02 Juni 2008

Mahasiswa Baru Bisa Masuk UI Lewat Tiga Jalur

DEPOK--MI: Para lulusan SMA yang ingin melanjutkan pendidikan ke Universitas Indonesia (UI) melalui Program Sarjana Reguler bisa dilakukan dengan tiga jalur yang telah ditetapkan oleh pihak UI.

Kepala Kantor Humas dan Protokol UI, Henny S Widyaningsih M.Si, di Depok, Minggu (1/6)), mengatakan pada tahun ini UI membuka tiga jalur penerimaan mahasiswa baru yaitu melalui Program Prestasi Dan Pemeratan Kesempatan Belajar (PPKB) melalui siswa berprestasi, Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNM-PTN ), dan Ujian Masuk Bersama (UMB).

Pada tahun sebelumnya UI hanya menyediakan melalui dua jalur yakni, PPKB (Program Prestasi Dan Pemeratan Kesempatan Belajar) atau dahulu bernama PMDK (Penelusuran Minat dan Kemampuan) dari siswa berprestasi dan SPMB (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru), tahun ini berubah menjadi SNM-PTN.

Ia mengatakan, jalur UMB hanya diikuti lima PTN seperti UI, Universitas Hasanudin (Unhas) Makassar, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Sumatera Utara (USU), dan Universitas Islam Negeri (UIN) Sahid Jakarta.

Dengan jalur UMB dan SNM-PTN, kata dia, para peserta memiliki peluang yang sangat luas masuk ke UI, karena peserta bisa mengikuti dua seleksi, yaitu melalui UMB yang digelar pada 7-8 Juni 2008 di Medan, Padang, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Makasar dan tempat lainnya, dan diumumkan pada 21 Juni 2008. Sedangkan SNM-PTN akan digelar pada 2-3 Juli 2008.

Ia menjelaskan, untuk PPKB disediakan sekitar 950 kursi, sedangkan UMB lebih besar sekitar 80 persen atau 3.318 kursi. Sementara SNM-PTN hanya sekitar 20 persen kursi. Menurut dia, UMB bukan jalur mandiri, karena UI tidak membuka jalur mandiri yang dikelola perguruan tinggi sendiri.

Mengenai biaya kuliah, ia menjelaskan biaya pendidikan dari seleksi PPKB, SNM-PTN, dan UMB sama dan ditetapkan dengan memperhatikan kemampuan mahasiswa. Misalnya untuk Biaya Operasional Pendidikan (BOP) per semester berkisar antara Rp100 ribu sampai Rp5 juta (Ilmu Sosial dan Humaniora) dan antara Rp100 ribu sampai Rp7,5 juta (untuk kesehatan dan rumpun sains teknologi), demikian Henny S Widyaningsih. (Ant/OL-2)
http://www.mediaindonesia.com/

Tidak ada komentar: