Berdasarkan pemantauan Kompas, Senin (30/6), Perum Pegadaian Cabang Salemba dan Perum Pegadaian Kantor Wilayah Utama, Senen, Jakarta Pusat, ramai. Puluhan warga mengantre di depan loket taksiran harga sambil membawa barang yang akan digadaikan. Sebagian warga lain duduk menunggu giliran mendapatkan uang hasil taksiran Perum Pegadaian.
Nelson Pasaribu (38), seorang warga Kemayoran, Jakpus, mengaku sedang menunggu pencairan uang Rp 3,2 juta. Ayah dua putra itu menggadaikan dua buah cincin emas seberat 7 gram dan kalung seberat 2,5 gram. Hal tersebut terpaksa ia lakukan guna memperpanjang sewa tempat usaha di Atrium Senen dan biaya masuk sekolah sang buah hati, Bilqis (7).
"Tahun ini kebutuhan cukup banyak sehingga saya terpaksa menggadaikan barang," tuturnya. Menurut dia, biaya masuk sekolah dasar anaknya mencapai Rp 2 juta.
Kebutuhan semakin membengkak tatkala dia harus memperpanjang kontrak tempat usaha yang mencapai Rp 10 juta per tahun. Hal itu harus dia lakukan demi kelancaran usaha konfeksi kecil-kecilan yang sudah dirintis sejak dua tahun lalu.
Hal serupa dilakukan Astuti (53), warga Utan Kayu, Matraman, Jakarta Timur. Dia yang datang bersama sang anak, Aris (29), mendapatkan uang Rp 2 juta setelah menggadaikan satu buah televisi 21 inci dan kalung emas seberat 2,7 gram. "Uang itu buat uang masuk sekolah keponakan dan tambahan biaya nikah anak saya," ungkapnya.
Dia harus mengembalikan pinjaman sekaligus bunga 2,6 persen per bulan Rp 2.208.000 paling lambat empat bulan mendatang. "Saat ini yang penting dua hal itu bisa terlaksana dulu. Masalah pengembalian biar saya pikirkan nanti," katanya.
Secara terpisah, Asisten Manajer Tata Usaha Perum Pegadaian Cabang Salemba Zainal Abidin menuturkan, 60 persen dari kredit yang disalurkan pada bulan ini, yakni Rp 8 miliar, digunakan untuk biaya masuk sekolah. Meski ada peningkatan, jumlah tersebut cenderung menurun dibandingkan tahun lalu yang mencapai 75 persen dari kredit yang disalurkan.
"Secara kuantitas menurun, tetapi jumlah yang kita salurkan lebih banyak karena harga emas per gram saat ini cukup tinggi," ujarnya. Dia memperkirakan jumlah itu akan semakin meningkat pada Juli.
Adapun Manajer Operasi Perum Pegadaian Kantor Wilayah Utama Jakarta Rully Yusuf menilai penurunan itu dipicu pendaftaran siswa baru yang baru serentak dibuka pada 5 Juli.
"Saya rasa masih banyak orangtua yang menunggu hingga mendekati batas waktu yang ditentukan," katanya. Dia yakin jumlah itu bakal terus meningkat mengingat akselerasi penyaluran kredit pada pertengahan tahun selalu terjadi. (RIZ)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar