01 Maret 2008

Presiden dan Ibu Ani Sidak Sekolah

DIALOG, Presiden SBY didampingi Ibu Ani Yudhoyono berdialog dengan murid kelas II, saat melakukan kunjungan ke SDN 17, 19, dan 20 Tugu Utara serta SMPN 84 Tugu Utara, Jakarta Utara, kemarin.

Di tengah hujan yang cukup deras dan merata di seluruh wilayah Jakarta, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) beserta Ibu Negara Ani Yudhoyono kemarin melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SDN 17,SDN 19,SDN 20, dan SMP 84 di Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara.
Presiden yang tiba di lokasi sekolah langsung disambut meriah dengan teriakan berbagai yel-yel dan nyanyian oleh ratusan anak-anak yang berdiri berjajar di teras sekolah mulai dari lantai 1 hingga lantai 3 sekolah tersebut.
”Pak Presidennya wangi dan ganteng. Ibunya (Ani Yudhoyono) juga cantik dan ramah. Teman-teman semua tadi senang lihat Presiden datang, saya jadi histeris.Tadi semuanya nggak percaya kalau Presiden mau datang,” ujar Siska, siswi kelas 6 SDN 17 Tugu Utara.
Saat melakukan sidak, Presiden SBY didampingi Menko Kesra Aburizal Bakrie, Mensesneg Hatta Rajasa, Mendiknas Bambang Sudibyo, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo,dan Wali Kota Jakarta Utara Efendi Anas. Dalam kunjungan tersebut, sebuah mobil pintar yang merupakan hasil sumbangan ibu-ibu Sekretariat Ibu-Ibu Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) dan berisi buku-buku bacaan menarik turut diikutsertakan ke sekolah itu.
Presiden dalam kunjungannya selama 1,5 jam sempat berdialog dengan para guru dan perwakilan enam wali murid. Presiden juga berdialog dengan siswa-siswi kelas 1,kelas 4,dan kelas 5 SDN 17 di dalam kelas. Saat meninjau siswa-siswi kelas 1 yang sedang melakukan kegiatan belajar mengajar, seorang siswi bernama Nadya mengajukan pertanyaan kepada Presiden.
”Pak,enak nggakjadi Presiden?” tanya Nadya kepada Presiden yang disambut riuh tawa rombongan Kepresidenan. Dengan sikap yang sangat ramah dan bijak, Presiden pun menjawab pertanyaan itu.”Jadi Presiden banyak tugasnya, kerjaannya jadi tambah mikirin negara. Tetapi, kalau semua dijalankan dengan ikhlas, bisa dilaksanakan dengan baik. Semua jenis pekerjaan harus disyukuri,” ujar Presiden.
Sementara itu, di tempat yang sama, Mendiknas Bambang Sudibyo mengatakan, dengan adanya pemotongan anggaran 15 persen, departemennya akan memotong beberapa program yang sebelumnya di rencanakan. ”Program yang ditunda semua dilakukan secara merata, kecuali program bantuan operasi sekolah (BOS).BOS tidak mungkin diganggu,” ujar Bambang Sudibyo. (rarasati syarief)
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/berita-utama/presiden-dan-ibu-ani-sidak-sekolah.html

Tidak ada komentar: