14 Juli 2008

Sekolah-sekolah Berebut Status SBI

Sekolah Bertaraf Internasional seakan menjadi tolok ukur baru kemajuan pendidikan di Tanah Air. Saat ini telah banyak bermunculnya beberapa sekolah yang tergolong SBI dalam berbagai jenjang pada setiap daerah. Program rintisan SBI ini telah dimulai sejak tahun 2006.

Bahkan baru-baru ini, Menteri Pendidikan Nasional menyebutkan, setidaknya pada tahun pelajaran 2008/2009 ini ada sekitar 200-an sekolah menengah atas (SMA) dirintis menjadi sekolah bertaraf internasional (SBI).

Perbaikan sarana, pemberdayaan sumber daya manusia, dan pembangunan kultur di sekolah menjadi salah satu fokus sekolah yang akan mengejar status SBI. Begitu pula pendidik harus memenuhi standar pendidikan. Di antaranya untuk SMA minimal 30 persen guru berpendidikan S-2 atau S-3 dari perguruan tinggi (PT) yang program studinya berakreditasi A, sedangkan tenaga kependidikan seperti kepala sekolah minimal berpendidikan S-2 dari perguruan tinggi yang program studinya berakreditasi A. Jika berhasil disahkan sebagai sekolah bertaraf internasional oleh pemerintah, semua kelas dapat ditambahkan kurikulum internasional.

Penyelenggaraan sekolah-sekolah rintisan bertaraf internasional ini dimaksudkan untuk mendongkrak mutu pendidikan di Indonesia agar mampu bersaing secara internasional. Ditargetkan, sebanyak lebih dari 500 sekolah bertaraf internasional akan tersebar di seluruh Indonesia.

Mutu lulusan diakui dan setara dengan tamatan sekolah pada negara-negara Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) atau negara maju lainnya. Dengan harapan besar Indonesia akan memperoleh lulusan-lulusan yang berkualitas dan mampu bersaing baik di kancah nasional maupun internasional.

Jadi persoalan

Keberadaan SBI di sisi lain menjadi persoalan baru di kalangan masyarakat. Terutama bagi orangtua yang berpenghasilan menengah ke bawah. Hal ini karena biaya yang harus dikeluarkan bagi orangtua yang anaknya akan masuk di program tersebut terbilang sangat tinggi. Besaran biaya SBI dibandingkan dengan sekolah reguler bisa berlipat-lipat. Tidak heran ketika ada selentingan kepanjagan SBI menjadi Sekolah "Bertarif" Internasional.

Pemerintah seharusnya menyadari akan pentingya menyelenggarakan pendidikan bermutu bagi seluruh rakyat tanpa kecuali. Tidak terbatas pada mereka yang memiliki kemampuan ekonomi tinggi saja.

Sekolah-sekolah saat ini seakan-akan berlomba untuk berebut menjadi SBI. Bukan lantaran sekolah tersebut telah siap menyelenggarakan program tersebut, tetapi karena dengan SBI sekolah dapat menarik pungutan yang jauh lebih tinggi kepada orangtua siswa. Dengan dalih gedung sekolah yang megah dan mentereng, sarana lengkap, ruang kelas full AC, dan dilengkapi pula dengan berbagai fasilitas "mahal" lainnya.

Alih-alih sekolah tersebut mampu berkompetisi dalam percaturan internasional, bisa jadi dengan program tersebut memberikan mandat kepada sekolah untuk lebih leluasa menekan pungutan yang sangat tinggi kepada masyarakat.

Ahmad Makki Hasan Mahasiswa Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Malang dan Guru di sebuah SMA Negeri Kota Malang

http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/07/14/00411998/sekolah-sekolah.berebut.status.sbi

Tidak ada komentar: