"Yang terpenting, seberapa besar kesungguhan untuk meningkatkan kualitas internal di setiap perguruan tinggi (PT), yang dimulai dari dosen hingga lembaganya," kata Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Depdiknas Fasli Jalal dalam seminar Perspektif Standar Mutu Perguruan Tinggi Indonesia Tahun 2020, yang digelar Lembaga Penjaminan Mutu Universitas Negeri Jakarta, Senin (2/6).
Tantangan untuk meningkatkan kualitas perguruan tinggi di Indonesia memang cukup berat di tengah minimnya anggaran yang disediakan pemerintah. Rata-rata dunia mengalokasikan 1 persen dari produk domestik bruto, sedangkan di Indonesia masih di bawah 1 persen. Anggaran untuk perguruan tinggi tahun ini senilai Rp 14 triliun, tetapi Rp 5,6 triliun di antaranya dialokasikan untuk gaji.
Pusat transfer ilmu
Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta, Komaruddin Hidayat mengatakan, perguruan tinggi harus mampu menjadi pusat transfer ilmu pengetahuan dan penelitian, pembangunan karakter, konservasi dan kreasi budaya. Karena itu, peningkatan kualitas perguruan tinggi diarahkan untuk mampu membekali mahasiswa dengan ilmu pengetahuan minimal sesuai kurikulum.
Rektor Institut Pertanian Bogor Herry Suhardiyanto menyebutkan, di tengah daya saing bangsa yang terpuruk, perguruan tinggi menjadi tumpuan untuk menghasilkan sumber daya manusia berkualitas dan memiliki keterampilan serta berdaya siang tinggi dalam persaingan global. Untuk itu, perguruan tinggi harus terus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta tetap relevan dengan kebutuhan sosial ekonomi masyarakat dan negara.
"Perguruan tinggi ditantang untuk mampu mengkreasi pengetahuan, mengurangi ketergantungan pada pihak asing, serta pengembangan penelitian. Pusat keunggulan perguruan tinggi itu bisa dikembangkan dengan fokus pada penelitian-penelitian unggul yang dikembangkan," kata Herry. (ELN)
http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/06/03/00525927/pt.harus.bisa.berikan.solusi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar