamkan pada calon-calon guru selama belajar di IKIP tetap kami terapkan," ujarnya. (ELN/JON/ DYA)

21 Mei 2008

PTN Jangan Diskriminasi Kaum Papa

SP/Alex SubanDarmaningtyas

Eko (19), calon peserta Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) asal Kota Bekasi, mengisi formulir pendaftaran di pelataran kampus Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Rabu (28/6/07). Kini nama SPMB diubah menjadi Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (Senam PTN atau SNMPTN). SP/Ruht Semiono

Pengantar

Penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri (PTN) terus berganti nama dan terakhir bernama seleksi nasional masuk (Senam), itu pun ada yang menyebutnya SNM. Tetapi soal nama, bukanlah masalah prinsip. Persoalannya adalah bagaimana PTN membuka akses bagi calon mahasiswa dari semua lapisan masyarakat, termasuk dari keluarga miskin. Kecenderungannya, pendidikan makin dikomersialkan, sehingga rakyat miskin makin tidak punya kesempatan mengeyam pendidikan tinggi. Wartawan SP, Willy Masaharu, Marselius Rombe Baan, dan Eko B Harsono mengupas masalah penerimaan mahasiswa baru di PTN itu berikut ini.

Di tengah skenario pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak, masyarakat pun kembali dibuat pusing. Bagaimana tidak, orangtua yang anak-anaknya telah mengikuti ujian nasional (UN) sekolah menengah atas (SMA) dan sederajatnya beberapa waktu lalu kini sudah harus puyeng lagi.

Setelah anaknya menamatkan pendidikan menengahnya, tentu mereka juga berharap bisa menyekolah anaknya ke jenjang yang lebih tinggi ke universitas/institut. Lepas dari masalah UN, kini mereka dihadapkan pada persoalan baru, yakni menyiapkan dana yang bisa sampai ratusan juta rupiah agar anaknya masuk ke perguruan tinggi negeri (PTN).

Persoalan mahalnya biaya kuliah di PTN, sebenarnya masalah klasik yang selalu hadir dari tahun ke tahun saat tahun baru ajaran akan dimulai. Tapi, belakangan persoalan besarnya biaya pendidikan, makin merisaukan banyak kalangan terutama dari kalangan menengah ke bawah, sehingga tidak bisa dianggap remeh.

Ini persoalan bangsa yang serius, karena hal ini menyangkut hak dan keadilan bagi seluruh anggota masyarakat untuk bersama-sama mendapat pendidikan yang bermutu dan berkualitas. Bagaimanapun, persoalan tersebut, tidak dibiarkan terus, sebab Pasal 31 UUD 1945 menjamin hak setiap warga negara mendapatkan pendidikan.

Sejak tahun 2000 pemerintah memberikan status Badan Hukum Milik Negara (BHMN), kepada sejumlah PTN, di antaranya adalah Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Indonesia (UI), dan Universitas Gadjah Mada (UGM). PTN ini termasuk PT yang paling diminati oleh calon mahasiswa. Maka tidak heran, jika kemudian PTN ini selalu menjadi incaran bagi calon mahasiswa baru.

PT yang berstatus BHMN dan menjadi cikal bakal menuju badan hukum pendidikan (BHP), tampaknya kini menjadi suatu hal yang bergengsi dan membanggakan dalam dunia PT. Tetapi, bagaimana dengan nasib mahasiswanya?

Awal Petaka

Sejak berstatus BHMN keempat PTN ini makin mandiri saja mencari dana. Sebab pemberian status BHMN itu juga berarti tidak mendapat subsidi lagi dari pemerintah. Dengan kata lain, PTN yang bersangkutan memiliki kebebasan sendiri untuk mencari dana operasional pendidikannya masing-masing.

Bagi pihak PTN yang berstatus BHMN tentu saja hal ini menguntungkan dengan alasan bahwa untuk menciptakan pendidikan yang bermutu perlu biaya besar dan mahal. Sebaliknya, bagi kalangan bawah, ini merupakan awal petaka.

Seiring dengan pelaksanaan otonomi perguruan tinggi, sejumlah PTN membuka berbagai jalur penerimaan mahasiswa baru. Selain melalui Senam PTN, banyak pula jalur khusus, termasuk untuk yang berprestasi dalam bidang seni.

Rektor Universitas Indonesia (UI) Gumilar Rusliwa Somantri, saat berbincang dengan SP, seusai acara peresmian Mochtar Riady Institute for Nanotechnology, di Tangerang, Banten, Selasa (13/5), mengatakan, UI tidak akan mengurangi kursi dalam sistem penerimaan mahasiswa baru. Sebab, sistem ini dinilai sangat efektif dan efisien dalam sistem penerimaan calon mahasiswa.

"UI tidak pernah mengurangi jatah kursi bagi mahasiswa reguler. Kami masih 100 persen mengandalkan sistem yang memungkinkan calon mahasiswa dari berbagai lapisan masyarakat bisa masuk PTN," katanya.

Gumilar menerangkan, kursi bagi calon mahasiswa baru yang disiapkan UI sebanyak 4.500 kursi. "Kursi sebanyak itu murni untuk menampung calon mahasiswa reguler jenjang strata 1 dari hasil tes Senam PTN. Jadi, UI tidak pernah mengurangi jatah kursi di SNMPTN," katanya.

Mengenai kursi yang disediakan UI di luar Senam PTN, dia menerangkan, ada sekitar 3.500 kursi yang tersedia bagi program nonreguler. Misalnya, program diploma dan jalur ekstensi. "Jalur ekstensi ini tentunya program pascasarjana dan bukan reguler. Jadi, total kursi yang disediakan sekitar 8.000 kursi," ucapnya.

Tentang masalah jika ada mahasiswa berprestasi, namun berasal dari kalangan tidak mampu, dia menegaskan, tidak pernah ada mahasiswa pintar dan berprestasi namun miskin tidak bisa kuliah di UI.

"Mereka justru harus terus kuliah. Tidak benar itu bahwa UI tidak menerima mereka. Justru kami menampungnya. Dan kuota 20 persen kursi tersedia bagi mereka yang lulus Senam PTN nanti. Belum lagi, di luar, UI juga aktif mencari siswa-siswa berprestasi, khususnya dalam bidang seni," katanya.

Jumlah mereka yang diterima di luar sistem baku, katanya, memang tidak signifikan. Misalnya, siswa-siswa yang juara 1 olimpiade tentunya langsung masuk UI tanpa tes.

Tidak Mahal

Disinggung mahalnya uang kuliah, dia membantah. Dia juga membantah anggapan, jika mahasiswa dari jalur khusus diterima, karena sanggup membayar berlipat ganda dari mahasiwa jalur Senam PTN.

Penerimaan mahasiswa UI lewat jalur kerja sama daerah dan industri (KSDI) dengan bayaran uang pangkal Rp 10 juta - Rp 30 juta, sedangkan untuk Fakultas Kedokteran Rp 400 juta dan Fakultas Kedokteran Gigi Rp 300 juta per mahasiswa, haruslah memenuhi syarat awal dari kelas 1 SMA masuk ranking 1-10 serta lulus seleksi UI.

"UI akan tetap menjadi mozaik Indonesia. Siapa saja, termasuk mereka yang kurang mampu dari seluruh Indonesia, harus bisa kuliah di sini," katanya. Setelah mereka masuk UI, mahasiswa kurang mampu diberikan beasiswa yang didasarkan pada prestasi si mahasiswa tersebut. "Dengan adanya beasiswa, potensi besar mahasiswa daerah yang kurang mampu bisa terus berlanjut," katanya.

Selain itu, lanjutnya, mahasiswa kurang mampu bisa diberikan pinjaman tanpa bunga.

Dia mencontohkan, di Harvard University, Amerika Serikat, mahasiswa kurang mampu diberikan pinjaman sesuai kebutuhan mereka. Tujuan pemberian pinjaman ini tentu saja untuk menjalin hubungan. Ada beberapa skema yang ia paparkan, di antaranya, beasiswa bebas sepenuhnya, bebas sebagian dengan hanya membayar beberapa beban kuliah, bantuan biaya hidup selama kuliah, hingga skema pinjaman lima tahun hampir tanpa bunga. "Tentu prioritas kepada mahasiswa kurang mampu," katanya.

Mengenai sumber pendanaannya, dia menyatakan, untuk beasiswa sepanjang tahun 2006 saja mencapai Rp 25 miliar. Untuk tahun 2007 Rp 850 miliar, dan tahun 2008 mencapai sekitar Rp 1,4 triliun.

Ditambahkan, UI juga akan menggalang sumber dana baru. Salah satunya akan bertumpu pada sumber dari kedermawanan sosial (filantropi).

Selain program S-1 reguler, dia menambahkan, guna mencapai mutu yang lebih baik, maka UI membuka kelas internasional untuk Fakultas Kedokteran, Teknik, Ekonomi, Psikologi, dan Ilmu Komputer. "Biaya kuliah per semester tiga kali lipat program S-1 reguler," katanya.

Sementara itu, Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Herry Suhardiyanto mengemukakan, guna membantu mahasiswa yang kurang mampu untuk tetap terus kuliah, pihaknya telah menerapkan subsidi silang.

Dari total 25.000 mahasiswa di IPB, ada sekitar 18 persen dari jumlah mahasiswa yang orangtuanya berpenghasilan di bawah Rp 1 juta per bulan, sekitar 43 persen berpenghasilan Rp 2 juta-Rp 3 juta per bulan, dan sisanya di atas Rp 3 juta per bulan. Karena itu, katanya, IPB memberi subsidi bagi mahasiswa dari kalangan tidak mampu sebesar Rp 12 juta per orang per tahun.

Penerimaan mahasiswa baru melalui jalur SNMPTN hanya 20 persen atau 748 bangku. Peluang kuliah di kampus ini justru terbuka lebar bagi calon mahasiswa yang berprestasi selama di SMA melalui undangan masuk seleksi IPB yang kapasitasnya 70 persen atau 2.270 bangku.

Dikatakan, IPB masih berpegang pada komitmen untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi calon mahasiswa dari daerah. Untuk membiayai mahasiswa yang kurang mampu, dia menuturkan, IPB melakukan sejumlah terobosan kebijakan.

''Salah satunya dengan menjual monyet jenis makaka. Monyet itu untuk uji coba serum atau untuk pembuatan obat," katanya.

Sementara itu, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dan Institut Teknologi Bandung (ITB) mengurangi penerimaan mahasiswa melalui jalur Senam PTN yang bisa diakses semua lapisan masyarakat. Seperti diberitakan harian ini (SP, 16/5), UGM hanya akan menerima 5 persen mahasiswa dari jalur Senam PTN dari total mahasiswa yang diterima UGM.

Jumlah itu, menurun dibanding 2007 yang porsinya masih mencapai 18 persen. Dan hal yang sama juga dilakukan ITB yang menurut Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemasiswaan, Adang Surahman, PTN ini hanya menerima 1.080 mahasiswa dari jalur Senam PTN dari total 2.615 mahasiswa yang akan diterima ITB. Jumlah mahasiswa yang diterima melalui senam PTN itu menurun, karena tahun 2007 jumlahnya mencapai 1.640 kursi.

Menanggapi hal itu, pengamat pendidikan Darmaningtyas menegaskan, pemerintah harus segera mengambil langkah agar akses pendidikan bagi kalangan miskin tidak tertutup masuk PTN. Dia prihatin dengan langkah sejumlah PTN mengurangi jatah penerimaan mahasiswa lewat jalur reguler yang memungkinkan mahasiswa dari keluarga miskin bisa terjaring.

Anggota Majelis Perguruan Taman Siswa itu menyarankan agar status BHMN sejumlah PTN ditinjau kembali. Demikian pula BHP sebagai kelanjutan dari BHMN dan saat ini baru dibahas DPR dan Pemerintah, dipertimbangkan matang-matang, kalau tidak pendidikan hanya dinikmati kalangan berada.

Pemerintah memang berkewajiban membuat kebijakan yang memihak rakyat. Salah satunya adalah kebijakan kontrol terhadap biaya kuliah agar terjangkau semua lapisan anak bangsa. Jika tidak, mahalnya biaya pendaftaran dan biaya kuliah, dan hal itu membuat diskriminasi terhadap kaum papa untuk memperoleh pendidikan tinggi.


Depdiknas Siapkan Beasiswa

Guna memberikan solusi terhadap melambungnya biaya masuk PTN, pemerintah mengalokasikan dana senilai Rp 10 miliar untuk 2.000 calon mahasiswa yang memiliki potensi akademik bagus, tetapi berasal dari keluarga tidak mampu. Undangan untuk menjaring calon mahasiswa yang berpotensi akademik, tetapi miskin itu disebar ke 3.000 SMA di seluruh Indonesia.

"Setiap calon mahasiswa diberi Rp 5 juta, setidaknya aman untuk biaya kuliah pada tahun pertama. Selanjutnya, mereka bisa mendapat beasiswa saat sudah kuliah yang disediakan pemerintah khusus untuk mahasiswa yang tidak mampu," kata Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional (Dikti Depdiknas) Fasli Jalal, dihubungi, Senin (19/5).

Dia menerangkan, sebanyak 2.000 mahasiswa baru penerima beasiswa PTN itu dijaring dari 16.000 lulusan SMA yang mengikuti SNMPTN. Beasiswa mengikuti ujian SNMPTN yang diberikan untuk calon mahasiswa berpotensi akademik baik tetapi tidak mampu itu, katanya, meliputi pembelian formulir pendaftaran hingga biaya transportasi dan pemondokan selama ujian.

"Mereka ini diusulkan kepala sekolah dengan kriteria berprestasi baik, tetapi terancam tidak bisa melanjutkan kuliah karena terkendala biaya," katanya.

Selain itu, katanya, pemerintah menyediakan beasiswa bagi 170.000 mahasiswa kurang mampu. Tujuannya, agar para mahasiswa dari golongan kurang mampu bisa tetap kuliah.

"Mereka yang berprestasi namun kurang mampu harus tetap kuliah. PTN atau PTS wajib menampung mereka dan tidak boleh menutup akses memperoleh pendidikan bermutu kepada mereka dari golongan tidak mampu," katanya.

Dikatakan, setiap mahasiswa yang mendapat beasiswa akan memperoleh bantuan sebesar Rp 250.000 per mahasiswa per bulan. "Meski masih jauh dari yang ideal, beasiswa ini bisa membantu mereka. Belum lagi masih ada bantuan dari PTN atau PTS dari tempat mereka belajar," katanya.

Untuk kriteria penerima beasiswa, dia mengemukakan, Dikti menyerahkan kewenangan itu kepada PT. "Pihak PT yang lebih mengetahui kriteria itu," ucapnya. Tetapi, lebih bijak, kalau ada aturan yang memaksa PTN memberi akses bagi mahasiswa dari keluarga miskin masuk perguruan tinggi itu.



Pilih Jurusan yang Tepat

SP/Ruht Semiono

Sejumlah mahasiswa mengikuti perkuliahan di sebuah universitas swasta di Jakarta.

Hidup adalah pilihan, yang tentunya menginginkan hal yang terbaik dalam mengambil keputusan, apa pun itu. Banyak pilihan dilakukan dengan sekian pertimbangan yang rasional maupun emosional. Manusia sering dihadapkan pada banyaknya pilihan yang menjanjikan. Tetapi, memilih harus tetap terlaksana untuk melanjutkan aktivitas kehidupan, dengan risiko yang harus dihadapi pada kemudian hari.

Bagi para calon mahasiswa, khususnya siswa kelas III sekolah menengah atas (SMA), memilih jurusan pada perguruan tinggi (PT) merupakan proses yang sulit, karena harus mempertimbangkan berbagai faktor yang bisa diputuskan oleh beberapa orang, walaupun akhirnya dirinya sendiri yang mengambil keputusan terakhir. Siswa yang berencana menlanjutkan pendidikan ke PT, mulai sibuk memikirkan jurusan apa yang diminati dan perguruan tinggi mana yang menjadi tujuannya.

Jessica Debora yang baru saja menyelesaikan ujian nasional (UN), segera bersiap melangkah lebih jauh lagi, untuk menuju masa depan yang diharapkan gilang-gemilang. Banyak yang menjadi pertimbangannya dalam mengambil keputusan, yang sangat menentukan hidupnya nanti. Pilihannya jatuh pada sebuah jurusan yang dianggap mempunyai masa depan dan karier yang bagus dan baik baginya.

"Saya menyukai bahkan antusias dengan dunia penyiaran dan ingin tampil di depan televisi, makanya pilihanku adalah jurusan broadcast. Hal itu sangat cocok dengan saya yang tinggal di Jakarta, dan tidak perlu jauh- jauh dari kedua orangtua. Informasi yang akurat sudah saya dapatkan, dengan bertanya pada yang berpengalaman, mahasiswa yang kuliah pada jurusan broadcast, maupun dengan orang yang terjun langsung bekerja di dunia penyiaran," kata siswi yang bersekolah di SMAN 2 Pamulang, Tangerang.

Hal yang dilakukan untuk memastikannya, dengan cara mendatangi langsung PT yang menjadi incarannya sejak lama. Banyak hal yang dipertanyakan kepada staf penerimaan calon mahasiswa baru tersebut, mulai dari pelajaran apa yang harus dikuasai saat sekolah untuk dapat bertahan dan cocok dengan minat serta kemampuan yang dimiliki, maupun adanya pemberian beasiswa bagi mahasiswa berprestasi.

"Jurusan pilihan saya tentunya harus ada prospek kedepan yang jelas. Dunia hiburan atau yang lebih dikenal entertainment, menjanjikan bagi saya, karena hal itu berkembang terus dengan semakin majunya dunia teknologinya. Saya ingin dunia yang menantang, dengan berani tampil di depan umum sebagai presenter," ucapnya.

"Orangtua pun mendukung saya dengan memberikan dukungan moral ataupun masalah finansial yang terjangkau. Apa yang terbaik bagi anaknya, orangtuaku menyetujuinya, asal bertanggung jawab dengan pilihan sendiri," tuturnya dengan bersemangat.

Lebih lanjut Zisca, panggilan sehari-harinya, mengatakan pemilihan jurusannya bukan karena gengsi semata yang lagi tren di masa kini atau karena ikut-ikutan dengan teman-temannya, tetapi karena peluanglah yang menjadi perhitungan untuk meraih kesempatan keinginan dan cita-cita apa yang diimpikan selama ini.

Reputasi yang Baik

Sebenarnya, dia ingin kuliah di perguruan tinggi negeri (PTN) dengan jurusan yang sama, tetapi bila tidak lolos, ya harus ke perguruan tinggi swasta (PTS). Tentu saja PTS tersebut harus mempunyai reputasi yang yang baik untuk strata 1 (S1), yang memiliki sarana dan prasarana yang memadai untuk kegiatan belajar mengajar. Begitu juga dengan kualitas dan kuantitas dosen tersebut, yang layak diperhitungkan, karena merekalah nantinya yang akan berperan membimbing mahasiswanya.

Hal senada juga disampaikan oleh Juliana, siswi SMA 68 Jakarta, yang berencana untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi.

Namun, Juli lebih memilih untuk kuliah di Bandung, yang memang sudah direncanakan jauh-jauh hari. Pertimbangannya pun berbagai macam, yang sebelumnya harus diselesaikan terlebih dahulu, sebelum berangkat ke Kota Bandung, di mana selama ini tinggal dengan orangtuanya di Jakarta.

"Saya memilih jurusan komunikasi, karena cocok dan sesuai dengan minat. Semua sudah saya pertimbangkan masak-masak. Orangtua pun setuju dengan pilihan saya. Jurusan komunikasi nantinya akan banyak dibutuhkan oleh perusahaan, sebagai penghubung dengan perusahaan atau rekan kerja yang lain. Mata kuliah yang nantinya akan dipelajari pun, sangat cocok dengan apa yang saya inginkan," ucapnya dengan tegas.

Pilihan yang telah dibuat dengan matang-matang, nantinya harus dijalankan sesuai dengan rencana. Jangan sampai gagal di tengah jalan, yang bisa membuyarkan harapan dan cita-cita seseorang. Langkah terakhir yang perlu dilakukan adalah komitmen diri dengan pilihannya dan siap dengan risiko apa pun yang akan menyertainya nanti. Percaya diri, memiliki motivasi untuk maju dan berpikir positif akan membantu langkah menuju kesuksesan. [Hendro Situmorang]


20 Mei 2008

Ujian Masuk Bersama (UMB) UI 2008

Proses Penerimaan mahasiswa UI yang seleksi tahun 2007 dilakukan melaluiPPKB (Prestasi dan Pemerataan kesempatan belajar) dan SPMB (seleksi penerimaan mahasiswa baru) pada tahun 2008 ini dilakukan melalui PPKB, SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) danUMB (Ujian Masuk Bersama). SNMPTN adalah seleksi penerimaan nasional yang diselenggarakan Panitia yang dibentuk oleh Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional yang ujiannya diselenggarakan tanggal 2—3 Juli 2008.
Ujian Masuk Bersama (UMB) adalah Seleksi Ujian Masuk yang diselenggarakan oleh Universitas Indonesia bekerjasama dengan Perhimpunan SPMB Nusantara dalam kegiatan yang diberi nama Ujian Masuk Bersama. Calon Mahasiswa dapat memilih salah satu atau kedua ujian seleksi tersebut untuk diterima menjadi mahasiswa UI.
 
Biaya Pendidikan
Besarnya biaya pendidikan bagi mahasiswa yang diterima melalui seleksi PPKB, SNMPTN dan UMB adalah sama, ditetapkan dengan memperhatikan kemampuan penanggung biaya pendidikan.
Jalur Penerimaan Daya Tampung BOP (per semester) Uang Pangkal (semester 1 tahun 1)
PPKB 450 Disesuaikan dengan penghasilan penanggung biaya pendidikan :
       * Utk IPA Rp 100.000 s.d Rp 7.5 juta
       * Utk IPS Rp 100.000 s.d 5 juta
   
Rp 25 jt (FK, FKG, FT, Fasilkom)
Rp 10 jt (FE, FISIP, FH, FPSI)
Rp 5 jt (FKM, FIK, FMIPA, FIB)
Tersedia fasilitas Beasiswa
 
SNM-PTN 900
UMB 3318
Ditambah DKFM Rp. 100.000 per semester dan DPP Rp 600.000 sekali saja disemester 1 tahun 1
Cara Pendaftaran UMB
Pendaftaran UMB di Jakarta dilakukan dengan 2 cara, yaitu pendaftaran cara kolektif melalui sekolah dan pendaftaran cara perorangan.
Peserta pendaftaran cara perorangan dilakukan di Kampus Universitas Negeri Jakarta (UNJ) tanggal 22 – 30 Mei 2008 di Jalan Rawamangun Muka Jakarta Timur. Peserta pendaftaran cara kolektif mendaftar melalui sekolah masing-masing kemudian diteruskan sekolah melalui Sub Rayon Ujian Nasional SMA dan SMK di Jakarta atau ke Sekretariat Panitia Lokal Jakarta PSPMB-UMB di Jl Salemba Raya 4 Jakarta Pusat telp. 31930339.
Pendaftaran di wilayah lain tanggal 27 Mei 2008 s.d. 4 Juni 2008 hubungi Panitia lokal terdekat di
       1. Medan Kampus USU
       2. Padang Kampus UNP
       3. Semarang Jl. Kertanegara IV No.2
       4. Surabaya Gedung Amarta-Kopertis wilayah VII, Jl Kertajaya Indah Timur No. 55
       5. Makasar Kampus UNHAS
Informasi mengenai pendaftaran UMB (021) 31930339, 3101906 Fax. (021)31930328
Jadual pendaftaran UMB Lokal Jakarta
Kegiatan Kolektif-
Subrayon Kolektif-
Nonsubrayon Individu/ Perorangan
Pembayaran di Bank BNI 19 Mei 19 – 21 Mei 19 – 30 Mei
Pengambilan formulir oleh Kepala Subrayon di Sekretariat 21 – 22 Mei 23 – 24 Mei  

Pengambilan formulir oleh Kepala Sekolah di Subrayon 23 Mei  
  

Pengambilan formulir di Kampus UNJ  
  
 22 – 30 Mei
Penyelesaian di sekolah 26 – 28 Mei  
  

Penyelesaian di Subrayon 29 – 30 Mei  
  

Penyelesaian di Sekr Panitia lokal Jkt  
 28 – 31 Mei  

Pendaftaran   
  
 26 – 31 Mei
Kelengkapan Pendaftaran
       1. Fotokopi STTB/ Tanda kelulusan yang dilegalisir dan aslinya (bagi lulusan 2006-2007), atau fotokopi raport kelas 1 dan 2 yang dilegalisir, atau kartu tanda peserta ujian nasional, atau surat keterangan dari kepala sekolah yang menyatakan ybs. telah mengikuti ujian nasional dan benar murid sekolah tersebut (bagi lulusan 2008).
       2. Fotokopi KTP dan aslinya atau Kartu OSIS atau surat keterangan dari sekolah (bagi yang belum memiliki KTP)
       3. 3 lembar Pas Foto terbaru (tiga bulan terakhir) ukuran 4 x 6
Ujian Seleksi
Ujian tulis dilaksanakan tanggal 7 – 8 Juni 2008
Ujian diselenggarakan di Medan, Padang, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Makasar dan tempat-tempat yang akan ditentukan kemudian
Materi Ujian
Materi Ujian meliputi kemampuan kuantitatif dan bahasa (Matematika dasar, bahasa Indonesia, bahasa Inggris), Kemampuan IPA (Matematika, Biologi, Kimia, Fisika, IPA Terpadu) bagi yang memilih IPA, Kemampuan IPS (Sejarah, Geografi, Ekonomi, IPS terpadu) bagi yang memilih IPS. Bagi yang memilih IPC mengikuti tes kemampuan seluruhnya.
Pengumuman hasil UMB 2008
21 Juni 2008
Biaya formulir
Program IPA/IPS Rp 175.000 (2 pilihan program studi)
Program IPC Rp 200.000 (3 pilihan program studi)
Persyaratan
       1. Lulusan SMTA (SMA, MA, SMK, SMTA luar negeri, ujian persamaan, dsb) tahun 2008, 2007, dan 2006
       2. Mempunyai kesehatan fisik yang tidak mengganggu kelancaran belajar di program studi pilihannya.
Pilihan Program Studi Sarjana Reguler
Pilihan Program IPA
FAKULTAS KEDOKTERAN
Pendidikan Dokter
FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI
Pendidikan dokter gigi
FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
Kesehatan Masyarakat, Gizi
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
Ilmu keperawatan
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Farmasi, Geografi.
FAKULTAS TEKNIK
Teknik Sipil,Teknik Lingkungan, Teknik Mesin, Teknik Perkapalan, Teknik Elektro, Teknik Komputer, Teknik Metalurgi dan Material, Teknik Kimia, Arsitektur, Teknik Industri, Arsitektur Interior, Teknologi Bioproses
FAKULTAS ILMU KOMPUTER
Ilmu Komputer, Sistem Informasi
Pilihan Program IPS
FAKULTAS HUKUM
Ilmu Hukum
FAKULTAS EKONOMI
Ilmu Ekonomi, Akuntansi, Manajemen
FAKULTAS ILMU PENGETAHUAN BUDAYA
Arkeologi, Ilmu Filsafat, Ilmu Perpustakaan, Ilmu Sejarah, Sastra Arab, Sastra Belanda, Sastra Cina, Sastra Daerah untuk Sastra Jawa, Sastra Indonesia, Sastra Inggris, Sastra Jepang, Sastra Jerman, Sastra Perancis, Sastra Rusia, dan Bahasa dan Kebudayaan Korea.
 
FAKULTAS PSIKOLOGI
Psikologi
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
Antropologi Sosial, Ilmu Administrasi Fiskal, Ilmu Administrasi Negara, Ilmu Administrasi Niaga, Ilmu Hubungan Internasional, Ilmu Kesejahteraan Sosial, Ilmu Komunikasi, Ilmu Politik, Kriminologi, Sosiologi
Tabel Biaya pendidikan mahasiswa yang diterima melalui seleksi PPKB, SNMPTN dan UMB
Fakultas/Program Studi/Peminatan Biaya Operasional Pendidikan
(BOP)
Setiap Semester Dana Kesejahteraan
Fasilitas Mahasiswa
(DKFM)
Setiap Semester Uang Pangkal
(UP)
Tahun I
Semester 1  Dana Pelengkap
Pendidikan
(DPP)
Tahun I
Semester 1
Rumpun Kesehatan
FAKULTAS KEDOKTERAN
Pendidikan Dokter 7.500.000 100.000 25.000.000 600.000
FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI
Pendidikan dokter gigi 7.500.000 100.000 25.000.000 600.000
FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
Kesehatan Masyarakat, Gizi 7.500.000 100.000 5.000.000 600.000
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
Ilmu keperawatan 7.500.000 100.000 5.000.000 600.000
Rumpun Sains Teknologi
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Farmasi, Geografi. 7.500.000 100.000 5.000.000 600.000
FAKULTAS TEKNIK
Teknik Sipil,Teknik Lingkungan, Teknik Mesin, Teknik Perkapalan, Teknik Elektro, Teknik Komputer, Teknik Metalurgi dan Material, Teknik Kimia, Arsitektur, Teknik Industri, Arsitektur Interior, Teknologi Bioproses 7.500.000 100.000 25.000.000 600.000
FAKULTAS ILMU KOMPUTER
Ilmu Komputer, Sistem Informasi  7.500.000 100.000 25.000.000 600.000
Rumpun Sosial dan Humaniora
FAKULTAS HUKUM
Ilmu Hukum 5.000.000 100.000 10.000.000 600.000
FAKULTAS EKONOMI
Ilmu Ekonomi, Akuntansi, Manajemen 5.000.000 100.000 10.000.000 600.000
FAKULTAS ILMU PENGETAHUAN BUDAYA
Arkeologi, Ilmu Filsafat, Ilmu Perpustakaan, Ilmu Sejarah, Sastra Arab, Sastra Belanda, Sastra Cina, Sastra Daerah untuk Sastra Jawa, Sastra Indonesia, Sastra Inggris, Sastra Jepang, Sastra Jerman, Sastra Perancis, Sastra Rusia, dan Bahasa dan Kebudayaan Korea.  5.000.000 100.000 5.000.000 600.000
FAKULTAS PSIKOLOGI
Psikologi  5.000.000 100.000 10.000.000 600.000
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
Antropologi Sosial, Ilmu Administrasi Fiskal, Ilmu Administrasi Negara, Ilmu Administrasi Niaga, Ilmu Hubungan Internasional, Ilmu Kesejahteraan Sosial, Ilmu Komunikasi, Ilmu Politik, Kriminologi, Sosiologi 5.000.000 100.000 10.000.000 600.000
Catatan
Besarnya biaya operasional pendidikan yang harus dibayarkansebagaimana tercantum dalam tabel di atas disesuaikan dengan kemampuan penanggung Biaya Pendidikan yang diatur dalam keputusan Rektor tentang "Mekanisme Penetapan pembebanan besaran biaya operasional bagi mahasiswa Universitas Indonesia Program sarjana reguler tahun akademik 2008-2009"
 
KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS INDONESIA TENTANG MEKANISME PENETAPAN PEMBEBANAN BESARAN BIAYA OPERASIONAL PENDIDIKAN BAGI MAHASISWA UNIVERSITAS INDONESIA PROGRAM SARJANA REGULER TAHUN AKADEMIK 2008/2009
"........
Pembebanan Besaran BOP
Pasal 2
Pembebanan besaran Biaya Operasional Pendidikan (BOP) yang ditanggung oleh penanggung
biaya per semester berkisar antara Rp 100.000,- (seratus ribu rupiah) hingga Rp 5.000.000,- (lima juta rupiah) untuk rumpun ilmu sosial dan humaniora, antara Rp 100.000,- (seratus ribu
rupiah) hingga Rp 7.500.000,- (tujuh juta lima ratus ribu rupiah) untuk rumpun kesehatan dan
rumpun sains dan teknologi"
Syarat-syarat Administrasi
Pasal 4
(1) Mahasiswa wajib menyerahkan data yang diperlukan kepada Panitia Biaya Operasional Pendidikan (BOP) untuk digunakan sebagai dasar dalam menentukan besaran Biaya Operasional Pendidikan (BOP) yang dibebankan kepada penanggung Biaya Pendidikan (BP).
(2) Data sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah:
       1. Surat Keterangan Penghasilan Total Slip Gaji penanggung Biaya Pendidikan (BP) bagi yang bekerja di sektor formal (instansi pemerintah atau swasta). Ketentuan Slip Gaji ini tidak berlaku bagi orang tua yang bekerja di sektor informal usaha sendiri yang tidak memiliki Slip Gaji, akan tetapi wajib menyertakan surat keterangan dari RT/RW domisili penanggung biaya dan orang tua. Penghasilan yang dimaksud adalah pendapatan total dari orang tua dan penanggung biaya;
       2. Nomor Pokok Wajib Pajak dan/atau keterangan Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan tahun terakhir;
       3. Fotokopi rekening listrik (tempat tinggal orang tua dan Penanggung biaya) 3 (tiga) bulan terakhir;
       4. Fotokopi rekening telpon (tempat tinggal orang tua dan Penanggung biaya) 3 (tiga) bulan terakhir;
       5. Fotokopi rekening air (tempat tinggal orang tua dan Penanggung biaya) 3 (tiga) bulan terakhir;
       6. Fotokopi Surat Pemberitahuan Pajak Bumi dan Bangunan tempat tinggal orang tua dan penanggung biaya;
       7. Fotokopi Kartu Keluarga dan fotokopi KTP orang tua/wali yang masih berlaku;
       8. Formulir data diri yang telah diisi oleh Mahasiswa.
(3) Data sebagaimana dimaksud pada ayat (2) harus dikurnpulkan selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kerja sejak hari pendaftaran administrasi dimulai kepada Panitia BOP di fakultas masing-masing.
........"
KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS INDONESIA TENTANG BIAYA PENDIDIKAN
MAHASISWA BARU UNIVERSITAS INDONESIA PROGRAM SARJANA REGULER
TAHUN AKADEMIK 2008/2009
"...........
Beasiswa Universitas
Pasal 6
Beasiswa Universitas dapat diberikan kepada mahasiswa Program Sarjana Reguler yang memerlukan dan memenuhi syarat sesuai ketentuan yang berlaku.
Bentuk Beasiswa Universitas
Pasal 7
(1) Mahasiswa yang memenuhi persyaratan, dapat memperoleh Beasiswa Universitas, dalam bentuk:
a. Pembayaran Biaya Pendidikan (BP)dengan angsuran;
b. Pemberian sebagian Uang Pangkal (UP) dari yang harus dibayarkan.
(2) Pemberian Beasiswa Universitas sesuai ayat (1) hanya berlaku untuk jangka waktu 1 (satu) semester.
(3) Keputusan Pimpinan Fakultas atas pemberian Beasiswa Universitas berlaku berjalan dan bersifat final."
Persyaratan Untuk Mendapat Beasiswa Universitas
Pasal 8
Bagi mahasiswa yang memerlukan Beasiswa Universitas, wajib menyerahkan Surat Pernyataan penanggung Biaya Pendidikan (BP) di atas meterai secukupnya tentang penjelasan alasan permohonan disertai bukti-bukti pendukung sebagai berikut:
       1. Surat keterangan tidak mampu dari RT/RW domisili penanggung Biaya Pendidikan (BP) diketahui oleh Lurah/Kepala Desa setempat, diutamakan yang memiliki Kartu Gakin;
       2. Surat Keterangan Penghasilan Total/Slip Gaji penanggung Biaya Pendidikan (BP) bagi yang bekerja di sektor formal (instansi pemerintah atau swasta). Ketentuan Slip Gaji ini tidak berlaku bagi orang tua yang bekerja di sektor informal usaha sendiri yang tidak memiliki Slip Gaji;
       3. Menyerahkan fotokopi NPWP (bagi yang memiliki);
       4. Fotokopi rekening listrik (tempat tinggal penanggung Biaya Pendidikan (BP) 3(tiga) bulan terakhir;
       5. Fotokopi rekening telpon (tempat tinggal penanggung Biaya Pendidikan(BP) 3(tiga) bulan terakhir;
       6. Fotokopi Kartu Keluarga dan fotokopi KTP penanggung Biaya Pendidikan (BP) yang masih berlaku;
       7. Fotokopi Kartu Keluarga dan fotokopi KTP orang tua/wali yang masih berlaku;
       8. Fotokopi Surat Pemberitahuan Pajak Tahunan Pajak Bumi dan Bangunan penanggung Biaya Pendidikan (BP);
       9. Surat pernyataan bermeterai cukup dari tiga tetangga terdekat yang bukan saudara yang menjelaskan kondisi ekonomi penanggung Biaya Pendidikan (BP) mahasiswa dilengkapi fotokopi identitas diri; dan
       10. Syarat-syarat lain yang ditetapkan oleh Pimpinan Fakultas masing-masing.
 
Prosedur Untuk Mendapatkan Beasiswa Universitas
Pasal9
       1. Mahasiswa mengisi formulir permohonan Beasiswa Universitas dan melengkapi persyaratan sesuai Pasal8.
       2. Seluruh dokumen yang disyaratkan sesuai dengan ayat (1) di atas diserahkan kepada Manajer Kemahasiswaan atau pejabat yang ditunjuk oleh Pimpinan Fakultas sebelum periode registrasi administrasi dimulai.
       3. Permohonan pada ayat (1) di atas akan dipertimbangkan dan ditetapkan bentuk beasiswanya oleh Pimpinan Fakultas setelah dilakukan pemeriksaan berkas dan wawancara.
       4. Jangka waktu permohonan, penetapan, dan pemutakhiran data Biaya Pendidikan (BP), selambat-lambatnya diselesaikan dalam jangka waktu 2 (dua) hari kerja sebelum jadwal registrasi administrasi berakhir.
       5. Jadwal registrasi administrasi, mengikuti ketentuan Kalender Akademik Universitas untuk tahun akademik berjalan.
Info Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Indonesia Program Sarjana Reguler
Proses Penerimaan mahasiswa UI yang seleksi tahun 2007 dilakukan melaluiPPKB (Prestasi dan Pemerataan kesempatan belajar) dan SPMB (seleksi penerimaan mahasiswa baru) pada tahun 2008 ini dilakukan melalui PPKB, SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) danUMB (Ujian Masuk Bersama). SNMPTN adalah seleksi penerimaan nasional yang diselenggarakan Panitia yang dibentuk oleh Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional yang ujiannya diselenggarakan tanggal 2—3 Juli 2008.
Ujian Masuk Bersama (UMB) adalah Seleksi Ujian Masuk yang diselenggarakan oleh Universitas Indonesia bekerjasama dengan Perhimpunan SPMB Nusantara dalam kegiatan yang diberi nama Ujian Masuk Bersama. Calon Mahasiswa dapat memilih salah satu atau kedua ujian seleksi tersebut untuk diterima menjadi mahasiswa UI.
 
Biaya Pendidikan
Besarnya biaya pendidikan bagi mahasiswa yang diterima melalui seleksi PPKB, SNMPTN dan UMB adalah sama, ditetapkan dengan memperhatikan kemampuan penanggung biaya pendidikan.
Jalur Penerimaan Daya Tampung BOP (per semester) Uang Pangkal (semester 1 tahun 1)
PPKB 450 Disesuaikan dengan penghasilan penanggung biaya pendidikan :
       * Utk IPA Rp 100.000 s.d Rp 7.5 juta
       * Utk IPS Rp 100.000 s.d 5 juta
   
Rp 25 jt (FK, FKG, FT, Fasilkom)
Rp 10 jt (FE, FISIP, FH, FPSI)
Rp 5 jt (FKM, FIK, FMIPA, FIB)
Tersedia fasilitas Beasiswa
 
SNM-PTN 900
UMB 3318
Ditambah DKFM Rp. 100.000 per semester dan DPP Rp 600.000 sekali saja disemester 1 tahun 1
Cara Pendaftaran UMB
Pendaftaran UMB di Jakarta dilakukan dengan 2 cara, yaitu pendaftaran cara kolektif melalui sekolah dan pendaftaran cara perorangan.
Peserta pendaftaran cara perorangan dilakukan di Kampus Universitas Negeri Jakarta (UNJ) tanggal 22 – 30 Mei 2008 di Jalan Rawamangun Muka Jakarta Timur. Peserta pendaftaran cara kolektif mendaftar melalui sekolah masing-masing kemudian diteruskan sekolah melalui Sub Rayon Ujian Nasional SMA dan SMK di Jakarta atau ke Sekretariat Panitia Lokal Jakarta PSPMB-UMB di Jl Salemba Raya 4 Jakarta Pusat telp. 31930339.
Pendaftaran di wilayah lain tanggal 27 Mei 2008 s.d. 4 Juni 2008 hubungi Panitia lokal terdekat di
       1. Medan Kampus USU
       2. Padang Kampus UNP
       3. Semarang Jl. Kertanegara IV No.2
       4. Surabaya Gedung Amarta-Kopertis wilayah VII, Jl Kertajaya Indah Timur No. 55
       5. Makasar Kampus UNHAS
Informasi mengenai pendaftaran UMB (021) 31930339, 3101906 Fax. (021)31930328
Jadual pendaftaran UMB Lokal Jakarta
Kegiatan Kolektif-
Subrayon Kolektif-
Nonsubrayon Individu/ Perorangan
Pembayaran di Bank BNI 19 Mei 19 – 21 Mei 19 – 30 Mei
Pengambilan formulir oleh Kepala Subrayon di Sekretariat 21 – 22 Mei 23 – 24 Mei  

Pengambilan formulir oleh Kepala Sekolah di Subrayon 23 Mei  
  

Pengambilan formulir di Kampus UNJ  
  
 22 – 30 Mei
Penyelesaian di sekolah 26 – 28 Mei  
  

Penyelesaian di Subrayon 29 – 30 Mei  
  

Penyelesaian di Sekr Panitia lokal Jkt  
 28 – 31 Mei  

Pendaftaran   
  
 26 – 31 Mei
Kelengkapan Pendaftaran
       1. Fotokopi STTB/ Tanda kelulusan yang dilegalisir dan aslinya (bagi lulusan 2006-2007), atau fotokopi raport kelas 1 dan 2 yang dilegalisir, atau kartu tanda peserta ujian nasional, atau surat keterangan dari kepala sekolah yang menyatakan ybs. telah mengikuti ujian nasional dan benar murid sekolah tersebut (bagi lulusan 2008).
       2. Fotokopi KTP dan aslinya atau Kartu OSIS atau surat keterangan dari sekolah (bagi yang belum memiliki KTP)
       3. 3 lembar Pas Foto terbaru (tiga bulan terakhir) ukuran 4 x 6
Ujian Seleksi
Ujian tulis dilaksanakan tanggal 7 – 8 Juni 2008
Ujian diselenggarakan di Medan, Padang, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Makasar dan tempat-tempat yang akan ditentukan kemudian
Materi Ujian
Materi Ujian meliputi kemampuan kuantitatif dan bahasa (Matematika dasar, bahasa Indonesia, bahasa Inggris), Kemampuan IPA (Matematika, Biologi, Kimia, Fisika, IPA Terpadu) bagi yang memilih IPA, Kemampuan IPS (Sejarah, Geografi, Ekonomi, IPS terpadu) bagi yang memilih IPS. Bagi yang memilih IPC mengikuti tes kemampuan seluruhnya.
Pengumuman hasil UMB 2008
21 Juni 2008
Biaya formulir
Program IPA/IPS Rp 175.000 (2 pilihan program studi)
Program IPC Rp 200.000 (3 pilihan program studi)
Persyaratan
       1. Lulusan SMTA (SMA, MA, SMK, SMTA luar negeri, ujian persamaan, dsb) tahun 2008, 2007, dan 2006
       2. Mempunyai kesehatan fisik yang tidak mengganggu kelancaran belajar di program studi pilihannya.
Pilihan Program Studi Sarjana Reguler
Pilihan Program IPA
FAKULTAS KEDOKTERAN
Pendidikan Dokter
FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI
Pendidikan dokter gigi
FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
Kesehatan Masyarakat, Gizi
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
Ilmu keperawatan
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Farmasi, Geografi.
FAKULTAS TEKNIK
Teknik Sipil,Teknik Lingkungan, Teknik Mesin, Teknik Perkapalan, Teknik Elektro, Teknik Komputer, Teknik Metalurgi dan Material, Teknik Kimia, Arsitektur, Teknik Industri, Arsitektur Interior, Teknologi Bioproses
FAKULTAS ILMU KOMPUTER
Ilmu Komputer, Sistem Informasi
Pilihan Program IPS
FAKULTAS HUKUM
Ilmu Hukum
FAKULTAS EKONOMI
Ilmu Ekonomi, Akuntansi, Manajemen
FAKULTAS ILMU PENGETAHUAN BUDAYA
Arkeologi, Ilmu Filsafat, Ilmu Perpustakaan, Ilmu Sejarah, Sastra Arab, Sastra Belanda, Sastra Cina, Sastra Daerah untuk Sastra Jawa, Sastra Indonesia, Sastra Inggris, Sastra Jepang, Sastra Jerman, Sastra Perancis, Sastra Rusia, dan Bahasa dan Kebudayaan Korea.
 
FAKULTAS PSIKOLOGI
Psikologi
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
Antropologi Sosial, Ilmu Administrasi Fiskal, Ilmu Administrasi Negara, Ilmu Administrasi Niaga, Ilmu Hubungan Internasional, Ilmu Kesejahteraan Sosial, Ilmu Komunikasi, Ilmu Politik, Kriminologi, Sosiologi
Tabel Biaya pendidikan mahasiswa yang diterima melalui seleksi PPKB, SNMPTN dan UMB
Fakultas/Program Studi/Peminatan Biaya Operasional Pendidikan
(BOP)
Setiap Semester Dana Kesejahteraan
Fasilitas Mahasiswa
(DKFM)
Setiap Semester Uang Pangkal
(UP)
Tahun I
Semester 1  Dana Pelengkap
Pendidikan
(DPP)
Tahun I
Semester 1
Rumpun Kesehatan
FAKULTAS KEDOKTERAN
Pendidikan Dokter 7.500.000 100.000 25.000.000 600.000
FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI
Pendidikan dokter gigi 7.500.000 100.000 25.000.000 600.000
FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
Kesehatan Masyarakat, Gizi 7.500.000 100.000 5.000.000 600.000
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
Ilmu keperawatan 7.500.000 100.000 5.000.000 600.000
Rumpun Sains Teknologi
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Farmasi, Geografi. 7.500.000 100.000 5.000.000 600.000
FAKULTAS TEKNIK
Teknik Sipil,Teknik Lingkungan, Teknik Mesin, Teknik Perkapalan, Teknik Elektro, Teknik Komputer, Teknik Metalurgi dan Material, Teknik Kimia, Arsitektur, Teknik Industri, Arsitektur Interior, Teknologi Bioproses 7.500.000 100.000 25.000.000 600.000
FAKULTAS ILMU KOMPUTER
Ilmu Komputer, Sistem Informasi  7.500.000 100.000 25.000.000 600.000
Rumpun Sosial dan Humaniora
FAKULTAS HUKUM
Ilmu Hukum 5.000.000 100.000 10.000.000 600.000
FAKULTAS EKONOMI
Ilmu Ekonomi, Akuntansi, Manajemen 5.000.000 100.000 10.000.000 600.000
FAKULTAS ILMU PENGETAHUAN BUDAYA
Arkeologi, Ilmu Filsafat, Ilmu Perpustakaan, Ilmu Sejarah, Sastra Arab, Sastra Belanda, Sastra Cina, Sastra Daerah untuk Sastra Jawa, Sastra Indonesia, Sastra Inggris, Sastra Jepang, Sastra Jerman, Sastra Perancis, Sastra Rusia, dan Bahasa dan Kebudayaan Korea.  5.000.000 100.000 5.000.000 600.000
FAKULTAS PSIKOLOGI
Psikologi  5.000.000 100.000 10.000.000 600.000
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
Antropologi Sosial, Ilmu Administrasi Fiskal, Ilmu Administrasi Negara, Ilmu Administrasi Niaga, Ilmu Hubungan Internasional, Ilmu Kesejahteraan Sosial, Ilmu Komunikasi, Ilmu Politik, Kriminologi, Sosiologi 5.000.000 100.000 10.000.000 600.000
Catatan
Besarnya biaya operasional pendidikan yang harus dibayarkansebagaimana tercantum dalam tabel di atas disesuaikan dengan kemampuan penanggung Biaya Pendidikan yang diatur dalam keputusan Rektor tentang "Mekanisme Penetapan pembebanan besaran biaya operasional bagi mahasiswa Universitas Indonesia Program sarjana reguler tahun akademik 2008-2009"
 
KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS INDONESIA TENTANG MEKANISME PENETAPAN PEMBEBANAN BESARAN BIAYA OPERASIONAL PENDIDIKAN BAGI MAHASISWA UNIVERSITAS INDONESIA PROGRAM SARJANA REGULER TAHUN AKADEMIK 2008/2009
"........
Pembebanan Besaran BOP
Pasal 2
Pembebanan besaran Biaya Operasional Pendidikan (BOP) yang ditanggung oleh penanggung
biaya per semester berkisar antara Rp 100.000,- (seratus ribu rupiah) hingga Rp 5.000.000,- (lima juta rupiah) untuk rumpun ilmu sosial dan humaniora, antara Rp 100.000,- (seratus ribu
rupiah) hingga Rp 7.500.000,- (tujuh juta lima ratus ribu rupiah) untuk rumpun kesehatan dan
rumpun sains dan teknologi"
Syarat-syarat Administrasi
Pasal 4
(1) Mahasiswa wajib menyerahkan data yang diperlukan kepada Panitia Biaya Operasional Pendidikan (BOP) untuk digunakan sebagai dasar dalam menentukan besaran Biaya Operasional Pendidikan (BOP) yang dibebankan kepada penanggung Biaya Pendidikan (BP).
(2) Data sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah:
       1. Surat Keterangan Penghasilan Total Slip Gaji penanggung Biaya Pendidikan (BP) bagi yang bekerja di sektor formal (instansi pemerintah atau swasta). Ketentuan Slip Gaji ini tidak berlaku bagi orang tua yang bekerja di sektor informal usaha sendiri yang tidak memiliki Slip Gaji, akan tetapi wajib menyertakan surat keterangan dari RT/RW domisili penanggung biaya dan orang tua. Penghasilan yang dimaksud adalah pendapatan total dari orang tua dan penanggung biaya;
       2. Nomor Pokok Wajib Pajak dan/atau keterangan Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan tahun terakhir;
       3. Fotokopi rekening listrik (tempat tinggal orang tua dan Penanggung biaya) 3 (tiga) bulan terakhir;
       4. Fotokopi rekening telpon (tempat tinggal orang tua dan Penanggung biaya) 3 (tiga) bulan terakhir;
       5. Fotokopi rekening air (tempat tinggal orang tua dan Penanggung biaya) 3 (tiga) bulan terakhir;
       6. Fotokopi Surat Pemberitahuan Pajak Bumi dan Bangunan tempat tinggal orang tua dan penanggung biaya;
       7. Fotokopi Kartu Keluarga dan fotokopi KTP orang tua/wali yang masih berlaku;
       8. Formulir data diri yang telah diisi oleh Mahasiswa.
(3) Data sebagaimana dimaksud pada ayat (2) harus dikurnpulkan selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kerja sejak hari pendaftaran administrasi dimulai kepada Panitia BOP di fakultas masing-masing.
........"
KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS INDONESIA TENTANG BIAYA PENDIDIKAN
MAHASISWA BARU UNIVERSITAS INDONESIA PROGRAM SARJANA REGULER
TAHUN AKADEMIK 2008/2009
"...........
Beasiswa Universitas
Pasal 6
Beasiswa Universitas dapat diberikan kepada mahasiswa Program Sarjana Reguler yang memerlukan dan memenuhi syarat sesuai ketentuan yang berlaku.
Bentuk Beasiswa Universitas
Pasal 7
(1) Mahasiswa yang memenuhi persyaratan, dapat memperoleh Beasiswa Universitas, dalam bentuk:
a. Pembayaran Biaya Pendidikan (BP)dengan angsuran;
b. Pemberian sebagian Uang Pangkal (UP) dari yang harus dibayarkan.
(2) Pemberian Beasiswa Universitas sesuai ayat (1) hanya berlaku untuk jangka waktu 1 (satu) semester.
(3) Keputusan Pimpinan Fakultas atas pemberian Beasiswa Universitas berlaku berjalan dan bersifat final."
Persyaratan Untuk Mendapat Beasiswa Universitas
Pasal 8
Bagi mahasiswa yang memerlukan Beasiswa Universitas, wajib menyerahkan Surat Pernyataan penanggung Biaya Pendidikan (BP) di atas meterai secukupnya tentang penjelasan alasan permohonan disertai bukti-bukti pendukung sebagai berikut:
       1. Surat keterangan tidak mampu dari RT/RW domisili penanggung Biaya Pendidikan (BP) diketahui oleh Lurah/Kepala Desa setempat, diutamakan yang memiliki Kartu Gakin;
       2. Surat Keterangan Penghasilan Total/Slip Gaji penanggung Biaya Pendidikan (BP) bagi yang bekerja di sektor formal (instansi pemerintah atau swasta). Ketentuan Slip Gaji ini tidak berlaku bagi orang tua yang bekerja di sektor informal usaha sendiri yang tidak memiliki Slip Gaji;
       3. Menyerahkan fotokopi NPWP (bagi yang memiliki);
       4. Fotokopi rekening listrik (tempat tinggal penanggung Biaya Pendidikan (BP) 3(tiga) bulan terakhir;
       5. Fotokopi rekening telpon (tempat tinggal penanggung Biaya Pendidikan(BP) 3(tiga) bulan terakhir;
       6. Fotokopi Kartu Keluarga dan fotokopi KTP penanggung Biaya Pendidikan (BP) yang masih berlaku;
       7. Fotokopi Kartu Keluarga dan fotokopi KTP orang tua/wali yang masih berlaku;
       8. Fotokopi Surat Pemberitahuan Pajak Tahunan Pajak Bumi dan Bangunan penanggung Biaya Pendidikan (BP);
       9. Surat pernyataan bermeterai cukup dari tiga tetangga terdekat yang bukan saudara yang menjelaskan kondisi ekonomi penanggung Biaya Pendidikan (BP) mahasiswa dilengkapi fotokopi identitas diri; dan
       10. Syarat-syarat lain yang ditetapkan oleh Pimpinan Fakultas masing-masing.
 
Prosedur Untuk Mendapatkan Beasiswa Universitas
Pasal9
       1. Mahasiswa mengisi formulir permohonan Beasiswa Universitas dan melengkapi persyaratan sesuai Pasal8.
       2. Seluruh dokumen yang disyaratkan sesuai dengan ayat (1) di atas diserahkan kepada Manajer Kemahasiswaan atau pejabat yang ditunjuk oleh Pimpinan Fakultas sebelum periode registrasi administrasi dimulai.
       3. Permohonan pada ayat (1) di atas akan dipertimbangkan dan ditetapkan bentuk beasiswanya oleh Pimpinan Fakultas setelah dilakukan pemeriksaan berkas dan wawancara.
       4. Jangka waktu permohonan, penetapan, dan pemutakhiran data Biaya Pendidikan (BP), selambat-lambatnya diselesaikan dalam jangka waktu 2 (dua) hari kerja sebelum jadwal registrasi administrasi berakhir.
       5. Jadwal registrasi administrasi, mengikuti ketentuan Kalender Akademik Universitas untuk tahun akademik berjalan.