17 Oktober 2008

Orangtua Resah, Harga Buku Mahal

[DEPOK] Penjualan buku dengan standar di bawah mutu dengan harga tinggi di sekolah-sekolah dasar negeri di Depok meresahkan orangtua murid. Di beberapa sekolah telah dibuka toko buku yang dikelola penerbit buku yang mahal dengan kualitas rendah itu.

Pantauan di sejumlah sekolah, beberapa hari terakhir ini, di sana memang terdapat toko buku yang dikelola langsung penerbit. Seperti itu salah satu SD di Sukmajaya. Diperoleh keterangan beberapa orangtua murid, toko itu terkesan didirikan secara dadakan.

Menurut salah seorang orangtua yang tak bersedia disebutkan namanya, dia memperoleh informasi toko itu milik seorang guru di sekolah itu. Info ini diperolehnya setelah ada edaran wajib membeli buku tertentu pada alamat tertentu. "Ketika saya dan beberapa orang tua murid ke sana, ternyata di situ rumah guru di sekolah anak saya," ungkapnya.

Di salah satu SD di Cimanggis juga terjadi hal serupa. Orangtua murid sekolah itu mempertanyakan adanya perbedaan harga mencolok antara harga dalam brosur yang ditawarkan dengan harga eceran tertinggi buku panduan, sebagaimana diatur dalam Peraturan Mendiknas No 2 tahun 2008 tentang Buku. Contohnya, buku Bahasa Kita Bahasa Indonesia jilid I.

Harga buku itu sesuai ketentuan Diknas sebesar Rp 8.050. Tapi buku dari penerbit TBM itu ditawarkan seharga Rp 12.896.

Para orangtua murid berharap Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail dan Kepala Dinas Etty Suharyati menuntaskan hal yang meresahkan itu. [W-5]

http://www.suarapembaruan.com/News/2008/10/17/index.html

Tidak ada komentar: