Pendiri Yayasan Penyantun Wyata Guna Sri Soedarsono mengatakan, SLB ini nantinya menjadi sekolah berbasis inklusif yang menampung siswa berkebutuhan khusus dan siswa yang tidak mampu. Para siswa akan diberikan keterampilan pertanian, seperti pertanian jamur dan sayuran serta pemeliharaan ayam, sapi, dan ikan. "Hingga kini baru ada 17 keterampilan yang diajarkan kepada anak berkebutuhan khusus, seperti elektronik, tata busana, tata boga, dan perkayuan. Dengan sekolah ini, berarti ada 18 keterampilan yang diajarkan," ujarnya.
Kepala Subdinas Pendidikan Luar Biasa Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Nondi Hidayat mengatakan, anak berkebutuhan khusus masih kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah.
Dari data Dinas Pendidikan Provinsi Jabar, 11.300 anak berkebutuhan khusus mendapatkan pendidikan di SLB, sedangkan menurut pendataan terhadap 2.900 desa ditemukan 16.000 anak berkebutuhan khusus. Artinya, 4.700 anak berkebutuhan khusus belum mendapatkan pendidikan. Itu pun dipastikan bertambah karena jumlah desa di Jabar sebanyak 5.920 desa.
Nondi menerangkan, SLB Agro Industri memiliki prospek yang bagus karena sektor pertanian masih membutuhkan banyak tenaga. (ELD)
http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/12/13/01450340/slb.pertanian.didirikan.di.bandung

Tidak ada komentar:
Posting Komentar