Di Yogyakarta, misalnya, menurut Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DI Yogyakarta Suwarsih Madya, ada satu sekolah yang semua siswanya tidak lulus. "Tetapi harus dilihat, berapa siswa sekolah yang mengikuti ujian nasional itu," ujarnya. Sekolah yang semua siswanya tidak lulus itu merupakan SMK swasta dengan siswa sebanyak 11 orang.
Di Surabaya, menurut Ketua Subrayon SMAN 21 Surabaya, Nurseno, yang membawahi enam sekolah swasta pada penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) 2008, ada satu SMA swasta dengan murid 18 orang yang semua siswanya tidak lulus.
Di Bandar Lampung, menurut Koordinator Humas Dinas Pendidikan Lampung, Bambang Joko Dwisunarto, ada tujuh sekolah setingkat SMA yang 100 persen siswanya tidak lulus.
Siswa-siswa yang dinyatakan lulus di berbagai kota merayakan kelulusannya dengan melakukan konvoi sepeda motor mengitari kota. Namun, 232 siswa SMAN 3 Yogyakarta memilih membagikan 450 nasi kotak kepada anak jalanan, pengemis, dan tukang becak.
Di Jayapura, puluhan siswa SMA PGRI Jayapura mengamuk ketika diumumkan hanya delapan dari 94 siswanya yang lulus. Mereka memecahkan kaca-kaca ruang kelas, serta merusak papan nama dan pintu sekolah.
Di Palembang, ratusan siswa SMA yang merayakan kelulusan dengan melakukan konvoi kendaraan terpaksa berurusan dengan polisi karena melanggar aturan lalu lintas. (A06/A11/PRA/WER/RWN/ A07/BEE/INK/HLN/ICH/ONI)
http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/06/15/02020734/di.sejumlah.sekolah.100.persen.siswa.tak.lulus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar