14 Mei 2008

Beasiswa untuk Mahasiswa Miskin

Rabu, 14 Mei 2008, Jakarta, Kompas - Pemerintah mengalokasikan dana senilai Rp 10 miliar untuk 2.000 calon mahasiswa yang memiliki potensi akademik bagus tetapi berasal dari keluarga tidak mampu. Undangan untuk menjaring calon mahasiswa yang berpotensi akademik tetapi miskin itu disebar ke 3.000 SMA di seluruh Indonesia.

"Setiap calon mahasiswa diberi Rp 5 juta, setidaknya aman untuk biaya kuliah pada tahun pertama. Selanjutnya, mereka bisa mendapat beasiswa saat sudah kuliah yang disediakan pemerintah khusus untuk mahasiswa yang tidak mampu," kata Fasli Jalal, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional, di Jakarta, Selasa (13/5).

Menurut Fasli, sebanyak 2.000 mahasiswa baru penerima beasiswa di perguruan tinggi negeri (PTN) itu dijaring dari 16.000 lulusan SMA yang mengikuti seleksi nasional masuk PTN (SNMPTN). Beasiswa mengikuti ujian SNMPTN yang diberikan untuk calon mahasiswa berpotensi akademik baik tetapi tidak mampu itu meliputi pembelian formulir pendaftaran hingga biaya transportasi dan pemondokan selama ujian. "Mereka ini diusulkan kepala sekolah dengan kriteria berprestasi baik, tetapi terancam tidak bisa melanjutkan kuliah karena terkendala biaya," kata Fasli.

Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, juga menyediakan beasiswa untuk mahasiswa tidak mampu. Melalui jalur penelusuran bibit unggul tidak mampu, mahasiswa dibebaskan dari segala biaya pendidikan di UGM selama delapan semester. UGM juga menyediakan beasiswa sumbangan peningkatan mutu akademik (SPMA) bagi 1.000 mahasiswa baru tahun akademik 2008/2009. "Ketika memperoleh beasiswa ini, mahasiswa dibebaskan dari pembayaran SPMA," kata Rektor UGM Sudjarwadi.

Banyak peminat

Sementara itu, peminat penerimaan calon mahasiswa baru PTN melalui jalur mandiri menunjukkan tren peningkatan pada tahun ini. Gejala ini, salah satunya, terlihat di Institut Teknologi Bandung dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung.

Diduga, hal itu terjadi karena kebingungan masyarakat terhadap pelaksanaan SNMPTN. Calon mahasiswa memilih aman dengan mendaftar melalui jalur khusus yang sudah jelas dan tegas mekanisme serta jadwal seleksinya.

Menurut Wakil Rektor Bidang Akademik ITB Adang Surahman, ketidakpastian mekanisme SNMPTN hanyalah salah satu faktornya. Faktor lainnya adalah kenyataan bahwa jalur mandiri, yang di ITB diberi nama ujian saringan masuk (USM) ITB, juga memberi ruang terhadap beasiswa masyarakat tidak mampu. Jadi, banyak masyarakat tertarik untuk mendaftar.

"Sudah banyak yang minta permohonan beasiswa. Sudah 300 orang sejauh ini," ucapnya. Padahal, kuota beasiswa ini di USM ITB hanya 30 orang.

Tren peningkatan pendaftar juga terjadi di UPI. Tahun 2008, misalnya, total pendaftar dari jalur penelusuran minat dan kemampuan (PMDK) telah mencapai 9.085 orang dari 962 sekolah di seluruh Indonesia. Padahal, yang diterima hanya 1.065 orang. (ELN/DYA/WER/JON)

Tidak ada komentar: