Dana BOS setahun sekitar Rp 11,2 triliunMenteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo hanya mengajukan penghematan anggaran 2008 sebesar 0,5 persen yang akan dibahas dalam APBN Perubahan. Penghematan anggaran itu tak akan mengganggu alokasi dana untuk Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang telah direncanakan Diknas.
Bambang mengatakan penghematan anggaran itu sudah diajukan ke Menteri Keuangan. Penghematan itu diterapkannya di semua sektor pembiayaan di departemennya kecuali untuk pos anggaran BOS. ''Kalau BOS tidak akan diganggu-ganggu,'' ujarnya ketika ditanya wartawan di sela-sela acara peninjauan ke sekolah SD dan SMP di Jakarta Utara, kemarin (29/2). Ia mendampingi Presiden SBY dan Ibu Negara yang mendadak meninjau sekolah tersebut.
Presiden SBY beserta Ibu Ani Yudhoyono, Jumat siang, mengunjungi SMPN 84 Jakarta Utara untuk melihat langsung kondisi pembelajaran dan pendidikan di sekolah tersebut. Presiden yang didampingi Mendiknas Bambang Soedibyo dan Menko Kesra Aburizal Bakrie juga meninjau SDN Tugu Utara 18, 19, dan 20 yang juga terletak dalam lokasi yang sama dengan SMP tersebut.
Kepala Negara juga berdialog dengan beberapa orang tua siswa dari sekolah dasar tersebut. Meski diiringi oleh rintik hujan yang mengguyur Jakarta sejak usai sholat Jumat, ratusan siswa SMP dan SD antusias menyambut rombongan Kepala Negara.
Dalam rombongan tersebut tampak pula satu unit mobil pintar yang dikelola oleh Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB). Menurut Ambar, petugas mobil pintar, satu unit mobil itu merupakan bagian dari tujuh mobil pintar yang dikelola di bawah program Indonesia Pintar.
Mengenai penghematan anggara departemen, Bambang menyatakan meskipun penghematan yang diminta Presiden SBY hingga 15 persen untuk setiap departemen, dirinya yakin usulan angka yang diajukannya bisa diterima. Kendati hasilnya nanti belum bisa dipastikannya mengingat pembahasan APBN Perubahan itu masih dilakukan antara Menkeu dengan DPR. Ia pun belum mengetahui tanggapan dari Presiden mengenai usulan penghematan yang diajukannya.
Lantaran masih dibahas di DPR, Mendiknas mengatakan sementara ini penghematan tersebut masih sebatas rencana. Diakuinya, sejumlah pos anggaran di departemennya telah diberi tanda untuk ditunda pelaksanaannya. Pos anggaran ini diminta untuk tidak buru-buru direalisasikan tahun ini. Hanya saja ia tak bisa menyebutkan nama-nama pos anggarannya satu per satu. ''Hampir di semua program,'' kilahnya.
Walaupun pada akhirnya nanti harus terjadi penghematan di departemennya, Bambang tidak terlalu risau. Menurutnya, anggaran yang diterima Diknas tahun ini sudah sangat besar. Nilainya bahkan telah mencapai lebih dari tiga kali lipat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Tapi ia menginginkan pemotongan anggaran yang dikenakan kepada departemennya jangan terlalu besar.
Tahun ini Diknas menganggarkan dana BOS sebesar Rp 11,2 triliun. Sebelumnya pada 2007, dana BOS yang dikucurkan untuk tingkat pendidikan dasar, yakni SD dan SMP mencapai Rp 1,5 triliun yang didalamnya termasuk pula dana BOS untuk buku. Sedangkan pada 2006, dana BOS yang digelontorkan pemerintah senilai Rp 1,3 triliun.
Menurut Mendiknas, penghematan anggaran tak akan berpengaruh pada alokasi dana untuk memperbaiki atau merehabilitasi sekolah. Perbaikan gedung-gedung sekolah yang telah rusak tetap akan dijalankan. Prioritas perbaikannya untuk daerah-daerah yang masih banyak memiliki gedung sekolah rusak. Sedangkan gedung sekolah di Jakarta dinilainya sudah banyak yang memadai. ''Sekolah ini saja, jauh lebih bagus dibanding SMA saya,'' ujarnya sambil menunjuk bangunan sekolah yang sedang ditinjaunya itu.
Sedangkan untuk program buku murah, lanjut Bambang, anggarannya tidak terlalu besar. Tanpa menyebutkan angkanya, Diknas hanya akan membeli copy right dari penerbit sejumlah buku pelajaran agar masyarakat dapat menggandakannya dengan mudah. ''Dan memperdagangkannya secara murah,'' pungkasnya. djo

Tidak ada komentar:
Posting Komentar