Sudah Satu Bulan Tak Bisa Sekolah
Rabu, 12 Maret 2008 | 00:52 WIB
Padang, Kompas - Ferdian (18), siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Padang, Sumatera Barat, mengalami patah tulang kaki setelah ditendang gurunya sebulan lalu. Hingga Selasa (11/3), kaki Ferdian masih dalam proses penyembuhan, setelah dirawat seorang dukun kampung.
Penendangan terhadap Ferdian terjadi 4 Februari lalu saat dia bersama seratusan siswa lain terlambat datang ke sekolah. ”Saya (saat itu) sebenarnya hanya ingin mengambil buku jurnal yang ada di sekolah. Kebetulan saya sedang ikut kerja praktik di sebuah bengkel radio sehingga tidak ada kegiatan belajar,” kata Ferdian saat ditemui di rumahnya, di Kompleks Perumnas Belimbing, Kuranji, Padang, kemarin.
Setelah upacara bendera, kata Ferdian melanjutkan ceritanya, siswa yang terlambat datang disuruh berbaris oleh Ismansyah, guru yang menjadi pembina OSIS. ”Ada kawan-kawan yang langsung ambil motor dan lari, tetapi saya baris. Setelah itu, ada tendangan dari guru,” paparnya.
Setelah mendapat tendangan tersebut, kata Ferdian lagi, dia langsung rebah dan tidak bisa bangun lagi. ”Kaki saya sakit sekali. Tak kuat berdiri,” katanya.
Akhirnya pihak sekolah membawanya ke dukun patah tulang. Perawatan selanjutnya pun diberikan oleh dukun yang sama. Dua kali seminggu pihak sekolah menjemput dukun itu untuk memeriksa Ferdian di rumahnya.
Sampai kemarin Ferdian belum bisa berjalan. Kaki kirinya yang cedera masih diapit dua papan yang diikat kuat-kuat. Biaya pengobatan ditanggung pihak sekolah.
Tidak sengaja
Menurut Ismansyah, yang ditemui terpisah, dia tidak sengaja menendang kaki Ferdian. ”Ketika itu ada ratusan murid yang terlambat. Waktu saya suruh baris, mereka justru lari. Pada saat itulah kaki Ferdian tertendang,” kata guru jurusan otomotif tersebut.
Selesai upacara, lanjut Ismansyah, dia sebenarnya ingin mengumpulkan para siswa yang selama upacara bendera hanya bergerombol di luar pagar sekolah. ”Saya ingin menanyakan alasan mereka tidak mengikuti upacara,” ujarnya.
Wakil Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Padang bidang Humas Karany, mengutip keterangan dukun patah tulang, menyatakan, kondisi tulang Ferdian memang kurang kokoh. ”Anak itu berasal dari keluarga miskin sehingga kurang gizi dan tulangnya rapuh,” kata Karany.
Meski demikian, dia mengakui, Ismansyah tak sepatutnya memberi teguran seperti itu. ”Pihak sekolah akan memberi teguran kepadanya,” kata Karany. (ART)
http://www.kompas.com/kompascetak/read.php?cnt=.xml.2008.03.12.00523043&channel=2&mn=162&idx=162
12 Maret 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar