Menurut mereka, ini merupakan salah satu kendala bagi bangsa Indonesia. Mereka ingin, ke depan, pemerintah dapat ikut membantunya dalam menumbuhkan rasa nasionalisme ini. "Kami kan hanya bisa mengingatkan, misalnya dengan upacara bendera setiap hari Senin. Susah sekali ketika ingin menumbuhkan rasa nasionalisme kepada mereka," ujar Debby, seorang guru Fisika dari Tirta Marta BPK Penabur, Selasa (20/5).
Dia mencontohkan banyak anak didiknya yang tidak mau kembali ke Indonesia setelah memenangkan olimpiade sebuah mata pelajaran. Padahal, lanjutnya, Indonesia membutuhkan tenaga mereka untuk memperbaiki bangsa ini. Dia berharap pemerintah mau memperhatikan hal ini.
"Kalau nasionalisme ada, mereka pasti tidak akan meninggalkan kita. Siapa sih yang membimbing mereka saat lomba? Orang Indonesia kan? Indonesia butuh kepintaran mereka. Kalau pemerintah memperhatikan para aset ini, mungkin keinginan mereka untuk tinggal di luar negeri akan terkikis, dan ke depan pemenang olimpiade tidak akan lagi memilih tinggal di luar negeri," jelasnya.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Wiwid, seorang guru kesenian sebuah sekolah swasta di Jakarta. Menurut dia, jika rasa nasionalisme tumbuh mengakar di setiap generasi muda, korupsi dapat dihilangkan dari tanah air Indonesia. "Bangsa kita itu benar-benar kaya akan keindahan alam sebagai potensi untuk berkembang. Sayang, yang jadi masalah itu pengelolanya. Sering kali mereka memanfaatkannya. Nah, jika nasionalisme sudah mengakar, kejadian ini tidak akan terjadi," tuturnya. BOB

Tidak ada komentar:
Posting Komentar