Depdiknas pada tahun ajaran 2008/2009 bakal menambah kursi untuk peserta didik baru sekitar 300 ribu orang dan 4.000 ruang kelas SMK baru.
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) agaknya kian menarik perhatian saja. Bagaimana tidak, tahun 2008 ini, sudah ada lima SMA negeri yang menjelma menjadi SMK negeri. Belum lagi ratusan SMA swasta yang juga memilih bermetamorfosis menjadi SMK swasta. Wajar bila Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) pada tahun ajaran 2008/2009 bakal menambah kursi untuk peserta didik baru sekitar 300 ribu orang dan 4.000 ruang kelas baru.
Tahun 2007 lalu, penerimaan siswa baru (PSB) hanya 1,2 juta orang, tapi tahun ini ditargetkan menjadi 1,5 juta peserta didik SMK. ''SMK memang sedang didorong untuk menaikkan jumlah siswa,'' ujar Direktur Pembinaan SMK, Depdiknas, Joko Sutrisno, di Gedung Depdiknas, Senin (2/6).
Menurut Joko, lulusan SMK berbeda dengan lulusan SMA. Lulusan SMA dipersiapkan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi untuk menjadi ilmuwan, birokrat, atau teknokrat. Namun demikian, lanjut dia, hanya 30 persen yang melanjutkan ke perguruan tinggi. ''Dan, 70 persen lainnya yang tidak memiliki bekal keterampilan terjun ke pasar kerja, kebanyakan tanpa ketrampilan yang memadai,'' jelasnya.
Sementara, kata Joko, lulusan SMK dipersiapkan langsung ke industri dengan berbagai bekal ketrampilan kerja. Hasilnya, sekitar 85 persen lulusan SMK diterima di bursa kerja dan 15 persen lainnya melanjutkan ke perguruan tinggi. ''SMK mampu memenuhi kebutuhan industri. Lulusan SMK itu terserap ke lapangan kerja di berbagai bidang, seperti bisnis manajemen, teknologi informasi, teknologi rekayasa, serta pariwisata dan perhotelan,'' cetusnya.
Di DKI Jakarta misalnya, kata Joko, tahun ini menerima 85.551 siswa SMK di negeri dan swasta. Jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan penerimaan siswa SMA yang jumlahnya di sekolah negeri dan swasta 70.516 orang. ''Di Jakarta, peminat SMK sudah lebih tinggi dibanding SMA, karena SMK disiapkan untuk ke dunia kerja,'' ungkap Kepala Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi (Dikmenti) DKI Jakarta, Margani M Mustar, beberapa waktu lalu.
Calon siswa SMK yang PSB untuk jurusan tertentu harus memenuhi persyaratan khusus. Misalnya, untuk program keahlian pada kelompok teknologi industri, program keahlian restoran, dan tata busana, disyaratkan calon peserta didik tidak buta warna. Selain itu, calon siswa tidak memiliki kendala fisik untuk mengikuti kegian belajar mengajar sesuai karakteristik program keahlian yang dipilih.
''Persyaratan fisik pada program keahlian ini menyangkut keselamatan. Misalnya kimia analis tidak boleh buta warna, di SMK penerbangan mesin-mesin dengan standar Eropa, sehingga dibutuhkan syarat tinggi badan,'' tegasnya.
Untuk meningkatkan kemampuan ketrampilan siswa SMK dan untuk memenuhi kebutuhan peralatan di sekolah tersebut, kata Joko, Depdiknas juga menjalin kerja sama dengan Departemen Perindustrian dalam mengupayakan peralatan sekolah secara mandiri di SMK. Salah satu sekolah yang telah berhasil membuat peralatan sendiri adalah SMK Negeri 4, Cilincing, Jakarta Utara. Sekolah tersebut membuat computer numerical control (SNC). ''SMK menjadi basis untuk pertumbuhan manufaktur,'' jaminnya.
Tak hanya itu, untuk meningkatkan citra SMK, Depdiknas juga menggelar Lomba Kompetensi Siswa (LKS) di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 23 hingga 28 Juni 2008 mendatang. Lomba itu juga untuk menyeleksi siswa SMK dalam mengikuti kompetensi SMK setingkat ASEAN di Kuala Lumpur pada Oktober 2008 dan kompetensi SMK di Kanada pada 2009. Sebanyak 45 bidang akan dilombakan, antara lain bidang sekretaris, perkayuan, dan aplikasi elektronik.
Sementara itu, terkait dengan target pemerintah agar perbandingan antara SMK dengan SMA menjadi 50:50 pada 2010 , Joko mengatakan, pihaknya tahun ini menargetkan dapat menjaring 1,5 juta lulusan SMP untuk masuk ke SMK. Pertimbangannya, lulusan SMA yang melanjutkan ke perguruan tinggi tidak lebih dari 30 persen, sedangkan 70 persen lainnya melompat ke pasar kerja dengan kualitas yang rendah. ''SMA akan kita jadikan tempat persemaian keilmuan,'' jelasnya.
Syarat Khusus PSB SMK:
1. Untuk calon siswa semua program keahlian pada kelompok teknologi industri, program keahlian restoran, dan tata busana, tidak buta warna
2. Tidak memiliki kendala fisik untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar sesuai karakteristik program keahlian yang dipilih
3. Untuk calon siswa program keahlian teknik mesin, teknik otomotif, teknik penerbangan, akomodasi perhotelan, restoran, dan usaha jasa pariwisata memiliki tinggi badan minimal pria 158 cm dan wanita 153 cm.
Ikhtisar:
- Tahun 2007 lalu, penerimaan siswa baru (PSB) hanya 1,2 juta orang, tapi tahun ini ditargetkan menjadi 1,5 juta peserta didik SMK.
- Depdiknas pada tahun ajaran 2008/2009 bakal menambah kursi untuk peserta didik baru sekitar 300 ribu orang dan 4.000 ruang kelas SMK baru.
Merintis SMK Berbasis Industri Kecil
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tak akan lama lagi akan menjadi salah satu basis pertumbuhan manufaktur, termasuk industri pertanian, agrobisnis, agroteknologi, dan produksi pangan. Untuk itu, Departemen Pendidikan Nasional bekerja sama dengan Departemen Perindustrian sedang mengembangkan industri kecil berbasis SMK. Hal ini sekaligus sebagai upaya bagi SMK untuk memproduksikan alat-alat praktik sendiri.
Direktur Pembinaan SMK Depdiknas Joko Sutrisno menyatakan, beberapa SMK bahkan telah berhasil merakit komputer seperti SMK Negeri 4 Jakarta yang berhasil merakit mesin CNC (Computer Numeric Control). Saat ini sudah ada 12 ribu unit komputer yang sudah dirakit oleh siswa-siswa SMK bekerjasama dengan Zyrex.
Menurut Joko, saat ini pihaknya sedang mendorong siswa-siswa SMK untuk merakit peralatan sendiri untuk digunakan sendiri atau digunakan di SMK-SMK lain. ''Upaya tersebut kami lakukan selain untuk menekan biaya juga membeli peralatan dari luar negeri, serta dapat memperluas lapangan kerja,'' jelasnya kepada pers, Senin (2/6).
Namun Joko menyatakan, untuk menjadikan sebuah SMK berbasis industri kecil seperti jurusan teknik mesin perkakas dibutuhkan investasi yang besar, yakni Rp 5 miliar untuk gedung dan mesin-mesin. Biaya agak lebih rendah, yakni Rp 1 miliar, bisa diinvestasikan untuk SMK jurusan bisnis manajemen dan pariwisata. (eye )
http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=336299&kat_id=506

Tidak ada komentar:
Posting Komentar