06 Juni 2008

Tenaga Pendidikan Banten Pesta Sabu - Terjadi Saat Pelatihan Peningkatan Mutu Pendidikan

Serang, Kompas - Lima pegawai Dinas Pendidikan Banten dan seorang pengedar sabu ditangkap polisi saat mereka pesta sabu di sebuah hotel di kawasan Anyer, Kabupaten Serang, Banten, Rabu (4/6) malam. Mereka ditangkap seusai mengikuti pembukaan acara Pelatihan Peningkatan Mutu Tenaga Pendidik dan Kependidikan.

Acara pelatihan tersebut diselenggarakan Dinas Pendidikan Provinsi Banten. Tiga orang di antara tenaga kependidikan itu merupakan pegawai Dinas Pendidikan Provinsi Banten bernama A Rizal Mutaqin (30) dan Agus Suryadi (34) yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS), serta Panji Kusumah (36) yang berstatus tenaga kerja sukarela (TKS).

Dua orang lainnya, Wawan Kurniawan (37) dan Mujiyanto (44), merupakan PNS pada Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang.

Sementara itu, seorang warga yang juga ditangkap dalam pesta sabu itu adalah Antony (37). Diduga, pria yang sudah beberapa kali keluar masuk penjara itu merupakan penyuplai narkoba untuk para pegawai tersebut.

Dalam penangkapan tersebut, polisi menemukan tiga paket kecil sabu serta bekas alat isap. Saat ini, barang-barang tersebut disita polisi untuk dijadikan barang bukti.

Menurut informasi yang dihimpun Kompas, kelima pegawai Dinas Pendidikan Banten itu datang ke Anyer untuk mengikuti acara pelatihan Peningkatan Mutu Tenaga Pendidik dan Kependidikan yang digelar di Hotel Patrajasa dan Nuansa Bali.

Usai mengikuti acara pembukaan, mereka bersama-sama pergi ke Hotel Riyugu yang berjarak sekitar 1 kilometer dari lokasi pelatihan.

Para pegawai itu menemui Antony yang sudah lebih dulu berada di Kafe Hotel Riyugu. Pria asal Tangerang itu merupakan residivis yang menjadi target operasi polisi karena diduga sebagai pengedar narkoba.

Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Banten Komisaris Besar Pudji Hartanto, saat dikonfirmasi, Jumat kemarin, mengatakan bahwa keenam peserta pesta sabu itu sudah ditahan di markas Kepolisian Resor (Polres) Cilegon.

Polisi masih melakukan pemeriksaan, sekaligus pengembangan untuk mengungkap jaringan jual beli narkoba di Banten.

Secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Banten Eko Endang Koswara membenarkan bahwa Rizal, Agus, dan Panji merupakan pegawai Dinas Pendidikan. Pihaknya juga sudah melaporkan kronologis penangkapan kepada Wakil Gubernur Banten M Masduki, serta Badan Kepegawaian Daerah.

Diancam dipecat

Eko Endang Koswara menegaskan bahwa penangkapan tersebut berlaku pribadi, bukan kedinasan karena dilakukan di luar jam kerja.

"Jadi setelah acara selesai, mereka ngeluyur ke luar. Penangkapan dilakukan di luar jam kegiatan," katanya.

Namun, Wakil Gubernur Banten tetap menyesalkan tindakan para pegawai Dinas Pendidikan tersebut.

"Terus terang saya sangat terpukul, seharusnya PNS menjadi contoh karena mereka mengurusi rakyat banyak," ujar dia usai memberikan penghargaan pengentasan Wajar Dikdas di Pendapa Gubernur, kemarin.

Oleh karena itulah, Pemprov Banten menyerahkan penanganan kasus penyalahgunaan narkoba itu kepada polisi.

Selain itu, Pemprov Banten juga akan memberikan sanksi sesuai dengan tingkat kesalahan yang dilakukan para PNS. Namun, Wakil Gubernur Banten mengancam akan memecat para pegawai negeri yang terlibat pesta sabu di pantai barat Pulau Jawa itu. (NTA)

http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/06/06/00393237/tenaga.pendidikan.banten.pesta.sabu

1 komentar:

Unknown mengatakan...

Gimana mau maju kalau pemerintah hanya memberikan anggaran pendidikan yang sedikit di APBN.
Nasib guru bantu dan honorer yang gak pernah sejaterah menambah wajah buruk pendidikan nasional kita.
oiya pasang widget infogue.com. Bisa nambah pengunjung lho.
kayak diblog gue.
http://pendidikan.infogue.com/tenaga_pendidikan_banten_pesta_sabu_terjadi_saat_pelatihan_peningkatan_mutu_pendidikan