Koordinator Kampung Ilmu, Budi Santoso, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan untuk mengikis angka buta huruf di Surabaya yang jumlahnya hingga kini masih tinggi. "Buta huruf di Surabaya masih tinggi, salah satu cara untuk mengatasinya adalah mentradisikan membaca di masyarakat," katanya.
Gerakan Surabaya Bangkit Membaca kali ini, menurut dia, juga telah melantik 1.000 kader baca yang akan disebar di sejumlah sudut-sudut tempat baca di Kota Surabaya. Sudut-sudut tempat baca tersebut meliputi balai RT/RW masing-masing kelurahan, posyandu, puskesmas dan tempat-tempat umum lain.
Menurut dia, masing-masing sudut baca tersebut akan disemarakkan dengan serangkaian kegiatan berupa kursus pembelajaran meliputi baca tulis, kursus bahasa Inggris dan lainya. "Kami berharap ini tidak hanya slogan, melainkan ada bukti konkrit di masyarakat," katanya.
Kegiatan ini didukung oleh beberapa elemen masyarakat meliputi Dewan Kota, Insan Baca, Sapu Lidi, Kubaca, LMDN dan lainya.
Direktur Kubaca, Litasari, menambahkan dengan gerakan ini selanjutnya bisa membantu pengembangan taman baca/perpustakaan independen hingga tingkat RT/RW. "Harapannya nanti tercipta insan yang berbudaya baca dan kaya pengetahuan,"katanya. WIPSumber : ANT

Tidak ada komentar:
Posting Komentar