Demikian disampaikan Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo di Jakarta, Jumat (20/6), seusai penandatanganan kerja sama dengan Departemen Pertanian dan Departemen Kehutanan. "Anggaran pemerintah dan bantuan dari pihak lain akan diprioritaskan untuk daerah yang hasil UN-nya rendah. Harapannya untuk bisa meningkatkan mutu pendidikan di daerah tersebut," kata Bambang.
Dari hasil ujian nasional (UN) tahun 2007, Nusa Tenggara Timur memiliki jumlah ketidaklulusan UN tingkat SMP dan SMA tertinggi di tingkat nasional. Angka ketidaklulusan UN SMP mencapai 53,64 persen dan tingkat SMA mencapai 32,79 persen.
Bambang mengatakan pemerintah memanfaatkan hasil UN sebagai pemetaan untuk melihat kondisi pendidikan di setiap daerah. Nusa Tenggara Timur, misalnya, kata Bambang, mendapat perhatian khusus dengan berbagai macam upaya dan usaha untuk menggenjot nilai kualitas dan kuantitas UN di daerah tersebut.
Secara terpisah, anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Djaali mengatakan BSNP sudah menyerahkan laporan mengenai hasil UN siswa SMP dan SMA tahun ini kepada Mendiknas. Pemerintah diharapkan mengambil kebijakan untuk memenuhi delapan standar nasional pendidikan. (ELN)
http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/06/21/01262520/nilai.rendah.dievaluasi.pemerintah

Tidak ada komentar:
Posting Komentar