22 Mei 2008

THF Dirikan Sekolah Strategi,Pertahanan dan Budaya di Magelang

Kamis, 15 Mei 2008, JAKARTA--MI: Indonesia memiliki perguruan tinggi ilmu strategi, pertahanan, dan budaya tingkat pascasarjana. Mereka yang ingin mendalami studi tersebut tidak perlu lagi belajar di luar negeri. Universitas Tidar Magelang (UTM) bekerja sama dengan The Heritage Fondation (THF) tengah menyiapkan program S2 dengan nama khusus Borobudur Graduate School for Culture, Defense and Strategy.

"Kita memiliki potensi untuk menggelar pendidikan S2 strategi, pertahanan dan budaya. Kita punya keunggulan budaya dan karya agung bangsa yaitu Borobudur yang kaya inspirasi, keungulan intelektual yang perlu kita padukan dalam sistem pendidikan yang bertaraf internasional, namun kuat akar kebudayaan dan kebangsaan kita. salah satunya adalah sekolah strategi, pertahanan dan budaya," kata Dirjen Potensi Pertahanan Departemen Pertahanan, Prof Dr Budi Susilo Supandji,di Jakarta, Kamis (15/5).

Budi yang salah satu pemrakarsa The Heritage Foundation (THF) ini mengatakan, Candi Borobudur diabadikan khusus untuk program S2 tersebut, karena selain kaya akan inspirasi budaya, pembangunan Borobudur oleh Ir Gunadharma memang menggunakan strategi dan teknik yang sangat tinggi pada jamannya.

"Waktu itu belum ada beton bertulang. Jadi sulit sekali mendirikan bangunan begitu besar dan luas bila tidak mengenal ilmu mekanika. Jadi Ir Gunadharma sudah menguasai itu, sehingga Borobudur tidak roboh dalam usia berabad-abad. Kalau ada yang mengatakan cara membangun candi itu dari India, mengapa di India tak ada bangunan semegah Borobudur," kata Budi.

Sementara itu pemrakarsa THF lainnya, SD Darmono mengatakan, UTM mempunyai kurikulum yang akan menggabungkan teori dan praktek. Khususnya dalam hal pengajaran yang pada akhirnya bertujuan menyediakan lulusan yang handal untuk terjun ke bisnis dan industri yang bersifat global.

"Salah satu penyiapan untuk go global adalah dengan pelajaran bahasa Inggris dan Mandarin secara intensif, juga pemakaiannya dalam kehidupan kampus, serta penguasaan Information Communication Technology (ICT). Kita berupaya membuat komunitas internasional, dengan mengundang mahasiswa dan dosen dari luar negeri untuk bergabung," janji Darmono.

Ditempat sama Prof Dr Komaruddin Hidayat mengakui, dengan membangun Universitas bertaraf Internasional, maka membuka peluang untuk membangun perekonomian dengan mengembangkan keunggulan budaya lokal masyarakat Magelang dan sekitarnya. Artinya, efek domino dengan berdirinya UTM membawa kemaslahatan bagi masyarakat sekitarnya.

"Dengan adanya kontak Internasional, maka dunia makin tahu bagaimana keunggulan budaya kita, harmonisasi budaya lokal dengan agama-agama yang ada. Dan ini bisa menjadi daya tarik wisatawan termasuk bahan kajian keilmuan yang menarik. Potensi-potensi ini diharapkan akan dapat sinergi untuk mensejahterakan masyarakat sekitar Borobudur, dan bangsa Indonesia umumnya," kata Rektor UIN Syarif Hidayatullah Ciputat ini. (Faw/OL-03)

Tidak ada komentar: