22 Desember 2008

Pemuka Agama Perlu Bangun Optimisme

Jakarta, Kompas - Pemuka agama tidak bisa berdiam diri ketika bangsa
ini menghadapi berbagai krisis. Apalagi, ancaman pengangguran akibat
pemutusan hubungan kerja atau dirumahkan sedang mengancam. Saatnya
bagi semua pemuka agama untuk membimbing umat masing-masing dalam
menghadapi problem sosial.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi Kerukunan Majelis Ulama Indonesia
Slamet Effendy Yusuf di Jakarta, Minggu (21/12), menanggapi
pelaksanaan Kongres Pemuka Agama II yang diprakarsai Departemen Agama.
Kongres itu bukan diadakan MUI seperti yang diberitakan sebelumnya
(Kompas, 19/12).

"MUI memandang kongres ini penting. Berbagai komponen bangsa perlu
mencari solusi dalam menghadapi krisis ekonomi dunia, dan Indonesia
mengalami problem sosial yang luar biasa. Dalam perspektif ekonomi,
jelas kita sedang menghadapi krisis finansial global yang berpengaruh
pada kehidupan beragama. Di sini pentingnya solidaritas sebagai bangsa
dari perspektif agama dalam menghadapi kesulitan yang muncul,"
ujarnya.

Menurut Slamet, terjadinya perubahan pada skala global akan membawa
pengaruh bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Isu penting seputar
hak asasi manusia, pembangunan keadaban publik, terorisme, pembangunan
etika dan moralitas diharapkan dapat menggugah kembali keterpanggilan
pemuka agama bersama pemerintah mengatasi akibat yang ditimbulkan
krisis.

Sekretaris Jenderal Depag Bahrul Hayat mengatakan, kongres pemuka
agama akan membahas tiga agenda, yaitu pemetaan persoalan kehidupan
umat beragama akibat krisis global; eksplorasi nilai agama untuk
menghadapi krisis global; dan kerja sama lintas agama untuk menghadapi
krisis global.

Keinginan untuk menyelenggarakan kongres didasarkan pada pemikiran,
umat beragama dewasa ini tengah dihadapkan pada berbagai persoalan
yang menyangkut isu global yang memengaruhi sikap dan perilaku
keberagamaan masyarakat di tingkat lokal.

Menurut Bahrul, kongres yang diadakan mulai Minggu, selama tiga hari,
memberikan kesempatan kepada pemuka agama untuk bersilaturahim dan
berkomunikasi secara intens. (MAM)
http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/12/22/00131129/pemuka.agama.perlu.bangun.optimisme

Tidak ada komentar: