12 Juni 2008

Mendiknas: Yang Penting Jujur

Seorang pengawas tengah mengawasi jalannya ujian nasional hari pertama di Sekolah Lanjutan Pertama Luar Biasa Yayasan Santi Rama, Jakarta, Senin (5/5). Sebanyak 22 siswa penyandang cacat tunarungu sekolah ini mengikuti ujian nasional.

Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo mengatakan tidak masalah dengan bertambahnya siswa yang tidak lulus ujian nasional (UN) tahun ini. Sebab, pemerintah tidak pernah menargetkan jumlah kelulusan siswa karena mengutamakan kejujuran siswa, guru, dan semua pihak terkait.

"Wajar angka ketidaklulusan naik. Kita tidak merencanakan untuk meningkatkan ketidaklulusan dan kelulusan. Yang paling penting adalah integritas adalah UN dari tahun ke tahun dilaksanakan dengan semakin jujur," kata Bambang usai memberikan materi seminar bertajuk Revitalisasi Budaya Bangsa dan Implikasinya Terhadap Pendidikan di Jakarta, Kamis (12/6).

Menurut Mendiknas, naiknya jumlah angka ketidaklulusan adalah wajar karena UN bukan hanya ujian kecerdasan, namun juga ujian kejujuran. ''Syukurnya, kejujuran tahun ini, lebih baik dari tahun lalu, karena tingkat kecurangan yang dilakukan berkurang,'' ujar Bambang.

Hal itu, lanjut Mendiknas, tidak lebih dari upaya pengawasan yang ketat, yang dilakukan sejumlah pihak, sehingga guru dan siswa pun dituntut untuk bermoral baik. ''Kendati demikian, kita akan terus evaluasi pelaksanaan UN untuk menjadikan pelaksanaan UN lebih baik di masa mendatang,'' kata Bambang.


ELN

Tidak ada komentar: