09 Maret 2008

SMA Gratis di Jakarta Belum Bisa Direalisasikan

Rencana mewujudkan Sekolah Menengah Atas dan Kejuruan (SMA/SMK) gratis di DKI Jakarta masih jauh panggang dari api. Pasalnya, dalam draf Anggaran Penerimaan dan Belanja Daerah (APBD) DKI 2008, Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi DKI hanya memperoleh alokasi Rp 69 miliar.

Kepala Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi (Dikmenti) DKI, Margani M Mustar, mengatakan, untuk bisa menerapkan pendidikan gratis, mengacu dari pengalaman Dinas 

Pendidikan Dasar DKI, dibutuhkan alokasi dana sekitar Rp 1 triliun lebih. Anggaran Rp 69 miliar ke Dikmenti merupakan kompensasi setelah dihapusnya sejumlah usulan untuk menunjang pendidikan gratis, seperti alokasi untuk penanganan siswa putus sekolah, inisiasi wajib belajar, serta biaya operasional.

Sementara untuk tambahan dana dari pemerintah pusat pada pos yang sama dikucurkan Rp36,6 miliar untuk beasiswa serta kartu gratis sekolah, serta Rp20,5 miliar untuk bantuan operasional seperti biaya praktik.

Dengan minimnya dana tersebut, kata Murgani, mustahil rencana sekolah gratis bisa direalisasikan hanya cukup menjangkau sedikit siswa. Belum lagi, untuk biaya operasional pendidikan membutuhkan dana lebih.

Dijelaskan, jumlah siswa miskin di DKI, untuk SMA ada 11.139 siswa, SMK ada 31.379 siswa. Total siswa miskin tingkat pendidikan menengah ada 42.518 siswa. Selama tahun 2007, dana yang dialokasikan khusus untuk membantu siswa miskin mencapai Rp21 miliar. (Ahmad Muhajir)

http://www.jurnalnasional.com/?med=Web&sec=Breaking%20News&rbrk=Ibukota&id=5828&stat=all&page=0

Tidak ada komentar: