[YOGYAKARTA] Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) wilayah V DIY terpaksa harus menggabungkan lima perguruan tinggi swasta (PTS) di Yogyakarta yang tidak mampu mendapatkan mahasiswa sesuai jumlah minimum. Di antara PTS tersebut adalah Akper Wiyata Husada, Akademi Lingkungan Kesehatan (AKL) Wiyata Husada yang bergabung menjadi STIKES Wira Husada. STIKES Respati dan Sekolah Tinggi Teknologi Informasi (STTI) Respati akan dimerger menjadi Universitas Respati.
Koordinator Kopertis Wilayah V, Prof Dr Ir Budi Santoso Wignyosukarto, baru-baru ini menegaskan, kelima PTS tersebut memang sepi peminat dan akibatnya biaya operasional membengkak. "Untuk mengatasi hal tersebut, satu-satu cara adalah penggabungan. Merger tersebut sudah mendapat persetujuan Dirjen Dikti (Pendidikan Tinggi) Fasli Jalal dengan Surat Keputusan Mendiknas nomor 213/D/0/2008. Persetujuan ini sudah disahkan sejak bulan lalu," katanya.
Budi mengakui, dari 240 PTS yang ada di Yogyakarta, tidak semua mampu beroperasi dengan baik. "Faktanya, banyak PTS yang tidak memenuhi standar mutu, termasuk minimnya tenaga pengajar yang profesional. Masyarakat sudah bisa menentukan, mana PTS yang sehat dan mana yang tidak," ujarnya. [152]

Tidak ada komentar:
Posting Komentar