Para siswa dan guru SMPN 115 Tebet Jakarta Selatan tampaknya harus menunda niat baik mereka memberikan santuan bagi 250 anak yatim piatu disekitar sekolahnya. Agenda tahunan ini protes sebagian orangtua siswa yang dibebani iuran santunan sebesar Rp 150 ribu per siswa. Pihak sekolah akhirnya membatalkan acara tersebut yang sejatinya akan dilaksanakan, Rabu (24/9) mendatang.
Para orangtua murid menilai program ini memberatkan, sebab setiap siswa dibebani iuran yang besarnya ditentukan bukan sukarela. Ketentuan ini tertuang dalam surat edaran tanggal 8 September 2008 yang ditandatangani Sugihadi Ketua Komite Sekolah dan Agung Dewanto Ketua Panitia Buka Puasa Bersama kelas VIII dan IX (pendidikan jalur cepat dua tahun) SMPN 115 Jakarta.
Adi Dasmin, Kepala Sekolah SMPN 115 Tebet membenarkan adanya penolakan dari sebagian orangtua murid tersebut. Karena itu, acara pembagian santunan kepada 250 yatim piatu dibatalkan. "Daripada menimbulkan polemik dan prasangka yang tidak benar, lebih baik kami batalkan. Uang yang sudah disetor pun praktis akan dikembalikan," ujarnya, Minggu (21/9).
Ia menuturkan, acara ini merupakan agenda tahunan SMPN 115. Pemrakarsanya adalah para siswa-siswi terdahulu. Dalam program ini anak yatim piatu yang tinggal di sekitar sekolah seperti, warga Kelurahan Bukitduri, Tebetbarat, Tebettimur, Manggaraiselatan, Mentengdalam, dan Kebonbaru selalu diundang untuk buka puasa bersama kemudian dilanjutkan dengan pemberian santunan.
"Anak didik kami yakin bahwa doa anak-anak yatim piatu itu di'ijabah (dikabulkan) Allah swt, apalagi di bulan suci Ramadhan ini. Makanya tiap tahun anak-anak anak didik kami rutin menggelar buka puasa bersama yang didalamnya juga ada acara istigotsah," papar Dasmin. Bahkan para murid di sekolah yang terletak di bilangan Tebetutara ini pun yakin, kalau prestasi yang diraihnya selama ini, tidak lepas dari doa anak yatim tersebut. Penulis: nurito Sumber: nurito

1 komentar:
boong tuh, tahun lalu kayanya ga pernah ada yang begitu, seengganya ga pernah ada yang ditentuin sampe 150rb kaya gitu, dan ga pake surat resmi dari sekolah
Posting Komentar