03 Maret 2008

Pelatihan Guru, Meretas Jalan Mencerdaskan Bangsa

Dunia pendidikan Indonesia masih dihimpit berbagai persoalan. Anggaran pendidikan yang masih minim, sistem dan metode pengajaran yang belum maksimal, kurikulum, hingga kualitas guru yang belum mumpuni. Padahal pendidikan memegang peran penting dalam kehidupan bangsa. Maju mundurnya bangsa sangat ditentukan oleh tinggi atau rendahnya kualitas pendidikannya.
Persoalan yang masih membelit dunia tersebut tentu harus segera dicarikan penyelesaiannya. Dan ini membutuhkan kepedulian serta tanggung jawab semua pihak. PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) dan Harian Republika adalah dua pihak yang menaruh kepedulian tinggi untuk menyelesaikan persoalan yang ada. Ya, sedari awal dua perusahaan ini memang sangat peduli di bidang pendidikan. Berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) diluncurkan untuk ikut serta memajukan pendidikan nasional.
Salah satu program unggulannya --kalau tidak disebut fenomenal-- adalah pelatihan guru yang digelar sejak 2006 lalu. Disebut unggulan dan bahkan fenomenal karena program ini memberikan kontribusi besar bagi peningkatan kualitas pendidikan, khususnya kepada para guru. Lalu mengapa yang dipilih adalah guru? Itu karena begitu penting dan strategisnya peran guru dalam dunia pendidikan.
Merekalah yang mengajarkan ilmu, moral, dan etika kepada murid. Jika kualitas guru mumpuni, maka dia bisa memberikan transfer ilmu dan pengetahuan yang mumpuni dan berkualitas kepada murid-muridnya. Sebaliknya, jika kualitas guru buruk, maka tidak bisa diharapkan untuk menciptakan anak didik yang berkualitas.
Arti penting inilah yang kemudian digarap PT Telkom dan Republika dengan menggelar pelatihan guru secara berkelanjutan. Tahun pertama, program ini dilaksanakan dari Juni 2006 hingga April 2007 sebanyak 10 angkatan. Sebanyak 500 orang guru SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK di wilayah Jabodetabek dan Bandung, mendapat pelatihan itu.
Setelah program di tahun pertama berakhir, dilanjutkan tahun kedua. Keberlanjutan program memang sangat penting untuk menjaga kontinuitas pengabdian dan komitmen pada dunia pendidikan. Untuk tahun kedua, pelatihan guru Telkom-Republika digelar dari Juni 2007 hingga April 2008. Selain karena komitmen kedua belah pihak, berlanjutnya program ini juga karena tingginya permintaan dari para guru. Terutama adalah mereka yang berdomisili di luar Jabodetabek dan Bandung. Mereka membutuhkan dan menginginkan sebuah pelatihan yang mampu meningkatkan kualitas pribadinya selaku pengajar.
Karena itulah, atas kesepakatan bersama akhirnya program pelatihan guru ini diperluas jangkauannya, yaitu ke Jawa Tengah dan Jawa Timur selain tetap mengadakan di Jakarta dan Bandung. Sebanyak 500 orang guru akan menjadi sasarannya. Mereka berasal dari Solo, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, dan Pekalongan. Setelah tahun kedua berakhir, akan dilanjutkan ke tahun-tahun berikutnya.
NonkurikulumBerbeda dari pelatihan guru sejenis yang diadakan pihak lain, dalam pelatihan guru yang diadakan Telkom-Republika ini, materi yang diajarkan adalah nonkurikulum alias tidak berhubungan dengan materi ajar. Yang lebih ditekankan adalah pencerahan hal-hal diluar kurikulum namun sangat penting dalam proses belajar mengajar. Antara lain tentang motivasi, kepribadian menarik, teknik menulis popular, dan proses kreatif.
Para pengajarnya pun sangat beragam, dari mulai pejabat negara, seniman dan budayawan, artis, cendekiawan, politikus, eksekutif perusahaan, hingga para pakar di bidangnya. Beberapa diantara yang pernah mengisi pelatihan ini antara lain Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Ketua Mahkamah Konstitusi, Jimly Asshiddiqie, Menkominfo M Nuh, Budayawan Emha Ainun Nadjib, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Prof Komaruddin Hidayat, Direktur PT Unilever Josep Bataona, pakar kepribadian Leila Mona Ganiem, kalangan artis seperti M Farhan, Shahnaz Haque, dan sebagainya.
Direktur Utama PT Telkom, Rinaldi Firmansyah mengungkapkan, pihaknya memang berkomitmen tinggi untuk memajukan pendidikan di Indonesia. Selain pelatihan guru, Telkom memiliki program lain yang bersinggungan dengan pendidikan seperti internet goes to school dan smart campus.
''Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan dan memajukan dunia pendidikan di Indonesia. Karena itu kegiatan pelatihan guru ini akan tetap kami laksanakan di waktu mendatang,'' ujarnya suatu ketika. Hal yang sama juga dikemukakan Direktur Utama PT Republika Media Mandiri selaku penerbit Harian Republika, Erick Thohir. Menurutnya, Republika juga memiliki komitmen tinggi untuk ikut memajukan dan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
''Karena itu kami langsung menyambut tawaran PT Telkom untuk mengadakan pelatihan guru. Sebab kami memang memiliki komitmen tinggi untuk memajukan pendidikan,'' katanya.
dicuplik dari republika 3/3/2008

Tidak ada komentar: