29 Februari 2008

Pendidikan Sebuah Kebutuhan Mewah

Masa depan suatu bangsa terletak di tangan anak-anak, karena merekalah calon-calon pemimpin bangsa. Anak-anaklah yang akan duduk di kursi pemerintahan, serta menempati pekerjaan-pekerjaan di segala sektor. Untuk dapat menempati posisi-posisi tersebut, tentu harus menempuh berbagai cara dan salah satu adalah melalui pendidikan. Namun, apakah anak-anak Indonesia sudah mendapatkan pendidikan yang memadai?
Pada kenyataannya banyak anak-anak yang putus sekolah. Jangankan untuk mendapatkan gelar sarjana, mengenyam pendidikan dasar saja rasanya sulit. Kehidupan keras akibat ekonomi yang sulit menuntut anak harus bekerja membantu orang tua mereka. Di tengah usia mereka yang seharusnya ada di dalam sekolah, mereka malah berada di jalan raya. Mengamen di bis-bis kota, menjadi pengemis di pinggir jalan demi terisinya perut mereka.
Peranan pemerintah dalam mengatasi masalah ini sangat diperlukan. Sudah banyak sekolah yang tidak memungut biaya bagi siswa yang kurang mampu. Akan tetapi banyak juga kasus-kasus yang terjadi dalam dunia pendidikan, seperti kasus anak yang tidak boleh mengikuti ujian karena belum membayar uang sekolah. Di sebuah negeri yang berlimpah hasil alamnya, negeri yang kaya tetapi pendidikan belum bisa dinikmati semua anak. Pendidikan adalah kebutuhan yang terutama bagi anak demi pengembangan diri mereka tetapi menjadi sebuah kebutuhan yang mewah bagi anak-anak yang kurang mampu.
Perbaikan suatu negara untuk menjadi lebih baik sangatlah baik dimulai dari sektor pendidikan, karena pendidikan anak menentukan kemana negara ini akan berjalan, ke arah yang lebih baik atau lebih buruk. Yakinlah anak-anak yang dibekali dengan pendidikan yang baik, pasti mampu membawa negara kita ke masa depan yang lebih baik. Tidak ada kata terlambat untuk memulainya.

Bevi Saragi Sitio, SMA Tarakanita IKls XII. IPS2 Jakarta Selatan

Disalin dari surat pembaca suara pembaruan 29/2/2008

Tidak ada komentar: