13 Agustus 2008

Antasari: KPK Ikut Berantas Pungli

Kompas 13 Agustus 2008 - Maraknya laporan pungutan liar atau pungli dalam pelayanan masyarakat di DKI Jakarta membuat Komisi Pemberantasan Korupsi turun tangan. Jajaran birokrasi DKI Jakarta juga diingatkan agar bersikap transparan dalam melayani masyarakat dan dalam anggaran pembangunan.

"KPK sering dicemooh karena mengurusi masalah kecil seperti pungli. Namun, banyak masyarakat yang melaporkan kasus pungli dan itu tidak dapat dibiarkan," kata Ketua KPK Antasari Azhar, seusai memberikan ceramah di Balaikota DKI Jakarta, Selasa (12/8).

Layanan publik yang mendapat pengawasan KPK, kata Antasari, antara lain adalah pembuatan KTP, kesehatan, dan sekolah. Meskipun nilai kerugiannya kecil, KPK mau terjun untuk mengatasinya demi pencegahan korupsi yang lebih luas

Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto menuturkan, KPK pernah membantu orangtua murid yang kena pungli di sekolah. Saat itu, KPK memasang alat perekam pada orangtua tersebut dan bukti rekaman digunakan untuk menjerat pihak sekolah yang melakukan pungli.

Menurut Antasari, DKI juga perlu bersikap transparan dalam mengumumkan biaya pelayanan publik dan anggaran pembangunan. Dengan demikian, masyarakat dapat mengetahui dan ikut mengawasi birokrat yang bersikap curang.

Menanggapi permintaan KPK, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengatakan, Pemprov DKI Jakarta akan segera mengumumkan APBD melalui internet agar dapat dicermati warga. Proses lelang beberapa proyek juga sudah mulai diumumkan melalui internet. (ECA)

http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/08/13/0125568/antasari.kpk.ikut.berantas.pungli

Tidak ada komentar: