
Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo menjelaskan hasil pembangunan pendidikan nasional sejak 2005 hingga 2007, pada acara silaturahmi dengan pimpinan media dan rektor perguruan tinggi negeri di Makassar, Jumat (6/6) malam. SP/ Kiblat Said
[MAKASSAR] Menteri Pendidikan Nasional, Bambang Sudibyo menyatakan terkesan dengan program pendidikan gratis yang dilaksanakan di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).
Menurutnya, jika pendidikan gratis yang pertama dilaksanakan di provinsi Sulsel ini berjalan sukses, akan diusulkan kepada Presiden untuk dijadikan pola nasional.
"Saya sangat yakin, pendidikan gratis di Sulsel dapat berjalan dengan baik, apalagi setelah mendapat dukungan dari pemerintah pusat,'' kata Mendiknas Bambang Sudibyo ketika bersilaturahmi dengan pimpinan media di Makassar, Jumat (6/6) malam.
Provinsi Sulsel yang kini dipimpin Gubernur Syahrul Yasin Limpo dan wakilnya Agus Arifin Nu'mang, memulai pendidikan gratis dari tingkat SD sampai SMP.
Menurut Mendiknas, program tersebut suatu eksperimen berani yang harus dikawal, khususnya oleh kalangan media.
''Jika wartawan menemukan kepala sekolah yang melakukan pungutan terhadap siswa, langsung saja diumumkan melalui media," ujar Mendiknas.
Acara tersebut merupakan lanjutan kegiatan menteri selama di Makassar, diawali Jumat siang di Gubernuran, Makassar, melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) tentang pendidikan gratis dan wali kota atau yang mewakili dari 23 daerah di Sulsel.
Pada kesempatan tersebut, Mendiknas menjelaskan secara garis besar pembangunan pendidikan nasional yang telah dicapai sejak tahun 2005 hingga 2007, di antaranya soal pendanaan massal pendidikan, peningkatan kualifikasi, kompetensi dan sertifikasi pendidik dan tenaga kependidikan secara massal, penerapan teknologi informasi untuk pembelajaran dan administrasi, pembangunan prasarana dan sarana pendidikan.
Pada tahun 2007, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp 11,5 triliun, dana itu menunjukkan hasil menggembirakan serta dirasakan oleh pemangku kepentingan pendidikan.
Misalnya, dana bantuan operasional sekolah (BOS), telah mampu membebaskan 70,3 persen murid SD/MI (Madrasah Ibtidaiyah) dan SMP/ MTs (Madrasah Tzanawiah) dari pungutan operasional, semua siswa miskin bebas dari pungutan.
Sangat Yakin
Untuk Sulsel, lebih 4 juta siswa menerima dana BOS sebesar Rp 940 miliar, BOS buku 3 juta siswa sebesar Rp 62 miliar, bantuan khusus murid (BKM) untuk 337 ribu siswa sebesar Rp 44 miliar dan bantuan operasional manajemen mutu (BOMM) 208 paket sebesar Rp 103 miliar.
Bambang mengatakan, itulah yang membuatnya sangat yakin bahwa pendidikan gratis bisa berjalan sukses di Sulsel, karena hanya dengan dana BOS saja sudah menyentuh sekitar 60 persen wajib belajar, sisanya 40 persen itulah yang harus dipikirkan bersama antara pemerintah pusat dan daerah. [148/E-7]

Tidak ada komentar:
Posting Komentar