JAKARTA, KAMIS - Meski trauma akibat pemerkosaan yang dialaminya, Menur (9) -sebut saja begitu-, sudah mulai masuk sekolah secara kontinyu dalam seminggu terakhir ini. Ibu korban, sebut saja Murni (32) mengaku, sejak peristiwa tragis itu, perilaku putrinya memang agak berubah.
"Dia lebih sering ngambek dan juga mudah benci kepada abang dan adiknya (yang adalah lelaki). Bahkan adiknya kemarin pernah dibekep (ditutup wajahnya dengan bantal). Mainnya juga cuma di deket-deket sini aja," ujar Murni di Depok, Rabu (4/6), sambil terus memeluk putrinya.
Tekanan psikologis yang dialami Menur tidak hanya datang karena perlakuan asusila itu saja, tapi juga teman-teman sekolah dan beberapa tetangga justru memojokkan buah hati Murni yang kini duduk di kelas 2 SDN Grogol Kecamatan Limo, Depok. Oleh karena itu, Menur akhirnya hanya menangis lalu mengadu dan kemudian enggan pergi ke sekolah lagi.
"Pertama-tama dipojokin ama teman-temannya. Mereka bilang 'kamu aja yang mau, yang pengen'. Tetangga juga bahkan ada yang nanyain 'enak?'. Bapak-bapak lho itu," ujar Murni kesal.
Tentu saja Murni menyadari, hal itu sesuatu yang sangat membebani kejiwaan Menur. Oleh karena itu, Murni dan suaminya, sebut saja Maman (35), sempat bergantian menunggui anak keduanya itu sepanjang jam sekolah selama satu minggu. "Saya juga selalu menginterogasi dia setelah pulang sekolah. Saya tanya, gimana sekolahnya hari ini, teman-teman, untungnya akhir-akhir ini sudah jarang," ujar Maman.
Maman dan Murni sebenarnya sangat mengkhawatirkan kondisi psikologis putrinya. Menurut mereka, mungkin saat ini putri mereka belum mengerti banyak soal keadaannya. "Tapi gimana kalau dia nanti gede-an dikit dan mulai ngerti. Gimana ngejelasinnya. Pasti malu," tandas Murni.
Sebelumnya, Murni mengatakan putrinya serta Menik (10), temannya yang juga menjadi korban berulang kali buang air besar dan muntah-muntah, sering mengigau, berteriak-teriak dan menangis ketika tidur akibat trauma terhadap peristiwa tersebut. Murni mengakui bahwa trauma yang dialami putrinya lebih parah karena ternyata putrinya sudah dikerjai sampai empat kali. LIN
05 Juni 2008
Meski Masih Trauma, Menur Sudah Mulai Sekolah Lagi
Artikel Terkait:
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar