22 Agustus 2008

Presiden: Awasi Anggaran * Waspadai Penyimpangan

Jakarta, Kompas, 21 Agustus 2008 - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta masyarakat mengawasi kemungkinan penyimpangan penggunaan anggaran pendidikan yang dipenuhi 20 persen dari APBN 2009. Presiden menginginkan, dengan peningkatan anggaran itu, mutu pendidikan meningkat.

"Mari kita gunakan sebaik-baiknya anggaran ini dan menggunakannya tepat sasaran. Dengan anggaran ini, sembilan agenda reformasi pendidikan dapat dibiayai secara lebih baik," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat meluncurkan program buku teks pelajaran murah di Istana Negara, Jakarta, Rabu (20/8).

Sembilan agenda reformasi atau terobosan pendidikan itu disebut Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo dalam laporannya yaitu buku murah, bantuan operasional sekolah (BOS), sertifikasi pendidik, teknologi informasi, pembangunan sarana dan prasarana pendidikan, peningkatan mutu pendidikan, tata kelola, intensifikasi, serta ekstensifikasi pendidikan nonformal.

"Dengan pemenuhan anggaran pendidikan 20 persen, tidak ada lagi gedung sekolah dan fasilitasnya yang memprihatinkan. Saya akan mencek dan memastikannya bersama para gubernur agar anak-anak kita aman dan dapat belajar dengan baik," ujar Presiden.

Agar sembilan agenda reformasi pendidikan terwujud, Presiden minta agar biaya rutin tidak ikut dinaikkan meskipun anggaran pendidikan naik. Presiden minta tetap dilakukan efisiensi untuk biaya rutin departemen.

"Selama empat tahun saya datang ke daerah-daerah, keluhannya sama. Harga buku mahal dan sering berganti-ganti, gedung sekolah tidak layak dan para guru minta kesejahteraannya dinaikkan. Insya Allah, secara bertahap ke depan kita bisa lebih baik mengatasinya," ujarnya.

Silakan bajak

Pada kesempatan itu Presiden dan Mendiknas Bambang Sudibyo mempersilakan masyarakat luas membajak dan menyebarluaskan buku-buku teks pelajaran yang telah dibeli hak ciptanya oleh pemerintah seharga Rp 20 miliar.

"Ini bukan perbuatan ilegal. Ini perbuatan sah karena hak ciptanya sudah dibeli pemerintah," ujar Presiden.

Presiden memastikan, kebijakan pemerintah meluncurkan program buku teks pelajaran murah tidak merugikan siapa pun. Program itu diklaimnya justru menguntungkan semua pihak, seperti peserta didik, penyusun buku, penerbit, pengecer, dan sekolahan. Program ini, menurut Presiden, merupakan jawaban atas keluhan orang soal mahalnya harga buku pelajaran. (INU)

http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/08/21/00590021/presiden.awasi.anggaran

Tidak ada komentar: