
Sekolah Dasar Negeri (SDN) 02 Ciketing Udik, Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat hotman siregar
Atap gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) 02 Ciketing Udik, Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, ambruk, Senin (12/5). Tiang penyangga gedung yang dibangun pada 1976 itu telah keropos, sehingga tak mampu menahan beban. Sejak gedung sekolah pencetak masa depan generasi bangsa itu berdiri tidak pernah direnovasi.
Gedung sekolah yang ambruk sudah hal yang biasa di negara ini. Bukan hanya gedung lama yang rontok. Bahkan baru-baru ini, gedung SDN 02 Tambun, Kabupaten Bekasi juga ambruk sebelum dipakai. Bahkan, ambruknya gedung baru itu menyebabkan dua orang terluka tukang terluka.
Berbeda dengan SDN 02 Ciketing Udik. Tidak ada korban jiwa saat gedung ambruk. Beruntung, karena terjadi pada malam hari. Sebenarnya, pada Sabtu (10/5), sekitar pukul 20.00 WIB, sudah ada tanda bahwa gedung akan ambruk. Kondisi itu ditandai dengan jatuhnya beberapa atap bangunan berukuran 12 x 7 meter itu. Puncaknya pada Senin malam. Penyangga atap patah dan membuat genteng yang terbuat dari tanah liat itu hancur berantakan.
Kepala sekolah SDN 02 Ciketing Udik, Yaya Supriyatna, prihatin melihat kondisi bangunan sekolah yang dipimpinnya. Satu ruang laboratorium komputer dan satu ruang kelas tidak bisa lagi digunakan. Saat kejadian sebanyak delapan komputer ikut tertimpa reruntuhan.
Dari delapan kelas yang ada, yang tersisa hanya enam. Itu pun kondisinya sungguh memprihatinkan. Siswa kelas tiga yang menempati gedung ambruk direncanakan akan masuk pada siang hari. Konstruksi bangunan lapuk dimakan waktu. Pada saat pelaksanaan ujian berstandar nasional (UANBN) dimulai Selasa kemarin, gedung malah ambruk. Pihak sekolah terpaksa memindahkan lokasi ujian yang sedianya akan dilakukan juga di ruangan yang runtuh itu. "Ruangan kami telah berkurang dua lokal," keluh Yaya.
Sebanyak 612 siswa didik di sekolah itu. Gedung yang berdekatan dengan tempat pembuangan akhir (TPA) sampah Bantar Gebang itu merupakan sekolah induk pembinaan pengembangan olahraga (IPPOR) se-Kecamatan Bantar Gebang.
Tak bisa dibayangkan bila gedung ambruk saat siang hari atau ketika murid kelas tiga berada di dalamnya. Yaya mengharapkan Dinas Pendidikan setempat segera memperbaiki kerusakan gedung sekolah sehingga tidak mengganggu proses belajar mengajar sesuai UANBN selesai dilaksanakan.
Siap Direnovasi
Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Pendidikan Kota Bekasi, Sumargo, saat meninjau sekolah tersebut menjelaskan gedung ambruk itu akan direnovasi tahun ini. Tetapi, dana yang dianggarkan untuk rehab gedung itu hanya Rp 150 juta. Padahal, untuk rehab total, dibutuhkan dana sekitar Rp 450 juta.
Anggota Komisi D yang menangani masalah pendidikan di DPRD Kota Bekasi, H Rajagukguk heran. Ia tak menyangka masih ada gedung sekolah yang masih rusak parah dan bahkan ambruk. "Sejak tahun 2005 lalu, anggaran untuk pembangunan gedung sekolah sudah mulai dikucurkan. Tahun 2008 ini sudah tidak ada lagi gedung sekolah negeri yang tak layak pakai," kata Raja yang baru mengetahui ambruknya gedung itu dari wartawan.
Wakil Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi mengakui ambruknya gedung itu karena termakan usia. Gedung sekolah itu akan direnovasi tahun ini. [Hotman T Siregar]

Tidak ada komentar:
Posting Komentar