23 Juli 2008

Indonesia Kekurangan 10.000 Guru SMK

Bandung, Kompas - Indonesia kekurangan sekitar 10.000 tenaga pengajar bidang teknis di sekolah menengah kejuruan. Persoalan ini muncul akibat melonjaknya minat masyarakat masuk SMK.

Direktur Pembinaan SMK Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Depdiknas Joko Sutrisno, Selasa (22/7), mengatakan, lonjakan daya tampung siswa di SMK beberapa tahun terakhir belum mampu diikuti dengan peningkatan kuantitas guru. Kondisi ini sekaligus menjadi salah satu kendala menggenjot pertumbuhan SMK.

"Di lain pihak, ada aturan tidak boleh mengangkat pegawai honorer," ucapnya di sela-sela pembukaan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional di Bandung, Jawa Barat. Joko menjelaskan, proyeksi jumlah siswa SMK pada akhir tahun ini meningkat 30 persen menjadi 300.000 siswa.

Secara terpisah, Direktur Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) Depdiknas Baedhowi mengatakan, kekurangan guru teknis ini terutama terjadi di SMK yang baru berdiri. Namun, kekurangan guru teknis ini sebenarnya tidak hanya terjadi di SMK, tetapi juga di SMA.

Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Sunaryo Kartadinata mengatakan, peningkatan SMK dan minat masyarakat seharusnya diikuti dengan penyediaan sumber daya manusia (SDM) guru berkualitas. Program kurikulum transnasional yang tengah disusun EU-Asian Links melalui koordinasi empat perguruan tinggi dunia menjadi solusi peningkatan kualitas guru.

"Guna menghasilkan siswa SMK yang memiliki kompetensi transnasional, maka tentu diperlukan guru yang punya kompetensi transnasional pula," paparnya. (jon)

http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/07/23/02021419/indonesia.kekurangan.10.000.guru.smk

Tidak ada komentar: