27 Februari 2008

DUA SDN TERPAKSA DIPINDAH


Rusaknya beberapa bagian gedung SDN 14 Sumurbatu Kemayoran semakin menambah panjang daftar sekolah rusak di wilayah Jakarta Pusat. Sebagian besar bangunan yang berbahan dasar kayu seperti tiang, kusen dan kuda-kudanya digerogoti oleh rayap. Bahkan salah satu ruang kelas yaitu kelas 4 kuda-kudanya nyaris patah.
Keadaan tersebut membuat siswa-siswi di SDN 14 Sumurbatu merasa sangat was-was saat mereka sedang mengikuti kegiatan belajar mengajar.
"Kami memang selalu was-was dengan keadaan ruang kelas di SD 14 ini, apalagi SD 12 yang letaknya berada tepat di samping SD 14, para muridnya juga sudah pindah karena ruang-ruang kelasnya mengalami keadaan serupa," ujar Kepala Sekolah SDN 14 Alim Suardi, Senin (25/2).

SDN 14 terletak di Jalan Nilam Raya itu, berada satu komplek dengan dua SDN lainya yaitu SDN 12 dan SDN 15. Namun yang tersisa hanya SDN 14 dan SDN 15 karena SDN 12 muridnya sudah dievakuasi ke SDN 10 di Jalan Sumur Batu Utara sejak tiga bulan lalu.
Saat ini Alim mengaku telah mengirim surat permohonan untuk segera dievakuasi kepada Kasi Pendidikan Dasar Kecamatan Kemayoran. "Saya telah mengirim surat hari ini untuk dapat diizinkan pindah ke SDN 01 Sumurbatu secepatnya," katanya.
Selain SDN 14, ada dua sekolah lagi di Kelurahan Sumurbatu yang kondisinya parah yaitu SDN 12 dan SDN 03. Bahkan kedua SD tersebut siswanya sudah dievakuasi, SDN 12 dievakuasi ke SDN 10 sejak dua bulan lalu dan SDN 03 dipindah sejak Desember 2007.
Keadaan SDN 12 tidak dapat ditempati lagi karena selain kayunya telah dimakan rayap beberapa ruang kelas kuda-kudanya patah. Menurut Budiman salah seorang guru SDN 12, keadaan sekolahnya tidak memungkinkan lagi untuk ditempati dan memang harus dipindah.
"Sebenarnya lebih enak di sekolah yang lama karena kami masuk pagi, kalau sekarang kan terpaksa masuk siang, tapi gimana lagi daripada bertaruh nyawa," katanya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SDN 03 Flora Sianipar mengaku telah mengajukan kepada Dinas Pendidikan Dasar agar sekolahnya di renovasi total sejak pertengahan 2006.
Dan rencananya pada tahun 2008 ini akan direnovasi. Namun dirinya mengaku belum tahu renovasi yang akan dilakukan dalam bentuk rehab total atau rehab besar.
"Saya ajukan rehab total, karena kalau rehab besar saja sekolah akan tetap punya masalah yaitu banjir, karena lokasi sekolah yang memang agak rendah, jadi selain rehap juga harus diuruk, katanya.
Salah orang tua siswa SDN 03, Ninda Wati (40) yang saat itu mengantar anaknya Manisalin (8) siswi kelas 2 mengatakan jika semenjak anaknya dipindah ke SDN 04, anaknya tidak lagi bisa mengaji karena harus masuk siang hari.
"Dulu kan masuk pagi, dan jam 14.00 dia bisa mengaji, sekarang masuk siang jadi nggak bisa ngaji lagi deh," katanya.
Secara terpisah Kepala Suku Dinas Pendidikan Dasar (Dikdas) Jakarta Pusat, Istaryatiningtias mengatakan, proses rehab total sekolah dilakukan oleh dinas dan rehab berat dilakukan oleh sudin.
Sedangkan untuk jumlah sekolah rusak di Jakpus dirinya mengaku belum tahu, karena datanya tertinggal di kantor. Saat itu Istartyati sedang berada di luar. Namun sekolah rusak sudah diajukan ke dinas, karena sekolah rusak itu sudah masuk sistem aset manajemen.
"Kita tunggu saja berapa yang disetujui, semua itu sudah masuk perencanaan. Namun mungkin akan terlambat karena keterbatan anggaran, yang jelas sudah mengajukan," jelasnya. Penulis: purwoko, Sumber: Purwoko,

Tidak ada komentar: