14 Mei 2008

Puluhan Gedung SD di Bekasi Akan Diperbaiki

kompas, 14 Mei 2008, Bekasi - Tidak kurang dari 30 unit gedung sekolah dasar di Kota Bekasi harus diperbaiki. Selain sudah berusia tua, banyak gedung sekolah dasar tersebut yang rawan ambruk.

Seperti terjadi di Sekolah Dasar Negeri Ciketing Udik 2, Pangkalan VI, Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantar Gebang. Salah satu gedung, yang terdiri atas dua ruang belajar, ambruk bagian atapnya pada Sabtu (10/5). Tidak ada korban jiwa manusia dalam kejadian itu karena ambruknya atap itu terjadi pada malam hari, dan tidak ada orang.

Kepala SD Negeri Ciketing Udik 2 Yaya Suparya mengatakan, atap gedung itu ambrol karena kayu-kayunya sudah lapuk. Gedung itu dibangun lebih dari 30 tahun lalu dan belum pernah sekalipun direnovasi.

Sampai menjelang atapnya runtuh, gedung tersebut masih digunakan. Satu ruang menjadi ruang kelas untuk murid kelas 3 dan satu ruang lainnya menjadi ruang laboratorium komputer.

Warga setempat, Tian, menerangkan, gedung SD Negeri Ciketing Udik 2 yang atapnya runtuh itu merupakan gedung tertua yang ada di lingkungan mereka.

"Malam Minggu lalu, saya mendengar suara gemuruh dari arah sekolah. Dan pas melihat keluar, ternyata itu suara genteng jatuh," kata pemilik warung yang tinggal di seberang sekolah dasar itu.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan Kota Bekasi Sumirgo mengatakan, gedung di SD Negeri Ciketing Udik, yang ambrol atapnya itu, adalah satu dari 30 unit gedung yang diusulkan untuk diperbaiki pada tahun ini.

Gedung di SD Negeri Ciketing Udik 2 itu semula direncanakan sebatas renovasi ringan dengan anggaran lebih kurang Rp 150 juta. Lantaran kerusakannya ternyata bertambah parah, kata Sumirgo, gedung itu diusulkan agar dirobohkan kemudian dibangun gedung baru.

"Mau tidak mau anggarannya bertambah dan (untuk itu) kami akan meminta tambahan anggaran dalam APBD perubahan nanti," kata Sumirgo ketika dia dan Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendidikan Pembinaan TK/SD Bantar Gebang Ahmad Yani meninjau sekolah yang berlokasi di perbatasan Kota Bekasi dan Kabupaten Bogor itu, kemarin siang.

Beberapa kali terjadi

Kasus atap gedung sekolah ambruk bukan sekali dua kali terjadi di Bekasi. Pada Awal Juli 2006, misalnya, atap gedung SD Negeri Margahayu IV, Jalan Mayor Oking, Bekasi Timur, Kota Bekasi, tiba-tiba ambruk. Tidak berselang lama, tembok gedung sekolah itu pun ikut ambruk.

Sepekan lalu, peristiwa serupa terjadi di Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Atap gedung baru di Sekolah Dasar Negeri Tambun 02, Tambun Selatan, yang masih dalam tahap penyelesaian pembangunan, tiba-tiba ambrol. Selain merusakkan bangunan, atap ambrol itu menyebabkan dua pekerja mengalami luka ringan. (cok)

Tidak ada komentar: