Hal tersebut disampaikan Presiden saat bersilaturahmi dengan para veteran dan purnawirawan dalam kunjungan ke Markas Komando Batalyon Kesehatan Divisi II Kostrad di Karang Ploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (13/10).
"Kami akan terus meningkatkan kesejahteraan sesuai dengan kemampuan sebagai penghormatan dan juga agar bapak dan ibu (veteran) dapat memiliki daya beli," kata Presiden dalam acara yang dihadiri Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso, ketiga Kepala Staf TNI serta semua Panglima Komando Utama TNI.
Presiden juga mengingatkan bahwa kesejahteraan bukan berarti selalu terkait dengan materi. "Memberikan penghormatan kepada para sesepuh, memelihara komunikasi, memberikan informasi, menolong apabila ada yang perlu ditolong dan bersilaturahmi antara prajurit kesatuan dengan Pepabri (Persatuan Purnawirawan ABRI) dan veteran itu juga salah satu bentuk kesejahteraan," katanya.
Karena itu, Presiden menegaskan agar seluruh pimpinan dan unsur TNI terus menjalin komunikasi dan kebersamaan dengan para purnawirawan serta veteran sehingga masalah-masalah yang dihadapi dapat diselesaikan dengan baik.
Pada bagian lain, Kepala Negara menyatakan, kesemarakan Hari Ulang Tahun TNI harus dapat juga dirasakan para purnawirawan karena mereka juga merupakan bagian dari keluarga besar TNI. "Saya berharap bapak dan ibu (veteran) dapat hadir dalam peringatan ulang tahun di berbagai tempat karena pada hari itu merupakan hari yang penuh dengan nostalgia, kebanggaan dan kenangan yang manis. Mari kita peringati dengan sebaik-baiknya," ujar Presiden.
Silaturahmi antara Presiden dengan seluruh veteran dan purnawirawan serta PNS dalam acara tersebut semula tidak dijadwalkan secara khusus. Presiden dijadwalkan hanya hadir dalam peresmian rumah pintar di lingkungan Yonkes Divisi II Kostrad dan kemudian memberikan bantuan secara simbolis kepada para veteran, PNS dan Tamtama.
Kepala Negara juga dijadwalkan menyampaikan pengarahan di depan seluruh Panglima Komando Utama, namun seusai meninjau fasilitas di lokasi itu dan menyaksikan peresmian rumah pintar, Presiden meminta ada sesi khusus pertemuan dengan para purnawirawan dan veteran.
"Saya tahu hari ini ada perubahan jadwal. Saya minta kepada Panglima TNI bahwa pengarahan saya pada para Pangkotama Darat, Laut dan Udara bisa ditunda hingga nanti malam, yang penting saya bisa bertemu langsung dengan para veteran, purnawirawan dan para prajurit yang saya cintai," ujarnya.
Panglima TNI juga menyampaikan permohonan maaf bila para undangan merasakan ada hal-hal yang tidak nyaman selama acara berlangsung. "Izinkan kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya apabila dalam penyelenggaraan ada hal-hal yang kurang berkenan di hati bapak dan ibu," katanya.
Permohonan maaf kepada para veteran dan purnawirawan juga disampaikan oleh Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi. Ia menjelaskan bahwa Presiden sempat bertanya mengapa tidak dijadwalkan pertemuan dengan para veteran dan purnawirawan. "Beliau tidak ingin ada yang tidak ketemu, maka Presiden menyempatkan untuk bertemu maka ada pergeseran acara di sana-sini. Mohon kesabarannya dan saya minta maaf," katanya.
Turut serta dalam rombongan Presiden, Menko Polhukam Widodo AS, Mendiknas Bambang Sudibyo, Menkominfo M Nuh, Plt Gubernur Jatim Setia Purwaka dan juga para pimpinan TNI.
Presiden dan Ibu Ani Yudhoyono melakukan kunjungan kerja selama dua hari di Malang dan Surabaya, selain akan memberikan pengarahan pada para Pangkotama, Senin malam Presiden juga dijadwalkan untuk mendengarkan paparan kesiapan Asian Beach Games I di Bali akhir pekan ini.
Rencananya Selasa (14/10) pagi, Presiden akan menjadi inspektur upacara dalam peringatan hari ulang tahun ke-63 TNI di Dermaga Ujung Surabaya, yang merupakan pangkalan Armada Timur TNI-AL.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar