Untuk memudahkan membaca soal dan menuliskan jawaban, semua siswa membawa papan kecil dari tripleks sebagai alas soal ulangan umum.
Menurut Nahrowi, guru di sekolah itu, sejak ruang kelas ambruk, siswa kelas IV, V, dan VI harus belajar di lantai beralas tikar. "Untungnya masa efektif belajar sudah habis, jadi guru tinggal mengulang pelajaran yang sudah diajarkan tanpa harus menulis di papan tulis," ujarnya.
Kepala SDN Setia Bakti Rafiudin sudah melaporkan kondisi sekolah itu kepada Dinas Pendidikan, tetapi sampai sekarang belum ada perbaikan. Kerusakan atap sekolah terjadi karena mutu kayu untuk atap ruang kelas IV, V, dan VI sekolah tersebut jelek. Padahal, tiga ruang kelas itu baru direnovasi pada awal 2005. Dalam pengamatan kemarin, kayu-kayu untuk kuda-kuda dan reng sudah rapuh dan terasa empuk saat dipegang.
Ketua Komite Sekolah SDN Setia Bakti Sarnata meminta Pemerintah Kabupaten Tangerang segera memperbaiki kerusakan gedung sekolah tersebut karena sangat membahayakan dan merugikan siswa.
Sarnata mengatakan, sebanyak 100 orangtua murid sudah menandatangani surat permintaan rehabilitasi gedung sekolah tersebut. (TRI)
http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/06/12/00391087/sekolah.ambruk.siswa.belajar.di.lantai

Tidak ada komentar:
Posting Komentar