26 Agustus 2008

Perusahaan Gandeng SMK - Animo Dunia Industri Semakin Meningkat

Jakarta, Kompas - Beberapa sekolah menengah kejuruan berkualitas mulai diajak perusahaan ternama untuk ambil bagian dalam produksi berskala industri. Peluang ini harus dimanfaatkan SMK mampu menjadi lembaga produktif yang bisa mendukung pertumbuhan ekonomi di lingkungan sekitarnya.

"Kemitraan industri dan SMK semakin berkembang ke arah yang lebih produktif. Bisa dibilang SMK itu tidak lagi merengek-rengek untuk bisa diterima industri. Kemajuan ini baik untuk mengembangkan SMK sebagai basis pertumbuhan ekonomi skala kecil dan menengah di lingkungan sekitarnya. Karena itu, pengembangan SMK berkualitas mutlak dilakukan dengan serius agar siap bekerja sama dengan industri," kata Direktur Pembinaan SMK Departemen Pendidikan Nasional Joko Sutrisno di Jakarta, Senin (25/8).

Menurut dia, animo dunia usaha dan industri bekerja sama dengan SMK semakin meningkat. Bahkan, SMK telah dipercaya untuk mendapat subkontrak dari sejumlah perusahaan ternama. Kondisi ini memang baru banyak terjadi di Pulau Jawa karena industri masih berpusat di sini.

Joko mencontohkan, Sanken mulai tahun ini memberi subkontrak ke sejumlah SMK jurusan elektronik di Bekasi, Jakarta, dan sekitarnya untuk produksi dua juta adaptor. Sementara itu, perusahaan teknologi informasi dan komunikasi PT Zyrexindo Mandiri Buana melakukan perakitan komputer lengkap dengan peranti lunaknya di sekitar 250 SMK.

Kerja sama tersebut akan difokuskan di bidang pertanian dan manufaktur. Untuk pertanian perlu dikembangkan pertanian modern untuk percepatan kemandirian pangan dalam negeri. Untuk manufaktur, peluangnya antara lain perakitan sepeda motor dan mobil, mesin perkakas, komputer, dan alat elektronik.

Ari Setiawan, Sekjen Asosiasi Industri Mesin Perkakas Indonesia (Asimpi), menjelaskan, Asimpi berupaya memfasilitasi anggotanya untuk bermitra dengan SMK jurusan Teknik Mesin. Sudah ada 7 SMK di Jakarta, Solo, dan Makassar siap bekerja sama dengan perusahaan mesin perkakas. "Sebagai awal, untuk perakitan mesin perkakas, nantinya bisa dikembangkan untuk produksi komponen lain," katanya.

Pengembangan produksi tersebut memungkinkan jika ada tempat dan bangunan yang memadai, ada guru yang menguasai perakitan sekaligus menjadi pengawas, serta ada siswa yang siap mengerjakan pekerjaan berstandar itu. (ELN)

http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/08/26/00511746/perusahaan.gandeng.smk

Tidak ada komentar: