18 Mei 2008

BBM Naik Ratusan Anak Nelayan Terancam Putus Sekolah

Kompas 18 Mei 2008 | PADANG - Rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) merupakan pukulan berat bagi para nelayan di kawasan pesisir pantai Barat Sumbar, kondisi itu ikut mengancam kelanjutan pendidikan anak-anak mereka.

Sejumlah nelayan tradisional di kawasan Pantai Padang, Sabtu, menuturkan, BBM naik jelas berpengaruh besar terhadap pendapatan nelayan, karena biaya operasional melaut akan makin tinggi.

Jasri (53) satu dari ratusan nelayan tradisional di kawasan itu, menuturkan, kebijakan pemerintah menaikkan BBM tidak berpihak pada rakyat kecil yang saat ini dihadapkan biaya hidup tinggi.

Baru dua bulan belakangan nelayan dihadapkan dengan kejolak kebutuhan pokok yang mahal, kini tiba lagi harga BBM akan naik. "Jangankan untuk biaya sekolah anak untuk makan, sulit terpenuhi," katanya dan menambahkan, apalagi cuaca di laut kurang mendukung untuk menjalankan aktivitas.

Kendati kalau BBM naik jelas kebutuhan sekolah, buku, pakaian dan sepatu harga juga ikut naik, sementara pendapatan akan berkurang dengan tingginya biaya operasional.

Nelayan tradisional --mengandalkan perahu untuk dua orang didukung mesin "long tail"-- dalam satu bulan maksimal bisa melaut hingga 15 hari, terkait pengaruh cuaca yang tak bersahabat, diperparah lagi oleh tak "musim ikan", biasanya terjadi saat bulan mulai naik.

Andrio, nelayan lainya mengatakan, masa melaut dalam satu bulan yang ideal, berkisar 10 - 15 hari, yakni pada saat arus laut relatif tenang, dan tak ada badai, katanya. Pria mengaku anak yang akan masuk SMP itu, menuturkan, untuk sekali melaut bisa menghabiskan BBM jenis bensin sampai tiga liter dan hasil yang diraih ada yang hanya cukup untuk menutupi biaya operasional.

"Jadi menghadapi tahun ajaran tahun ini, kian berat di tengah kebutuhan hidup yang makin tinggi," katanya. Ketika ditanya adanya bantuan langsung tunai, dia menanggapi, bukan menolak kebijakan pemberian uang Rp100 ribu/bulan itu, tetapi tidak akan mampu menutupi beban pengeluaran nelayan.

Sebab, dampak BBM naik semua barang kebutuhan pokok dan harian akan melambung, katanya sembari berharap, pemerintah cukup kendalikan harga kebutuhan pokok dan tidak dinaikan BBM sudah sangat membantu para nelayan, apalagi menghadapi tahun ajaran baru sekolah. ABI Sumber : ANT

Tidak ada komentar: