
Ancaman penyegelan gedung SDN 05 Batu Ampar dan SMPN 126 Jakarta Timur, tampaknya menjadi perhatian serius Kepala Dinas Pendidikan Dasar (Dikdas) DKI Jakarta, Sukesti Martono. Sebagai orang nomor satu di Dinas Dikdas, tentu ia berharap penyegelan oleh pihak yang mengklaim sebagai pemilik sah atas lahan tersebut tidak terjadi.
Apalagi saat ini, baik di SD maupun SMP tangah padat kegiatan, mulai dari ujian nasional (UN), UN susulan, ulangan umum, hingga pembagian rapor dan ijazah. Yang membuatnya lebih prihatin adalah, siswa di dua sekolah itu terpaksa harus belajar di gedung yang lahannya dalam keadaan sengketa. "Sudah bangunan fisiknya memprihatinkan, status tanahnya tidak jelas pula, kan ini sungguh memprihatinkan," kata Sukesti kepada beritajakarta.com, Rabu (14/5).
Sukesti menandaskan, hendaknya antara persoalan hukum dengan masalah pendidikan jangan dicampuradukan. Karena keduanya sangat jauh berbeda. Karena itu, dia meminta agar pihak yang mengklaim sebagai pemilik lahan ini mau memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengikuti pendidikan di sekolah itu dengan tenang.Baginya, kegiatan pendidikan di dua sekolah yang nasibnya tinggal menghitung hari ini harus tetap berjalan.
Seperti diberitakan sebelumnya, Muctar Pakpahan selaku kuasa hukum dari Weni Azis yang mengklaim sebagai pemilik sah lahan itu akan menyegel gedung tersebut Kamis (15/5). Jika rencana itu jadi dilaksanakan, maka bisa dipastikan ribuan siswa di dua sekolah itu akan telantar.
Kepala SDN 05 Batu Ampar Djumiwanti dan Kepala SMPN 126 Dedy Haryadi, tetap berharap agar pihak Muchtar Pakpahan memberikan kelonggaran waktu. Sehingga kegiatan KBM hingga puncaknya pada tanggal 30 Juni, saat pembagian raport siswa dapat berjalan lancar.
"Tidak banyak yang kami harapkan. Kami hanya ingin kegiatan belajar mengajar tetap berjalan sebagaimana mestinya, tanpa ada gangguan sedikitpun," ujar Djumiwanti diamini Dedy Haryadi.
Kasudin Dikdas Jakarta Timur, Zaenal Soleman, mengatakan sejauh ini pihaknya telah siap mengantisipasi berbagai kemungkinan yang terjadi, jika penyegelan itu benar-benar dilakukan. Namun strategi apa yang akan dilakukannya, ia enggan berkomentar. "Yang jelas, ya kita akan melakukan manuver baru. Bentuknya bagaimana, ya lihat saja nanti, tunggu tanggal mainnya," ujarnya pada beritajakarta.com singkat. Penulis: NURITO, Sumber: nurito, http://www.beritajakarta.com/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar