01 Maret 2008

Rindu Siswa kepada SBY

Hujan yang mengguyur hampir seluruh wilayah Jakarta kemarin (29/2) siang tidak menurunkan semangat ratusan siswa Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama di Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara. Semangat itu muncul karena akan datangnya tamu istimewa.
Begitu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beserta Ibu Ani SBY dan rombongan memasuki perkarangan sekolah mereka, dengan serentak para siswa bertepuk tangan dan meneriakkan “SBY, SBY, SBY....”
"Wah saya awalnya tidak percaya Mbak, saat guru bilang Presiden SBY mau berkunjung. Eh, ternyata benar Pak SBY datang, saya senang sekali," ujar Sischa, siswa kelas enam SD 17 Koja, pagi yang kemarin dikunjungi Presiden.
Ia mengatakan, berita kedatangan Presiden sudah disampaikan oleh guru kepada seluruh murid di SD 17, 19 dan 20 serta SMP 84 yang terletak di satu komplek di Jalan Kramat Jaya, Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara.
Siang itu, Sischa dan teman-temannya ada pelajaran tambahan yang diadakan tiap selesai jam sekolah dari Senin hingga Jumat. "Tapi saya mau lihat Pak Presiden, saya ngefans berat sama Pak Presiden, apalagi sama Bu Ani," ujarnya polos.
Kunjungan Presiden SBY dan Ibu Negara kemairn untuk menyampaikan pinjaman mobil pintar yang sudah menjadi program utama Ibu Negara dalam mencerdaskan anak-anak bangsa. Turut serta dalam rombongan, Menteri Sekretaris Negara Hatta Radjasa, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie, Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo dan Wali Kota Jakarta Utara Effendi Anas.
Dalam kesempatan itu, Presiden menyampaikan sejumlah pesan kepada seluruh siswa selayaknya seorang ayah kepada anak-anaknya. "Saya ingin berpesan agar kalian selamat di masa mendatang, mulai saat ini harus rajin belajar, beribadah, berolahraga, baik kepada orang tua, kepada guru dan juga rukun kepada teman-teman. Lalu yang terpenting adalah jauhi narkoba," kata Presiden disambut kata “Amin” oleh seluruh siswa.
Presiden menyatakan sangat puas dan senang karena dalam kunjungannya ini terbukti proses pendidikan di komplek sekolah tersebut berjalan dengan baik.
Seperti disampaikan Sischa, ia sama sekali tidak perlu membayar uang sekolah dan uang buku pelajaran umum. “Saya cuma bayar Rp59 ribu untuk membeli LKS (Lembar Kerja Siswa) yang dipakai selama satu tahun, sedangkan lainnya gratis,” ujarnya.
Kala Presiden memasuki satu kelas untuk menemui para siswa, seorang murid bernama Maria mengajukan pertanyaan menarik. "Pak, jadi Presiden enak tidak," ujarnya disambut tawa seluruh yang hadir.
SBY pun menjawab, “Jadi Presiden banyak kerjaannya, banyak yang dipikirkan. Tetapi meskipun begitu jika dijalankan dengan ikhlas, kita dapat menjalaninya dengan bersyukur."


disalin dari jurnal nasional, 01/3/2008

Tidak ada komentar: