Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 220 Durikepa, Kecamatan Kebonjeruk, Jakarta Barat, yang rusak karena banjir diusulkan segera direhab total. Jika tidak, kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah langganan banjir itu tidak akan berjalan maksimal."Kami mengusulkan agar SMPN 220 direhab total, dan kami juga mengusulkan pengurugan lahan sehingga lebih tinggi dari kali Gendong dan Sekretaris yang letaknya tidak jauh dari sekolah," kata Kepla Suku Dinas Pendidikan Dasar (Dikdas) Jakarta Barat Suparlan, Minggu (2/3).
Jika tidak diurug, kata dia, pembangunan itu akan sia-sia dan dapat dipastikan kembali rusak, karena di kawasan itu merupakan langganan banjir. Bahkan pengalaman banjir yang terjadi awal tahun ini dan tahun lalu terparah dari puluhan sekolah lainnya yang terkena banjir.
Usulan pembangunan baru sekolah itu juga merespon usulan walimurid, dengan harapan ke depan KBM di sekolah itu tidak terganggu lagi akibat banjir. "Saat ini sekolah itu banyak yang rusak, dan dikhawatirkan akan ambruk," ungkapnya.
"Sebelum ambruk kami sudah mengantisipasi, sejak pekan KBM kami pindahkan di SDN 16 dan 17 yang tidak jauh dari sekolah itu," jelasnya.
Disamping itu, lanjut dia, pihaknya juga mengusulkan instansi terkait untuk membangun jembatan khusus yang memudahkan akses ke sekolah, karena selama ini harus memutar. “Kami usulkan pembuatan jembatan khusus ke sekolah yang bias dilewati mobil,” katanya.
Menanggapi pertanyaan wartawan, terkait sekolah yang akan direhab pada 2008, Suparlan memaparkan pihaknya sudah mengusulkan untuk rehab total di Jakarta Barat jumlahnya 42 gedung sekolah, 24 SDN dan 18 SMPN.
Sedangkan untuk yang rehab berat sebanyak 66 gedung sekolah, 50 SDN dan 10 SMPN. “Usulan sudah disampaikan ke Dinas Dikdas, tapi tergantung keputusan Pemprov DKI, mudah-mudahan disetujui,” harapnya. Penulis: udin Sumber: udin
disalin dari beritajakarta.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar