Tahun ini perangkat multimedia di SD ditargetkan bisa mencapai 30 persen dari jumlah sekolah. Adapun untuk SMP naik 10 persen, serta SMA dan SMK bisa mencapai 100 persen.
Direktur Pembinaan SMK Depdiknas Joko Sutrisno, Rabu (4/2), mengatakan, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk pembelajaran di sekolah sudah mutlak. Selain untuk membantu pembelajaran di sekolah sehingga lebih menarik, penguasaan berbagai sarana multimedia juga akan membantu siswa untuk bisa memenuhi tuntutan dunia kerja.
"Peningkatan anggaran pendidikan untuk SMK yang cukup signifikan salah satunya diprioritaskan untuk pembelian peralatan praktik kerja siswa. Untuk sarana teknologi informasi dan komunikasi, seperti komputer dan internet, sudah harus dimiliki semua SMK," kata Joko.
Rudi MS, guru SDN Cikoneng, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, berharap supaya sekolah yang sudah dialiri listrik sejak tahun lalu itu bisa mendapatkan bantuan komputer. "Biarpun yang sekolah di sini anak-anak dari keluarga tidak mampu, kami berharap supaya mereka juga bisa mengenal dan menggunakan komputer secara sederhana," kata Rudi.
Hary Sudiyono Candra, Direktur PT Pesona Edukasi yang memproduksi software pendidikan, mengatakan, dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi di sekolah-sekolah, pemerintah jangan hanya berfokus pada infrastrukturnya.
Wakil Koordinator Education Forum Yanti Sri Yulianti mengatakan, setelah kenaikan anggaran APBN, pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan yang sesuai standar nasional pendidikan harus dipenuhi pemerintah. (INE)
http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/02/05/0104144/baru.19.persen.sd.miliki.sarana.multimedia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar