02 Juni 2008

Melongok Istana Negara

Istana Negara, Jakarta, mulai 24 Mei 2008, dibuka sebagai obyek wisata. Tapi, tidak seperti obyek wisata lainnya, berwisata ke kompleks Istana diatur dengan jadwal dan pengamanan yang ketat. Semua pengunjung harus patuh dan tertib terhadap ketentuan tersebut.

Soalnya, Istana Negara bukan hanya tempat yang terdiri atas beberapa bangunan peninggalan Belanda, tetapi juga terdapat bermacam-macam karya seni dari berbagai negara, taman yang tertata, serta barang-barang berharga lainnya milik negara. Dari semua itu, alasan utama ketatnya peraturan tersebut karena Istana Negara merupakan tempat pusat pemerintahan dan juga 'tempat tinggal' serta tempat berkantor pimpinan negara, yaitu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Di tempat itulah hampir semua kegiatan pemerintahan berlangsung. Para pejabat negara, termasuk para menteri, kerap datang untuk melapor ke Presiden atau rapat untuk menentukan kebijakan penting. Istana juga jadi tempat gelaran upacara kehormatan penerimaan tamu negara dan peringatan hari kemerdekaan Indonesia.

Karena itu, untuk tahap pertama, wisata ke Istana dibuka di luar hari kerja, Sabtu dan Minggu. ''Kalau pun pada hari-hari itu ada upacara kenegaraan, wisatanya dibatalkan dulu,'' kata Juru Bicara Kepresidenan Andi Malarangeng. Kalau tahap pertama dinilai berhasil, tambah Andi, akan ada penambahan hari berwisata satu hari kerja lagi. Malahan, nantinya Istana Negara akan dibuka lima hari untuk wisata bagi masyarakat. Para pengunjung masuk melalui pintu gerbang Sekretariat Negara di Jalan Majapahit, Jakarta Pusat.

Mereka yang bisa berwisata ke Istana Negara adalah semua umur, pelajar, mahasiswa, rombongan, pribadi, keluarga, dan turis asing. Para pengunjung diharuskan membawa tanda pengenal paspor bagi turis asing untuk ditukarkan tanda pengenal di meja pendaftaran di pelataran Sekretariat Negara (Setneg).

Pendaftaran dilakukan langsung. ''Tak usah pakai surat menyurat atau telepon. Pengunjung datang saja langsung dari pukul 09.00-15.00 WIB. Di atas pukul 15.00 WIB, pendaftaran ditutup,'' kata Andi. "Mereka yang datang pertama, mereka yang dilayani." Di ruang pendaftaran disediakan loker untuk menyimpan barang bawaan pengunjung, termasuk kamera. ''Kalau mau foto, kami sediakan fotografer Istana yang nanti hasilnya dikerjasamakan dengan koperasi Istana,'' sambung Andi lagi.

Di meja pendaftaran pengunjung dibagi ke dalam kelompok-kelompok. Tiap kelompok terdiri 25 orang dengan satu orang pemandu Istana. Andi menyebutnya sebagai kelompok terpimpin (kloter). Tiap kloter menaiki bus yang disediakan di pelataran Setneg. Tujuan pertama adalah gedung Setneg. Mereka dapat melihat ruang sidang paripurna, tempat para menteri yang dipimpin Presiden dan Wakil Presiden melakukan sidang. Lalu, pengunjung diajak menyaksikan pemutaran video sejarah Istana.

Dari sana, pengunjung dengan bus memasuki pelataran Istana melalui pelataran barat Istana Negara. Di situ, pemandu memperlihatkan dan menjelaskan soal Istana Negara di atas bus. ''Pengunjung tak diajak masuk ke Istana Negara, karena di situlah kediaman Presiden,'' jelas Andi. Pengunjung kemudian diajak turun di pelataran mesjid, di bagian barat Istana Merdeka. Istana Merdeka ini terletak tepat di selatannya Istana Negara.

Pemandu terus menjelaskan setiap bangunan yang dilewati pengunjung. Alur perjalanan kemudian ke arah timur, tepat ke halaman Istana Merdeka yang berhadapan dengan Jaman Medan Merdeka Utara. Di halaman itulah para pengunjung bisa berfoto bersama.

Usai berfoto, pemandu kemudian mengajak pengunjung memasuki Istana Merdeka dari pintu belakang bagian timur menuju ruang tengah Istana Merdeka. Setelah penjelasan rinci mengenai ruangan dan benda-benda milik negara di dalamnya, pengunjung pun keluar dari pintu belakang bagian barat.

Di situ sudah ada bus yang akan membawa mereka mengakhiri kunjungannya kembali ke tempat pendaftaran. Para pengunjung mengembalikan kartu pengunjung, mengambil bawaan dari loker, dan menyerahkan kembali kunci loker ke petugas.

Sejak dibuka, sudah ribuan pengunjung yang datang ke Istana. Sabtu, sekitar 1.296 orang pengunjung dalam 38 kloter. Sedangkan, pada Minggu, ada 1.899 orang dalam 63 kloter. ''Antusiasme masyarakat ternyata besar. Kami akan melihatnya beberapa kali untuk dilakukan evaluasi. Mudah-mudahan kita bisa menambahkan hari lagi,'' kata Andi.


Syarat Berwisata ke Istana

Untuk berwisata ke Istana Negara, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi pengunjung, sbb.
- Membawa kartu identitas asli (KTP, kartu pelajar, paspor atau ID)..
- Berpakaian rapi (tidak berjeans, celana pendek, kaos oblong dan sandal, kecuali anak di bawah 12 tahun dan berseragam sekolah)..
- Berperilaku sopan dan menghargai lingkungan Istana Kepresidenan. - Anggota TNI/Polri yang berkunjung berpakaian bebas rapi (tidak berseragam)..
- Pengunjung wajib mematuhi pengaturan yang dilakukan petugas dan peraturan yang ditetapkan Istana Kepresidenan..

Selain persyaratan tersebut, ada peraturan yang wajib dipatuhi pengunjung selama di dalam lingkungan istana, yaitu:.
- dilarang membawa senjata api, senjata tajam, bahan peledak, dan benda-benda yang membahayakan..
- Dilarang membawa tas, makanan, dan minuman..
- Dilarang merokok..
- Dilarang mengaktifkan handphone.
- Dilarang menggunakan kamera, kecuali fotografer resmi Istana..
- Dilarang membuat keributan, kegaduhan, dan keonaran..
- Dilarang melakukan aktivitas politik dalam bentuk apapun selama tur..
- Dilarang melakukan orasi atau demonstrasi, menggelar poster atau spanduk, atau penyebaran pamplet selama tur..
- Dilarang menggunakan busana atau atribut dengan tulisan, gambar, simbol, atau bentuk yang patut diduga dalam aktivitas politik atau demonstrasi.

Dahulu Bernama Istana Gambir

Istana Merdeka, dulu sering disebut Istana Gambir, dibangun pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal J W van Lansberge pada 1873, satu kompleks dengan Istana Rijswijk yang kini disebut Istana Negara. Istana yang berhadapan dengan Jalan Medan Merdeka Utara ini dibangun dengan arsitek Drossaers. Ia dibangun pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal JW van Lansberge.

Pada awal masa pemerintahan Republik Indonesia (RI), Istana Merdeka sempat menjadi saksi sejarah penandatanganan naskah pengakuan kedaulatan Republik Indonesia Serikat (RIS) oleh Pemerintah Belanda pada 27 Desember 1949. Tempat ini kita kenal sebagai tempat upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi setiap 17 Agustus.

republika 1 juni 2008

Tidak ada komentar: