16 Mei 2008

BNN: Satu Juta Pelajar Terjerat Narkoba

Tersangka pembawa sabu, warga negara Taiwan, Huang Yu Lin (26) dan Kuo Ting Liu (23), beserta barang bukti sabu 26 bungkus dengan berat total 6,913 kilogram diperlihatkan petugas Kantor Bea dan Cukai, Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, Sabtu (12/4). Sabu tersebut disembunyikan dalam kemasan makanan ringan.
Kompas.com, 16 Mei 2008 Jakarta  - Badan Narkotika  Nasional (BNN) memperkirakan tidak kurang dari 1,1 juta pelajar dan mahasiswa di tanah air telah terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Mereka merupakan bagian dari 3,2 juta jiwa di tanah air yang terjerat narkoba sehingga diperlukan kampanye aktif dan terus-menerus untuk mengurangi tingkat pemakaian zat adiktif tersebut.


"Karena itu, diperlukan upaya intensif untuk mengurangi jumlah pemakai narkoba," kata Sekjen Yayasan Cinta Anak  Bangsa(YCAB)  dr Iskandar Irwan Hukom kepada pers di Jakarta, Jumat.

Iskandar Irwan mengemukakan hal itu ketika menjelaskan penyelenggaraan  kampanye penanggulangan  penyalahgunaan narkoba bagi anak-anak muda  di berbagai kota di tanah air yang merupakan hasil kerja sama  YCAB, BNN serta PT Samsung Electronics.

Tema kampanye ini adalah" Nge-dugs? Gak Deh". Anak-anak muda di tanah air diajak mengikuti lomba ini untuk membuat slogan dan poster dengan menggunakan teknologi informasi.

Iskandar mengemukakan di Jakarta sendiri diperkirakan jumlah pengguna narkoba  telah mencapai 150.000 orang dan daerah lain yang diperkirakan juga banyak terjadi penyalahguaan narkoba adalah Papua. Tujuan Yayasan Cinta Anak Bangsa adalah ikut aktif mengurangi jumlah pemakai narkoba terutama di kalangan muda karena merak ini merupakan penerus bangsa.

"Kegiatan ini merupakan bagian dari aksi menyambut Hari Anti Narkoba Internasional yang jatuh pada tanggal  26 Juni  2008," kata Iskandar Irwan.

Di Indonesia, jenis madat yang paling banyak dikonsumsi adalah ganja, kemudian shabu-shabu serta putaw.. Sekalipun 3,2 juta orang  di Indonesia diduga terlibat narkoba, namun BNN menduga sebenarnya angka riil di lapangan adalah lebih besar lagi.


AC
Sumber : Antara

Tidak ada komentar: