31 Mei 2008

Menganiaya Anak Angkat, Seorang Guru SD Diarak

Rohenah alias Puput (6) mengalami luka memar dan luka bakar setelah dianiaya ibu angkatnya sendiri yang bernama Elis Listuriah (46). Guru sekolah dasar itu marah lantaran anak angkatnya sering buang air sembarangan.

Kasus penganiayaan itu terungkap saat bibi korban yang bernama Ruminah berkunjung ke rumah Elis di Kampung Plawad, Desa Citeureup, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Banten, Kamis (29/5) petang lalu. Ruminah datang untuk melihat kondisi Puput, yang sudah enam bulan diadopsi Elis dan suaminya, Jasuk.

"Waktu saya ketuk-ketuk pintu enggak ada yang menyahut. Lalu saya tanya ke tetangga, katanya orangnya ada di rumah," tutur Ruminah saat ditemui di markas Polres Serang, Jumat kemarin.

Karena itulah Ruminah kembali datang ke rumah Elis ditemani beberapa warga sekitar. Saat itu Elis mengatakan, Puput pergi ke Pandeglang bersama ayah angkatnya.

Namun, warga tak langsung percaya dengan alasan Elis karena mereka mendengar suara tangisan dari dalam rumah. Warga yang curiga kemudian memaksa masuk rumah dan menemukan Puput di kamar.

Saat ditemukan, kondisi Puput dalam keadaan lemah. Mata dan dadanya lebam seperti bekas pukulan. Punggung dan pelipisnya melepuh seperti luka bakar karena terkena siraman air panas. Kemaluan Puput pun penuh luka seperti bekas cubitan. Beberapa warga sempat marah dan memukul Elis karena geram setelah melihat kondisi Puput.

Elis yang diduga sebagai pelaku penganiayaan pun diarak ke markas Polsek Ciruas yang berjarak sekitar 500 meter dari rumahnya. Kamis malam guru itu ditahan di Polres Serang. Sementara itu, Puput dilarikan ke Rumah Sakit Umum Serang.

Saat diperiksa, Elis mengaku kesal karena Puput sering buang air sembarangan. Penganiayaan dilakukan tanpa sepengetahuan Jasuk. "Kalau suami saya tahu akan marah," tuturnya.

Puput adalah anak pasangan tunarungu-wicara, Rohman dan Rukisah, warga Desa Bangkung, Kecamatan Cikande, Serang. Puput dibawa pasangan Jasuk-Elis untuk diadopsi sejak enam bulan yang lalu. (NTA)

http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/05/31/01391140/menganiaya.anak.angkat.seorang.guru.sd.diarak

Tidak ada komentar: