03 Maret 2008

Rawan Ambruk, Delapan Gedung Sekolah Ditutup

Untuk tetap mengoptimalkan proses belajar mengajar, Dinas Pendidikan Dasar (Dikdas) dan Kantor Tata Bangunan dan Gedung (KTBG) DKI Jakarta akan menutup delapan gedung sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) yang kondisinya memprihatinkan.

Kepala Dinas Dikdas DKI Jakarta Sylviana Murni saat jumpa pers di Balai Kota, Selasa (26/2) meminta kepada para pemilik gedung sekolah untuk melakukan merger dengan sekolah lainnya. “Kita menutup delapan gedung sekolah karena bangunannya rawan ambruk,” ujar Sylviana.

Kedelapan sekolah tersebut yakni SD 21 dan SD 22 Kramatjati Jakarta Timur; SD 05, 06, 07, 08 Petamburan Jakarta Pusat. Selain itu yakni SMP 220 Jakarta Barat dan SMP 193 Jakarta Timur.

Mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil DKI ini menuturkan, pihaknya akan memotong anggaran perjalanan dinas guna dialihkan ke anggaran perbaikan gedung sekolah. “Kita alihkan untuk yang prioritas,” ujarnya.

Pada tahun 2008 ini, kata Sylviana, pemprov mengalokasikan anggaran sebesar Rp 675.250.000.000 untuk merenovasi 437 SD/SMP. “Tapi dalam APBD yang disetujui hanya 22 sekolah dengan rincian 12 SD dan 10 SMP,” ucapnya.

Namun, lanjut Sylviana, itu belum termasuk rehab berat seperti di Jakarta Timur sebanyak 60 sekolah yang mesti direhab dimana biaya untuk sekolah yang rusak berat mencapai Rp 800 juta-Rp 1,5 miliar.

Sedangkan Kepala KTBG DKI Eri Basworo mengatakan, dari data aset managemen plan Dinas Dikdas, SD yang rusak 2500 gedung, SMP 1500 gedung. “Pada umumnya, kerusakan terjadi kuda-kuda kayu karena dibangun lebih dari 25 tahun yang lalu,” katanya.

Sebagai solusinya, kata dia, mesti direhab dengan dipasang kuda-kuda baja. “Dan untuk menghindari agar sekolah tidak tergenang banjir perlu diuruk atau dibikin bangunan panggung,” katanya lagi.

Secara terpisah anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Ahmad Husin Alaydrus mengatakan, pada prinsipnya dirinya setuju rencana rehab sekolah tersebut.

Tapi, kata Alaydrus, dari 20 gedung SD/SMP yang diajukan pemprov, dewan hanya menyetujui 10 gedung yang akan direhab berat.

disalin dari beritajakarta.com

Tidak ada komentar: