21 Juni 2008

Hasil UN SMP dan SMA - DKI dan Bali Terbaik, NTT Terburuk

[JAKARTA] Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) secara resmi mengumumkan rata-rata ketidakkelulusan ujian nasional (UN) tingkat sekolah menengah atas (SMA) dan sederajat tahun 2008 ini mencapai 8,27 persen.

Sedangkan, ketidaklulusan UN tingkat sekolah menengah pertama (SMP) dan sederajat, mencapai 7,25 persen.

Hal itu dikemukakan Ketua Panitia UN dari BSNP, Jaali di Jakarta, Kamis (19/6). "Ketidaklulusan SMP terendah dicapai oleh Provinsi DKI Jakarta, yaitu hanya 0,02 persen, sedangkan ketidaklulusan SMA terendah diraih Bali, yaitu 1,32 persen.

Angka ketidaklulusan (gagal, Red) UN paling tinggi terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yakni untuk SMP 52,64 persen dan SMA 32,79 persen," ujar Jaali yang didampingi Kepala Pusat Penilaian Pendidikan Depdiknas, Burhanuddin Tolla dan Direktur Pendidikan Kesetaraan Depdiknas, Ella Yulaelawati.

Pada kesempatan itu, BSNP meralat pemberitaan di media massa yang menyebutkan siswa SMK tidak dapat mengikuti UN pendidikan kesetaraan (UNPK). "Informasi ini kami luruskan, sesuai dengan UU dan Permendiknas, seluruh siswa di Indonesia diperbolehkan untuk mengikuti UNPK. Kami mendapat telepon dari banyak daerah mengenai hal ini, jadi melalui teman-teman media saya harap hal ini disampaikan," ujarnya.

Menurut Direktur Kesetaraan, penyelenggaraan UNPK tahun ajaran 2007/2008 akan dilaksanakan dalam dua periode. Periode I untuk program Paket C (setara SMA) dilaksanakan pada 24-27 Juni 2008, sedangkan untuk Paket A (setara SD) dan Paket B (setara SMP) pada 1-3 Juli 2008.

Untuk periode II, UNPK Paket C diselenggarakan pada 11-14 November 2008, sedangkan untuk Paket A dan Paket B pada 18-20 November 2008. "Mulai tahun ini, UNPK diselenggarakan oleh BSNP," katanya.

Pemerintah, kata dia, juga akan melakukan antisipasi terhadap peningkatan jumlah peserta UNPK tahun 2008. Hal itu dilakukan bukan semata-mata karena banyak siswa tidak lulus UN formal, tetapi juga karena peserta program Paket A, B, dan C reguler, serta sekolah rumah (homeschooling) setiap tahun terus meningkat.

Pesan Singkat

Dari Padang, Sumatera Barat dilaporkan, ribuan siswa SMP sederajat di kota ini, Sabtu (21/6), akan menerima hasil UN tahun ajaran 2007/2008 yang telah dilaksanakan pada 5-8 Mei lalu. Pengumuman kelulusan, selain di sekolah juga bisa diperoleh melalui pesan singkat telepon seluler.

"Pengumuman UN serentak di seluruh Indonesia. Dinas Pendidikan Kota Padang menerima hasil UN yang diserahkan provinsi Kamis (19/6) sore," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, M Nur Amin, kepada SP, Jumat (20/6).

Sementara itu, sebanyak 2.271 murid kelas enam dari 66 sekolah dasar (SD) dan sederajat peserta ujian akhir sekolah berstandar nasional (UASBN) se-Kota Mojokerto, Jawa Timur, dinyatakan lulus 100 persen. Rata-rata nilai para siswa pun tercatat paling tinggi dibanding 35 kabupaten dan kota lainnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto, H Sutomo MSi, didampingi Kasi Kurikulum Sub Dinas Pengajaran dan Pendidikan, Agus Astomo, menyatakan sangat bersyukur karena selain lulus 100 persen juga meraih nilai rata-rata tertinggi. [E-5/BO/070]

http://www.suarapembaruan.com/News/2008/06/21/index.html

Tidak ada komentar: