31 Mei 2008

"BLT" Mahasiswa Miskin Dianggarkan Rp 501 Miliar

Pemerintah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2008 menyediakan dana Rp 501,7 miliar untuk bantuan khusus bagi mahasiswa miskin. Tahun 2009, anggaran untuk program yang sama dinaikkan menjadi Rp 675,2 miliar.

Mahasiswa miskin yang mendapat beasiswa adalah mahasiswa perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi agama. Mahasiswa perguruan tinggi swasta tak masuk dalam program yang dimaksudkan sebagai bantuan pascakenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) atau semacam bantuan langsung tunai (BLT) untuk mahasiswa itu.

"Dalam APBN 2008 sudah dialokasikan. Jadi bukan program dadakan, bukan untuk menyogok demonstrasi. Memang sudah dialokasikan," ujar Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Paskah Suzetta di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (30/5).

Paskah menjelaskan, dana APBN Rp 501,7 miliar akan diberikan kepada 165.100 mahasiswa miskin di PTN (Rp 443 miliar) dan 48.900 mahasiswa miskin di PTA (Rp 58,7 miliar). Paskah tidak tahu mengenai dana Rp 200 miliar untuk 400.000 mahasiswa yang akan diberikan dalam program Bantuan Khusus Mahasiswa (BKM).

"Jumlah itu mungkin ditambah. Tetapi itu uangnya masuk APBN 2008," ujar Paskah.

Program BKM diputuskan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono setelah rapat khusus dengan sejumlah menteri di Kantor Presiden, 27 Mei 2008. Menurut Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo, BKM akan dicairkan mulai Juli 2008 untuk mahasiswa miskin perguruan tinggi negeri dan swasta. Setiap mahasiswa mendapat Rp 500.000.

Di Surabaya, sebanyak 4.024 lulusan SMA/SMK tidak mampu akan menerima beasiswa masuk ujian seleksi nasional masuk pendidikan tinggi negeri (SNMPTN). Daftar nama penerima beasiswa itu akan diumumkan pada 2 Juni melalui sekolah masing-masing.

Hal itu dikatakan Sekretaris Jenderal SNMPTN Haris Supratno di Surabaya, Jumat. (INU/A10)

http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/05/31/01060629/blt.mahasiswa.miskin

Tidak ada komentar: