Utamakan Kepentingan Masyarakat
Sabtu, 15 Maret 2008
Jakarta, Kompas - Perhimpunan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru bersedia bermitra dengan sejumlah perguruan tinggi yang sudah memutuskan keluar. Dengan sikap ini, sistem ujian seleksi masuk perguruan tinggi negeri nantinya tetap satu dan masyarakat tidak dirugikan.
Hal itu diungkapkan Ketua Perhimpunan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Tingkat Pusat Asman Budi Santoso seusai pertemuan dengan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Fasli Jalal di Jakarta, Jumat (14/3). ”Kami mengutamakan kebersamaan agar sistem ujian hanya ada satu. Detailnya belum disusun, tetapi semangatnya kebersamaan,” ujarnya.
Soal uang pendaftaran yang harus disetor ke negara sebagai pendapatan negara bukan pajak (PNBP), menurut dia, sebetulnya tidak ada persoalan hukum dengan apa yang sudah dijalankan Perhimpunan SPMB selama ini. ”Permasalahannya, ada kekhawatiran di kalangan perguruan tinggi. Kalau user kita takut, ya, kita tidak bisa apa-apa. PTN itu yang harus setorkan institutional fee sebagai PNBP. Karena mereka sudah takut, ya sudah kita mengalah, kan, tidak apa-apa,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Dikti Departemen Pendidikan Nasional mengatakan, dalam pertemuan itu disepakati bahwa Perhimpunan SPMB bersedia bermitra dalam satu sistem nasional yang diatur oleh Surat Keputusan Dirjen Dikti. ”Akan dicarikan satu nama sistem nasional ujian seleksi yang sifatnya rekonsiliasi,” ujar Fasli.
Dia mengatakan, pada seleksi masuk 2008 nantinya diupayakan sistem ujian tidak berubah seperti tahun-tahun sebelumnya bagi mahasiswa. Dirjen Dikti akan mengumpulkan semua rektor untuk membahas persoalan dan membuat keputusan.
Secara terpisah, Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Djoko Santoso mengatakan, Perhimpunan SPMB bukan semata menjaring calon mahasiswa, melainkan juga demi kebersamaan antarperguruan tinggi negeri di Indonesia. Atas dasar itu, ITB tidak pernah menyatakan keluar dari Perhimpunan SPMB.
Rektor Universitas Padjadjaran, Bandung, Ganjar Kurnia juga membantah telah menarik keikutsertaan dari SPMB, meski mengirimkan wakil dalam Rapat Rektor Se-Indonesia di Surabaya. (INE/JON/YNT)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar