"Bus sekolah akan mulai beroperasi pukul 05.00 untuk mengantarkan siswa yang harus berangkat pagi," kata Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, Rabu lalu.
Sebanyak 37 bus sekolah milik Pemprov yang kini dikelola oleh PT Bianglala Metropolitan ini akan melayani trayek utara Lapangan Banteng-Kemayoran, Tanjung Priok-PIK Penggilingan, Taman Mini-Kampung Melayu, dan Pasar Minggu-Blok M, ditambah trayek penghubung Cawang-Grogol dan Cawang- Plumpang.
Mengenai jumlah bus sekolah yang belum memadai, Fauzi mengatakan akan mengevaluasi kondisi di lapangan. "Jika memang keperluannya lebih, bukan tidak mungkin kami tambah lagi jumlah armadanya," ujar Fauzi. Semua bus sekolah ini akan dioperasikan berdasarkan jam sekolah siswa, pada pagi, siang, dan sore hari.
Sementara itu, untuk mengantisipasi terbatasnya jumlah armada bus sekolah, Dewan Pengurus Daerah Organisasi Pengusaha Nasional Angkutan Bermotor di Jalan (DPD Organda) DKI Jakarta siap mengoperasikan 62.027 angkutan umum mulai pukul 05.00.
Rinciannya, bus besar sebanyak 4.752 unit melayani 275 trayek, bus sedang 4.979 unit melayani 93 trayek, bus kecil jenis mikrolet 6.346 unit melayani 54 trayek, KWK 6.238 unit melayani 83 trayek, angkot pengganti bemo 1.096 unit melayani 20 trayek, taksi 24.256 unit, dan bajaj 14.360 unit.
Dengan adanya kesiapan dari DPD Organda DKI Jakarta ini, orangtua murid tidak perlu khawatir putra-putrinya sulit mendapatkan angkutan umum ketika pergi ke sekolah. Apalagi saat ini sebanyak 329 armada busway di tujuh koridor juga akan membantu mengangkut anak sekolah menuju sekolah tepat pada waktunya.
"Kami siap membantu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk melaksanakan jam masuk sekolah yang baru ini. Jadi, saya kira tidak ada masalah. Kami juga sudah siapkan armada untuk beroperasi mulai pukul lima pagi," kata Ketua DPD Organda DKI Jakarta Harry JC Rotty.
Sementara itu, menurut Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto, jumlah ideal bus sekolah adalah 150 unit. Namun, selama ini pengadaannya terkendala persetujuan DPRD.
Tahun 2006 Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengusulkan pengadaan 100 bus sekolah, tetapi oleh DPRD hanya disetujui 34 unit. Lalu pada tahun 2007 hanya diadakan tiga unit, sedangkan pada tahun 2008 tidak ada pengadaan bus sekolah sama sekali.
Mengenai protes sebagian warga mengenai majunya jam sekolah, Fauzi Bowo mengatakan yang memprotes adalah orangtua yang tinggal di luar DKI Jakarta tetapi menyekolahkan anaknya di Jakarta.
"Jumlah siswa luar Jakarta yang seperti itu hanya 5 persen. Masak kita lebih memberatkan kepentingan yang jumlahnya lebih kecil," ujarnya. (ARN)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar