03 Juni 2008

Ditargetkan 1,5 Juta Siswa Masuk SMK - Dibangun 4.000 Ruang Kelas Baru Selama 2008

Pemerintah pada tahun ajaran baru ini menargetkan 1,5 juta siswa bisa masuk ke sekolah menengah kejuruan. Tahun lalu jumlah siswa sekolah menengah pertama yang masuk SMK sekitar 1,2 juta jiwa. Dengan demikian, ditargetkan jumlah siswa yang masuk SMK meningkat sekitar 300.000 siswa.

Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Joko Sutrisno, Senin (2/6), mengatakan, pemerintah menargetkan pada tahun 2010 komposisi siswa SMK dengan SMA 50: 50. Adapun tahun 2015 komposisinya 70:30.

Guna mempersiapkan daya tampung bagi penambahan siswa SMK itu, tahun ini akan dibangun 4.000 ruang kelas baru, baik di sekolah negeri maupun swasta. Terdapat pula sejumlah SMA swasta yang beralih menjadi SMK, sedangkan lima SMA negeri berubah menjadi SMK negeri.

Joko mengatakan, biaya membangun satu unit SMK terbilang mahal, yakni Rp 1 miliar hingga Rp 5 miliar, tergantung program keahliannya. Program manajemen, misalnya, lebih murah ketimbang teknik mesin yang membutuhkan alat-alat khusus.

Tenaga pengajar dipersiapkan dengan melibatkan guru mata pelajaran umum di SMA dan mahasiswa untuk mengajar di SMK. "Yang masih kurang adalah tenaga pengajar khusus kejuruan. Kami masih mengusahakan," ujarnya.

Tenaga terampil

Pemerintah mendorong jumlah siswa baru SMK meningkat agar jumlah angkatan kerja terampil dan terlatih membesar. Sebagai gambaran, angka partisipasi kasar di perguruan tinggi sekitar 17 persen. Lulusan SMA yang melanjutkan ke perguruan tinggi tidak lebih dari 30 persen. Sisanya sekitar 70 persen masuk ke pasar kerja dengan keterampilan minim.

Adapun dari lulusan SMK yang jumlahnya 750.000 orang per tahun, sekitar 15 persen melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi. Selebihnya, 85 persen atau 610.000 orang masuk ke pasar kerja. "Separuh dari jumlah itu merupakan tenaga kerja siap pakai atau berketerampilan sehingga lebih mudah terserap ke pasar kerja," kata Joko.

Harus komprehensif

Pengamat pendidikan, Mohammad Abduhzen, yang juga Sekretaris Institute for Education Reform, mengungkapkan, dunia pendidikan tidak terlepas dari industri, termasuk SMK. Di samping peran utama pendidikan, yakni mengembangkan potensi individu, pendidikan harus pula menjawab kebutuhan eksistensial, seperti kebutuhan ekonomi dan strategi kebudayaan bangsa.

Pendidikan juga alat orang meningkatkan kesejahteraan hidupnya dan mobilitas sosial. Untuk itu, yang diperlukan ialah tenaga kerja terdidik.

"Kalau hendak memperluas SMK, pemerintah harus memfasilitasi mereka dengan bidang dan lapangan kerja yang dapat mereka masuki," ujarnya.

Pemerintah perlu membuat kebijakan yang komprehensif dan tersinergi antardepartemen terkait masalah pendidikan, ketenagakerjaan, dan lapangan pekerjaan," ujarnya.

Lomba kompetensi

Sementara itu, untuk mendorong peningkatan kualitas siswa SMK, akan diadakan Lomba Kompetensi Siswa SMK Tingkat Nasional pada 23-28 Juni 2008. Terdapat 45 bidang keahlian yang dikompetisikan.

Acara yang dapat diikuti siswa-siswi terbaik SMK di seluruh Indonesia tersebut sekaligus menjadi ajang mempromosikan SMK.

"Kami akan mengundang para pengusaha dan dunia industri untuk melihat potensi siswa-siswa SMK," ujar Joko. Para siswa terbaik nantinya akan mengikuti kompetisi di Kuala Lumpur, Malaysia, pada November 2008 dan kompetisi internasional di Calgari, Kanada, pada tahun 2009.

Di samping itu, kemampuan dan kualitas siswa SMK untuk membuat dan merakit alat juga dikembangkan. Harapannya, alat itu nantinya bisa dijual. (INE)

http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/06/03/00532368/ditargetkan.15.juta.siswa.masuk.smk

Tidak ada komentar: